Hasil Autopsi Tak Kunjung Keluar, Kasus Kematian Diplomat Kemlu Makin ‘Gelap’

Frengky AruanFrengky Aruan - Rabu, 23 Juli 2025
Hasil Autopsi Tak Kunjung Keluar, Kasus Kematian Diplomat Kemlu Makin ‘Gelap’

Lokasi Kematian Diplomat Kemlu. (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kematian misterius diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan hingga tak kunjung terungkap. Kasus ini semakin ‘gelap’ lantaran hasil proporsi Arya belum keluar.

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada hasil resmi autopsi atas kematian Arya Daru Pangayunan.

“Sampai saat ini belum ada hasil autopsi. Kami juga sudah koordinasi dengan Polda Metro Jaya dan masih menunggu hasil otopsinya,” ujar Anam saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Rabu (23/7).

Anam menjelaskan bahwa proses yang sedang berlangsung adalah autopsi lanjutan dengan tujuan khusus untuk mengungkap penyebab pasti kematian diplomat muda tersebut.

Baca juga:

Cek TKP Kematian Diplomat Arya, Kompolnas Temukan Slot Pintu Cuma Bisa Dibuka-tutup dari Dalam

Sekadar informasi, belakangan, sebuah unggahan viral di Instagram memicu spekulasi bahwa Arya bukan meninggal karena bunuh diri. Melainkan Arya menjadi korban pembunuhan terselubung.

Akun Instagram @nationalsecurity.id membagikan unggahan yang diklaim sebagai hasil autopsi dari “Divisi Forensik NSA RI”. Dalam unggahan tersebut, disebutkan adanya sejumlah kejanggalan dalam kematian Arya.

Bahkan, akun itu menuduh bahwa pelaku adalah seorang profesional yang menggunakan metode non-destructive killing, atau dikenal juga sebagai teknik “pembungkus”. (Knu)

#Autopsi #Arya Daru Pangayunan #Diplomat #Kementerian Luar Negeri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Sebanyak 8 WNI bergabung dengan militer Rusia. DPR meminta pemerintah untuk tidak kecolongan lagi.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Indonesia
Raja Harald V Wafat, Menlu Sugiono Tulis Pesan Duka di Kedubes Norwegia
Raja Norwegia Harald V wafat pada usia 89 tahun. Menlu Sugiono menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Raja Harald V Wafat, Menlu Sugiono Tulis Pesan Duka di Kedubes Norwegia
Indonesia
Kemlu RI Verifikasi 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Dalami Dugaan Penipuan
Kemlu RI memverifikasi informasi 8 WNI yang disebut direkrut menjadi tentara Rusia. Pemerintah juga mendalami dugaan penipuan, eksploitasi, dan tawaran kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Kemlu RI Verifikasi 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Dalami Dugaan Penipuan
Indonesia
Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Malaysia, Puan Minta Kemlu Segera Berkoordinasi
Puan Maharani meminta Kemlu berkoordinasi dengan Malaysia terkait dampak asap karhutla di Kalimantan yang dapat dirasakan hingga negara tetangga.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Malaysia, Puan Minta Kemlu Segera Berkoordinasi
Indonesia
Indonesia Tolak Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT, Fokus Maksimalkan Sumber Daya Nasional
Indonesia masih fokus menangani korban gempa NTT dengan sumber daya nasional. Sejumlah negara, termasuk China, telah menawarkan bantuan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
Indonesia Tolak Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT, Fokus Maksimalkan Sumber Daya Nasional
Indonesia
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Pemerintah Indonesia mengecam serangan terbaru Israel ke Gaza dan menilai tindakan tersebut menghambat implementasi kesepakatan perdamaian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Indonesia Kecam Serangan Terbaru Israel ke Gaza, Sebut Hambat Implementasi Kesepakatan Perdamaian
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Kementerian Luar Negeri mengungkap dua WNI berinisial AE dan S diduga disandera di Myanmar dengan tuntutan tebusan Rp 200 juta.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Indonesia
Prabowo akan Terima Kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko pada 2 Juli 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 Juni 2026
Prabowo akan Terima Kunjungan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral
Indonesia
9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Indonesia, Disambut Bendera Palestina
9 WNI yang ditangkap Israel akhirnya tiba di Indonesia, Minggu (24/5). Kedatangan mereka disambut bendera Palestina dan Menlu RI, Sugiono.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Indonesia, Disambut Bendera Palestina
Indonesia
KSP Dudung Sebut 9 WNI yang Ditahan Israel Diperkirakan Tiba di Tanah Air Besok
Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman mengatakan, bahwa 9 WNI yang ditangkap Israel tiba di Tanah Air pada Sabtu (23/5).
Soffi Amira - Jumat, 22 Mei 2026
KSP Dudung Sebut 9 WNI yang Ditahan Israel Diperkirakan Tiba di Tanah Air Besok
Bagikan