Hari Terakhir Paralimpiade, Menpora Yakin Indonesia Tambah Emas
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali (tengah) memberikan sambutan saat menyambut kepulangan rombongan kedua tim Indonesia untuk Paralimpiade Tokyo di Bandara Soekarno-Hatta, Tangeran,
MerahPutih.com - Kontingen Indonesia diyakini dapat menambah perolehan medali emas pada hari terakhir pelaksanaan Paralimpiade Tokyo 2020, Minggu (5/9). Setelah merebut emas pertama pada cabang para-badminton lewat ganda putri Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah.
Indonesia berpeluang kembali merebut emas lewat Leani Ratri Oktila yang akan kembali bertanding di dua nomor, yakni tunggal putri SL4 dan sektor ganda campuran SL3-SU5 bersama Hary Susanto.
Baca Juga:
Indonesia Raya Berkumandang, Ganda Putri Parabadminton Berikan Emas
"Kami masih berharap (emas) karena ada yang masih bertanding besok yaitu dari cabang para-badminton di nomor ganda campuran dan tunggal putri," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yakin saat menyambut kepulangan tim Indonesia kloter kedua di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/9) malam.
Ia menegaskan, ada peluang (emas) dan minimal perak sudah di tangan. Dan mudah-mudahan bisa menambah medali emas lagi dari dua nomor itu.
Sebanyak empat atlet tiba di Tanah Air pada hari ini usai menuntaskan kompetisinya di Tokyo. Mereka adalah David Jacobs, Komet Akbar, Bolo Triyanto, dan Hanik Puji Astuti.
Sebelum kembali ke pelatnas di Solo, mereka akan menjalani karantina delapan hari sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait protokol kesehatan bagi pendatang dari luar negeri di era pandemi.
Meski ada beberapa atlet yang belum berhasil membawa pulang medali, Zainudin mengaku tetap bangga atas perjuangan tim Merah Putih di Tokyo. Sebab, menurutnya, untuk bisa lolos ke Paralimpiade bukan perjalanan yang mudah karena para atlet harus melewati babak kualifikasi yang panjang.
Ia berharap, Indonesia dapat mengirim lebih banyak atletnya pada Paralimpiade Paris 2024, terutama setelah adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang bakal menjadi cetak biru pembinaan olahraga prestasi Tanah Air.
Ia memastikan dalam DBON, yang akan dikenalkan oleh presiden pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September nanti, pemerintah tak akan membedakan fasilitasi antara cabang olahraga Olimpiade dan Paralimpiade.
"Pembinaan untuk atlet Paralimpiade sudah kami masukkan di dalam DBON. Jadi bukan hanya pembinaan untuk Olimpiade. Mudah-mudahan ini akan meningkatkan prestasi atlet baik Olimpiade maupun Paralimpaide," katanya dikutip Antara. (*)
Baca Juga:
Dheva dan Suryo Persembahkan Perak dan Perunggu Bagi Indonesia
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Perbandingan Harga Emas Hari Ini, 17 Januari 2026: Galeri24, Antam, atau UBS, Mana Paling Untung?
Lewat Dukungan Prabowo, NOC Optimistis Pencak Silat Selangkah Lagi Masuk Olimpiade
Imbas Faktor Global, Analis Prediksi Harga 1 Gram Emas Pekan Ini Bisa Tembus Rp 3,1 Juta
Harga Emas Galeri24-UBS Stabil pada Senin 12 Januari, Cek Rincian Harga Terbarunya
Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Tahun 2025 di Indonesia
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Momen Presiden Prabowo Subianto Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali SEA Games Thailand 2025
Harga Emas Hari Ini 3 Januari 2025: Antam dan UBS, Galeri24 Konsisten