Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Hanura Kubu OSO Beberkan Lima Kebohongan Kubu Daryatmo

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Jumat, 19 Januari 2018
Hanura Kubu OSO Beberkan Lima Kebohongan Kubu Daryatmo

Ketua DPP Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang (OSO), Benny Rhamdani. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua DPP Partai Hanura kubu Oesman Sapta Odang (OSO), Benny Rhamdani membeberkan lima kebohongan kubu Marsekal Madya (Purn) Daryatmo. Kebohongan tersebut yang dijadikan klaim bagi kubu Daryatmo berpisah dari kubu OSO.

"Kebohongan pertama, adanya penggelapan uang partai yang besar yang dituduhkan," kata Benny di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/1).

Menurut dia, jika partai dalam hal ini DPP menggelapkan uang miliaran rupiah, seharusnya kubu Daryatmo melayangkan laporan ke pihak kepolisian. Pasalnya, penggelapan uang merupakan perbuatan pidana.

"Ini kalau benar ada penggelapan uang, kalau uang milik partai ini hilang, dihilangkan oleh ketua umum atau pengurus DPP, maka kenapa tidak ambil tindakan yang melaporkan untuk kasus hukum," jelasnya.

Kebohongan kedua, kata Benny, perihal kepemimpinan OSO. Kubu Daryatmo menuding dengan bahwa kepemimpinan OSO membawa Hanura ke jurang kehancuran.

Kubu Daryatmo, kata dia, menyebut kepemimpinan OSO membuat Partai Hanura lebih buruk. Sedangkan, variabel yang digunakan adalah hasil dari lembaga survei atas hasil perolehan kursi oleh Hanura sebanyak 16 kursi di tahun 2014.

"Apple to apple harusnya, kalau perolehan kursi pemilu 2014 yang 16 kursi, adalah pemilu 2019. Bukan hari ini. Itu tidak apple to apple. Itu kebohongan yang diproduksi mereka," tukasnya.

Selanjutnya, ujar Benny, kebohongan ketiga kubu Daryatmo perihal mendapat dukungan 27 DPD sehingga berkhianat ke OSO. Padahal kubu Sudding tidak didukung sebanyak 27 DPD.

"Nanti minggu akan kita buktikan, DPD 17 bahkan menjadi 19 DPD (mendukung OSO)," sambungnya.

Kebohongan kelima, jelas dia, terkait AD/ART partai. Kubu Daryatmo selalu menggunakan AD/ART yang dimanupulatif, seolah-olah agenda politik mereka ini legal.

"Mereka memanipulasi. Pasal 15 AD/ART tentang pengisian pengosongan jabatan. Kemudian Pasal 16 pergantian ketum hanya bisa dilakukan melalui munaslub. Dalam keadaan khusus. Dalam keadaan khusus itu jika misalnya Pak Wiranto itu kemarin diangkat Menko Polhukam terjadi kekosongan. Maka munaslub. Kemudian dipersyaratan munaslub diatur pasal 23, syaratnya berhalangan tetap, melakukan pelanggaran AD/ART, atau pidana, undur diri, dan mendapatkan dukungan dua pertiga DPR dan DPD," pungkasnya. (Pon)

#Oesman Sapta Odang #Partai Hanura
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ini Alasan Menag Nasaruddin Umar Terima Fasilitas Jet Pribadi dari OSO, Siap Tanggung Resiko
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan dirinya siap menerima konsekuensi hukum atas keputusannya menerima fasilitas pesawat jet pribadi dari OSO
Wisnu Cipto - Senin, 23 Februari 2026
Ini Alasan Menag Nasaruddin Umar Terima Fasilitas Jet Pribadi dari OSO, Siap Tanggung Resiko
Indonesia
Menag Lapor Gratifikasi Jet Pribadi, KPK Buka Peluang Periksa OSO
Hari ini, Menag Nasaruddin Umar telah datang ke KPK memberikan klarifikasi terkait dugaan gratifikasi fasilitas pesawat jet pribadi yang diterimanya dari OSO.
Wisnu Cipto - Senin, 23 Februari 2026
Menag Lapor Gratifikasi Jet Pribadi, KPK Buka Peluang Periksa OSO
Indonesia
OSO Pimpin 9 Partai Nonparlemen, Bentuk Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat untuk Lawan Parliamentary Threshold
Sembilan partai yang telah bergabung adalah Partai Hanura, PBB, Partai Buruh, Perindo, PKN, Prima, PPP, Partai Berkarya, dan Partai Ummat
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 September 2025
OSO Pimpin 9 Partai Nonparlemen, Bentuk Sekber Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat untuk Lawan Parliamentary Threshold
Indonesia
Arah Politik Hanura Bakal Diputuskan Dua Hari ke Depan
Munas ke-4 yang digelar hari sejak Minggu (18/8) hingga hari ini membahas beberapa hal diantaranya pemilihan ketua umum, arah partai ke depan
Angga Yudha Pratama - Senin, 19 Agustus 2024
Arah Politik Hanura Bakal Diputuskan Dua Hari ke Depan
Indonesia
Oso Harap Ada Regenerasi Ketua Umum di Hanura
Oso sangat terbuka kepada siapapun yang mau menggantikan posisinya sebagai ketua umum
Angga Yudha Pratama - Senin, 19 Agustus 2024
Oso Harap Ada Regenerasi Ketua Umum di Hanura
Indonesia
Partai Hanura Gelar Munas, Oso Masih Diusulkan Jadi Ketum
Belum ada nama lain selain Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) yang akan kembali maju menjadi ketua umum
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Agustus 2024
Partai Hanura Gelar Munas, Oso Masih Diusulkan Jadi Ketum
Indonesia
Wacana Presidential Club Prabowo, Hanura: Gimmick dan Muslihat ke Publik
Partai Hanura menilai wacana pembentukan Presidential Club yang digagas presiden terpilih Prabowo Subianto hanya sebagai gimmick politik belaka.
Frengky Aruan - Rabu, 08 Mei 2024
Wacana Presidential Club Prabowo, Hanura: Gimmick dan Muslihat ke Publik
Indonesia
Partai Hanura Hormati Putusan MK soal Sengketa Pilpres 2024
Partai Hanura menghormati putusan MK terhadap sengketa Pilpres 2024. Putusan MK dianggap sudah sah dan berlaku.
Soffi Amira - Selasa, 23 April 2024
Partai Hanura Hormati Putusan MK soal Sengketa Pilpres 2024
Indonesia
Sejumlah Caleg Kehilangan Kursi, Partai Hanura Ajukan PHPU ke MK
Partai Hanura mengajukan PHPU dengan menyerahkan beberapa bukti perbedaan penghitungan suara
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 23 Maret 2024
Sejumlah Caleg Kehilangan Kursi, Partai Hanura Ajukan PHPU ke MK
Indonesia
Hanura Sebar 1,6 Juta Kader di TPS Pemilu 2024
Dari 1,6 juta orang kader tersebut, nantinya akan ditugaskan dua orang di setiap TPS, terdiri atas 820.161 TPS di dalam negeri dan 3.059 TPS di luar negeri.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Januari 2024
Hanura Sebar 1,6 Juta Kader di TPS Pemilu 2024
Bagikan