Harga Kebutuhan Pokok di Gaza Naik 500% Lebih Imbas Blokade Israel
Ilustrasi warga Palestina tinggal di kamp pengungsi dengan fasilitas yang tidak memadai. /ANTARA/Anadolu/py
MerahPutih.com - Ekonomi Gaza kian keterpurukan akibat blokade Israel. Bahkan, harga-harga kebutuhan pokok di darah Gaza melonjak hingga 527 persen, dengan lonjakan tertinggi di sektor pangan.
"Pendudukan (Israel) terus mencegah masuknya truk-truk sektor swasta, menyebabkan hampir seluruh aktivitas ekonomi lumpuh," kata Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gaza, dalam pernyataan resminya, dikutip Antara, Senin (28/4).
Kadin menambahkan penduduk dan wilayah Gaza kini menghadapi keruntuhan sistem ekonomi yang bersifat katastropik akibat blokade Israel yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. "Harga kebutuhan pokok dan bahan makanan melonjak hingga 527 persen," tulis rilis mereka.
Baca juga:
Lampu Hijau Muhammadiyah untuk Gaza, Evakuasi Sementara Jadi Solusi Kemanusiaan?
Wilayah Gaza sendiri telah berada di bawah blokade ketat Israel sejak 2007, alias sejak 18 tahun silam. Kebijakan belasan tahun Israel itu telah memukul perekonomi warga Gaza. Kini mereka pun semakin terpuruk dengan kebijakan blokade terbaru yang lebih ketat lagi.
Sejak 2 Maret 2025 lalu, Israel terus menutup jalur-jalur penyeberangan memasuki Gaza bagi pengiriman makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan, sekaligus kian memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung selama ini. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina