Musik

Hari Musik Nasional, Sejarah Penetapan dan Kontroversinya

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 09 Maret 2023
Hari Musik Nasional, Sejarah Penetapan dan Kontroversinya

Tanggal 9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional Indonesia. (Foto: Unsplash/Mariusmasalar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARI Musik Nasional diperingati tiap 9 Maret. Peringatan ini bermula dari usulan organisasi Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) pada 2003. Demikian menurut laman mpn.kominfo.go.id.

Insan musik meminta Pemerintah memperhatikan nasib para pekerja di dunia musik dan kualitas karyanya. Presiden Megawati Sukarnoputri menerima usulan tersebut.

Sebagai tindak awalnya, Presiden membuat acara untuk para insan musik di Aula Istana Negara pada Senin, 9 Maret 2003. Di tempat inilah Presiden mencanangkan 9 Maret sebagai Hari Musik Indonesia.

Dalam pesannya, Megawati mengajak masyarakat bergandengan tangan memberantas pembajakan hak cipta dengan jalan menyebarluaskan pemahaman tentang hak moral dan hak ekonomi kepada para pemusik.

Lebih dari 300 orang hadir dalam hajatan ini. Antara lain Mang Udel, Ahmad Dhani, Slank, Vina Panduwinata, Titi D.J., Mayangsari, Reza, AB Three, Iis Dahlia, A. Rafiq, dan Andy/rif. Ada pula beberapa tokoh musik seperti Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia Dharma Oratmangun, pencipta lagu-lagu nasional H. Mutahar, dan pencipta lagu anak-anak A.T. Mahmud.

Baca juga:

Rayakan Hari Musik Nasional dengan Konser Luring

hari musik nasional
Peringatan Hari Musik Nasional mengambil momen tanggal kelahiran Wage Rudolf Supratman. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Hari Musik Indonesia mengambil momen tanggal kelahiran Wage Rudolf Soepratman, pencipta lagu kebangsaan "Indonesia Raya". Pemilihan ini sebagai bentuk penghormatan insan musik pada komposer musik nasional tersebut.

Namun, perlu waktu satu dekade untuk meresmikan perayaan Hari Musik. Peresmian itu terjadi berkat langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013. Hari Musik Indonesia diubah secara resmi menjadi Hari Musik Nasional.

Keppres tersebut menyebutkan bahwa musik adalah ekspresi budaya yang bersifat universal dan multidimensional yang merepresentasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan serta memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

Berdasarkan hal tersebut sekaligus upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Indonesia, meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi para insan musik Indonesia, serta untuk meningkatkan prestasi yang mampu mengangkat derajat musik Indonesia secara nasional dan internasional, maka tanggal 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional.

Namun, penetapan hari musik tersebut mengundang polemik. Suka Hardjana, kolumnis musik kesohor Indonesia, sejak awal 2003 sudah tidak setuju dengan peringatan tersebut.

"Kurang pas! Hari Musik Nasional? Apa sih musik nasional itu? Sesungguhnya, di seluruh dunia ini tak ada jenis upacara dan peringatan seperti itu: hari musik nasional," tulis Suka dalam "Hari Musik Nasional, Apa Perlu?" termuat di Tempo, 23 Maret 2003.

Baca juga:

Rayakan Hari Musik Dunia, Widi Mulia Rilis Single ‘Penguasa Paling Sederhana’

hari musik nasional

Peresmian itu terjadi berkat keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013. (Foto: Instagram/@aniyudhoyono)

Suka menyebut perayaan tersebut tak punya dasar. Penyebutan 'Musik Indonesia' atau 'Musik Nasional' membuka kembali sesuatu yang sudah basi. Menurutnya, 'musik nasional' itu mustahil ada.

"Semua karya seni dalam etika penciptaan adalah karya pribadi," lanjut Suka.

Suka mencontohkan, tak ada orang menyebut musik Bob Dylan sebagai musik Amerika, musik The Beatles sebagai musik Inggris, atau musik Bach dan Beethoven itu musik Jerman.

"Tentu saja semua tokoh besar musik terobsesi oleh watak, temperamen, dan lingkungan budaya tempat mereka hidup. Tapi tak ada niatan mereka untuk merepresentasikan semangat 'nasionalisme' musik dalam karya-karya mereka," ungkap Suka.

Daripada merayakan hari musik, Suka meminta agar orang untuk, "Bikin musik yang enak, indah, dan bisa bikin geger pasar bebas. Tak usah politik-politikan."

Kontroversi lain peringatan Hari Musik Nasional juga terkait dengan pemilihan tanggal 9 Maret. Mengutip laman ditsmp.kemdikbud.go.id, tanggal lahir asli Wage Rudolf Supratman jatuh pada 19 Maret 1903 berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Purworejo Nomor 04/Pdt/P/2007/PN PWR pada 29 Maret 2007, yang telah disetujui oleh keluarga Wage Rudolf Supratman.

Meskipun ada kontroversi, hingga kini Hari Musik Nasional masih ditetapkan jatuh pada 9 Maret tiap tahunnya.(ahs)

Baca juga:

Rayakan Hari Musik Nasional, Jokowi Sampaikan Pesan Optimisme

#Maret Sebangsa Bergembira #Hari Musik Nasional #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Andre Taulany Rilis 'Pertama Kali', Interpretasi Baru dari Lagu Stinky 'Pertama X'
Andre Taulany merilis 'Pertama Kali' pada akhir Agustus 2026, interpretasi baru dari lagu Stinky 'Pertama X' dengan aransemen kekinian.
Ananda Dimas Prasetya - 26 menit lalu
Andre Taulany Rilis 'Pertama Kali', Interpretasi Baru dari Lagu Stinky 'Pertama X'
ShowBiz
Obelisk Stereo Rilis EP Perdana 'Sheol', Merangkai Kisah tentang Siklus Kehidupan dan Kematian
Obelisk Stereo merilis EP perdana Sheol, berisi enam trek dengan eksplorasi bunyi surealis dan gagasan tentang siklus kehidupan, kematian, serta eksistensi.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 46 menit lalu
Obelisk Stereo Rilis EP Perdana 'Sheol', Merangkai Kisah tentang Siklus Kehidupan dan Kematian
ShowBiz
Whisnu Santika Gandeng eńau di Lagu 'Tak Peka', Simak Liriknya yang Relevan
Whisnu Santika menggandeng eńau dalam lagu 'Tak Peka', yang mengisahkan usaha memahami pasangan dan perbedaan cara mengekspresikan kasih sayang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Whisnu Santika Gandeng eńau di Lagu 'Tak Peka', Simak Liriknya yang Relevan
ShowBiz
Makna 'Leuwai Hehe Rasa', Mengenang Rasa Cinta yang Pernah Diberikan
Secara umum, judul Leuwai Hehe Rasa kerap dimaknai sebagai 'rasa yang kau beri'.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Makna 'Leuwai Hehe Rasa', Mengenang Rasa Cinta yang Pernah Diberikan
ShowBiz
E'LAST Resmi Bubar, Kontrak Anggota Berakhir setelah Enam Tahun
E Entertainment mengungkapkan bahwa pihak agensi dan para personel telah sepakat untuk mengakhiri kontrak eksklusif mereka.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
E'LAST Resmi Bubar, Kontrak Anggota Berakhir setelah Enam Tahun
ShowBiz
Dari Cinta hingga Rasa Bersalah, Sheryl Sheinafia Ceritakan Perjalanan Hidup lewat Album 'Bittersweet'
Sheryl Sheinafia merilis album 'Bittersweet' berisi sembilan lagu tentang cinta, ketidakpastian, rasa bersalah, bertahan, dan belajar melepaskan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Dari Cinta hingga Rasa Bersalah, Sheryl Sheinafia Ceritakan Perjalanan Hidup lewat Album 'Bittersweet'
ShowBiz
Clubwater Rilis Single 'Cherry Lies', Buka Jalan Menuju Album Kedua
Clubwater merilis single terbaru 'Cherry Lies' melalui Tarsius Records. Lagu ini menjadi pembuka menuju album penuh kedua yang hadir Oktober mendatang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Clubwater Rilis Single 'Cherry Lies', Buka Jalan Menuju Album Kedua
ShowBiz
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
Seniman bunyi asal Samarinda, Theo Nugraha, terlibat dalam album 'Prosthetic Reality' bersama Iggor Cavalera dan sejumlah nama musik ekstrem dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Seniman Samarinda Theo Nugraha Kolaborasi dengan Eks Drummer Sepultura di 'Prosthetic Reality'
ShowBiz
Aruma Tuangkan Perjalanan Menerima Diri Lewat EP Baru 'Dan Ternyata Aku Cukup'
Aruma menghadirkan EP Dan Ternyata Aku Cukup berisi lima lagu yang merekam perjalanan emosional, menerima diri, berdamai, dan menemukan rasa cukup.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Aruma Tuangkan Perjalanan Menerima Diri Lewat EP Baru 'Dan Ternyata Aku Cukup'
ShowBiz
Oasis Bikin Heboh Festival Film Venesia, Liam dan Noel Gallagher Dapat Standing Ovation 8 Menit
Liam dan Noel Gallagher mendapat standing ovation selama delapan menit di Festival Film Venesia setelah pemutaran dokumenter Oasis 'Don’t Look Back in Anger'.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Oasis Bikin Heboh Festival Film Venesia, Liam dan Noel Gallagher Dapat Standing Ovation 8 Menit
Bagikan