Harga Beras Masih Dijual Melebihi HET di 51 Daerah
Beras yang dijual pedagang di Pasar Karang Anyar, Jakarta. ANTARA/Harianto
MerahPutih.com - Harga beras di atas harga eceran tertinggi (HET) terjadi di 51 daerah. Namun, pemerintah tidak menyebut rinci nama-nama dari 51 daerah tersebut yang saat ini masih menjual beras di atas HET.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengirim tim untuk menekan membentuk tim mengawal tiap kabupaten untuk mengawal harga komoditas pangan khususnya beras.
Ia mengatakan tim tersebut dibentuk untuk memastikan harga beras tetap sesuai dengan HET yang ditentukan pemerintah, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di permintaan beras nasional.
Bapanas berkolaborasi dengan Perum Bulog dalam pelaksanaan pengawasan harga di lapangan agar distribusi dan penyaluran beras dapat berjalan lancar serta tepat sasaran bagi seluruh wilayah Indonesia
Baca juga:
Bapanas Jamin Kualitas Beras, Perputaran di Stok Per 6 Bulan
"Kami bentuk dari Bapanas tandem dengan Bulog. Kawal harga beras, ada 51 daerah yang masih di atas HET. Kami minta kawal 51 kabupaten itu," katanya.
Langkah itu juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya menghadapi potensi gejolak harga menjelang akhir tahun.
Tim khusus tersebut akan ditugaskan langsung di masing-masing daerah yang harga berasnya masih berada di atas HET guna melakukan pemantauan, pendampingan, dan intervensi pasar secara cepat.
"Kemudian tim tersebut nanti menggerakkan program SPHP, operasi pasar. Kalau dulu, saat harga di bawah HET semua operasi pasar berhenti. Sekarang nggak. Setiap saat, tim ini bekerja setiap saat seluruh Indonesia," katanya.
Selain itu, tim akan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan daerah dan Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) setempat untuk memastikan pengawasan distribusi beras dilakukan secara transparan dan terkendali.
"Jadi kolaborasi dengan Ditkrimsus (Polda), kemudian (Dinas) Perdagangan, tim kami dari Bapanas. Kami turunkan karena ada 51 daerah, kami turunkan 51 orang ke kabupaten itu. Langsung dituju," kata Amran.
Ia menegaskan, melalui mekanisme tersebut, Bapanas berharap harga beras di seluruh daerah dapat kembali stabil, sehingga masyarakat tetap mudah mendapatkan bahan pokok utama dengan harga yang wajar dan terjangkau.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Indonesia Surplus Beras 3,5 Juta Ton, DPR Ingatkan Jangan Abaikan Petani
Kementan Janji Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026
Pemerintah Bersiap Ekspor Beras Setelah Swasembada
Bulog Tiru Program BBM Pertamina, Harga Beras Sama Se-Indonesia
Pemerintah Perpanjang Stabilisasi Harga Beras Sampai Akhir Januari 2026
Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Aceh Aman
Indonesia Swasembada Pangan, DPR Ingatkan Pemerintah Dompet Petani Juga Harus 'Tebal'
Surplus Beras Nasional Naik 243%, HPP Gabah Kering Panen Tetap Rp 6.500/kg
Indonesia Capai Swasembada Beras per Akhir 2025, Prabowo: Cadangan Tertinggi Sepanjang Sejarah
14 Ribu Ton Beras Sudah Meluncur ke Sumatera, Bulog Bocorkan Stok Cadangan Pangan Nasional Siaga Hadapi Bencana 2026