MerahPutih.com - Sejumlah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia menjadi korban tenggelamnya kapal MV Serdal di perairan Seychelles, Afrika Timur, Minggu (1/6).
Nahasnya, satu ABK WNI berinisial MB dilaporkan meninggal dunia, sedangkan sepuluh awaknya lainnya selamat. Jasad MB hingga kini belum bisa dipulangkan ke tanah air karena masih ditahan pemerintah setempat
Berdasarkan informasi dari otoritas setempat, Kapal MV Serdal yang berbendera Komoro dilaporkan mengalami kecelakaan laut pada 29 Mei 2025 pukul 09.00 waktu setempat.
Kapal terbalik akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi saat sedang melakukan transit logistik menuju Kepulauan Komoro. Total korban ada 11 awak, terdiri dari sembilan WNI dan dua lainnya warga Nepal.
Baca juga:
Saat ini, korban tewas ABK WNI berinisial MB sedang dalam proses otopsi sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Seychelles.
“Sesuai peraturan yang berlaku di Seychelles, jenazah MB saat ini sedang menjalani proses autopsi," kata Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha, dalam keterangannya, Senin (2/6).
Adapun korban 10 ABK lainnya yang selamat masih menjalani rawat jalan di rumah sakit setempat. KBRI Antananarivo juga mendapatkan informasi perusahaan kapal akan bertanggung jawab penuh menyelesaikan permasalahan ini.
"Kemenlu dan KBRI juga akan terus memonitor proses investigasi yang dilakukan Otoritas Seychelles untuk mengungkap penyebab pasti tenggelamnya kapal MV Serdal," tandas pejabat Kemenlu itu. (Knu)

