Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Klaim Tak Ada Kejadian Menonjol
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono meninjau posko penyekatan peniadaan mudik Tol Cikarang Barat, Kamis (6/5/2021) (ANTARA/HO-Korlantas Polri)
MerahPutih.com - Situasi arus lalu lintas di titik penyekatan Tol Cikampek untuk menghalau pemudik disebut berjalan aman dan lancar.
Begitu juga di titik penyekatan yang tersebar dari Sumatera menuju Bali.
“Situasi terakhir pengamanan arus mudik Lebaran 2021 bahwa jalur secara nasional, mobilitas secara nasional ini, dalam keadaan aman lancar tidak ada hal atau kejadian yang menonjol,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono di Exit tol Cikarang Barat, Jumat (7/5).
Baca Juga:
Buntut Larangan Mudik, Jumlah Penumpang Kereta Api Turun 91 Persen
Istiono memastikan, seluruh titik penyekatan yang diberlakukan aman terkendali, tidak ada kejadian yang menonjol.
“Baik Jakarta menuju Sumatera maupun Jakarta menuju Jawa. Relatif terkendali aman dan lancar. Kemudian, titik-titik penyekatan dilaksanakan jajaran ini telah dilaksanakan sesuai dengan aturan,” ucapnya.
Terkait adanya titik penyekatan membuat arus lalu lintas padat, Istiono mengungkapkan, bila kepadatan sudah mencapai 5 KM akan dilakukan upaya rekayasa lalu lintas untuk penguraian.
“Kita atur dinamikanya, kita juga tidak menghendaki antrean terlalu panjang. Rekomendasinya 5 km. Jangan sampai terlalu panjang,” kata Istiono.
Ia juga mengomentari video viral aksi sejumlah pengendara yang turun ke jalan di KM 31 tol Jakarta – Cikampek karena protes adanya penyekatan peniadaan mudik.
Kakorlantas mengatakan, aksi itu hanya kurang komunikasi.
Dijelaskan Kakorlantas, adanya sistem buka tutup di jalur titik penyekatan membuat para pekerja pabrik di daerah Cikarang mengeluh. Namun, aksi video viral langsung ditangani dengan sigap oleh anggota di lapangan.
“Ada viral video di titik Cikarang Barat. Video viral tadi adalah bagian dinamika dari pada operasi ini," jelas dia.
Istiono mengatakan, kejadian itu hanya berlangsung sebentar karena anggota yang berada di titik penyekatan langsung mengurai arus lalu lintas untuk mengakomodir para pekerja.
Istiono berharap ke depan tidak ada kejadian terulang.
“Mudah-mudahan ke depan masyarakat juga jadi lebih dewasa apa yang jadi kendala sampaikan saja kepada kita. Tentunya semua akan kita akomodir dan kita lakukan secara baik,” pungkasnya.
Baca Juga:
Abaikan Instruksi Pemerintah, Gibran Izinkan Warga Solo Mudik Lokal
Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan aksi viral video tersebut karena para pekerja dari Cikampek menuju Cikarang terhalang jalur buka tutup.
Jalur tersebut dilakukan buka tutup bertujuan mengurai kepadatan akibat adanya penyekatan keluar Jakarta.
Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, ke depan polisi akan memberlakukan sistem buka tutup jalur. Bagi bus-bus yang mengangkut pekerja dari Cikampek menuju Cikarang akan diakomodir.
“Jadi kalau ada bus karyawan kita perbolehkan tapi kita yang atur perputarannya,” sambung dia. (Knu)
Baca Juga:
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Korlantas Sebar 315 Kamera Canggih yang Bisa Deteksi Plat Nomor Otomatis, Tilang Kini Tak Perlu Debat sama Petugas
Kamera Tilang E-TLE Bikin Polantas makin Susah Lakukan Pungli dan ‘Main Mata’ dengan Pelanggar Lalu Lintas
Kakorlantas Polri sebut Tingkat Fatalitas Kecelakaan Lalu Lintas Mudik Nataru 2025/2026 Turun Drastis
Korlantas Permudah Urusan SIM, BPKB, STNK Korban Banjir di Sumatera, Cukup Datang ke Posko Pengungsian
Kakorlantas Polri Cek Exit Tol Prambanan, 2,9 Juta Kendaraan Diprediksi Bakal Padati Tol
Raker Kakorlantas Polri dengan Komisi III DPR Bahas Arus Mudik Natal dan Tahun Baru 2026
20 dan 24 Desember Puncak Arus Mudik Nataru, Polisi Fokus Siaga di 4 Titik Keramaian
Aturan Patwal Bakal Dirombak, Kakorlantas: Ketika Seseorang Minta Dikawal, Harus Kami Layani
Operasi Zebra 2025: 347 Ribu Pelanggaran Terjaring, ETLE Jadi Andalan Penindakan
Strategi Korlantas Polri Atasi Macet dan Amankan Nataru 2025/2026