Hampir Setengah dari Remaja AS Menggunakan Internet Terus-menerus

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 16 Agustus 2022
Hampir Setengah dari Remaja AS Menggunakan Internet Terus-menerus

Persentase remaja yang melaporkan tingkat kehadiran daring yang hampir konstan meningkat tajam. (Foto: freepik/rawpixel.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HAMPIR setengah dari remaja di AS mengatakan mereka menggunakan internet terus-menerus, demikian menurut survei baru yang dirilis pada Rabu (10/8). Survei Pew Research Center tersebut melibatkan 1.316 remaja untuk menggali kebiasaan teknologi mereka.

Persentase remaja yang melaporkan tingkat kehadiran daring yang hampir konstan meningkat tajam dari survei Pew sebelumnya pada 2015, di mana hanya sekitar seperempat remaja yang melaporkan tingkat penggunaan internet demikian.

Mengutip laman CNN, survei menemukan bahwa platform media sosial yang paling sering digunakan oleh remaja juga berubah, dengan platform yang fokus pada video seperti YouTube dan TikTok memimpin dalam popularitas.

Baca juga:

Survei: Kebutuhan Internet di Indonesia Terus Meningkat

Survei: Hampir Setengah dari Remaja Menggunakan Internet Terus-menerus
Survei menemukan bahwa platform media sosial yang paling sering digunakan oleh remaja juga berubah. (Foto: freepik/freepik)

Facebook tidak lagi menjadi kekuatan dominan dalam kehidupan remaja AS, menurut survei baru itu. Hanya 32 persen remaja AS berusia 13 hingga 17 tahun yang mengatakan bahwa mereka sekarang menggunakan Facebook. Itu turun dari 71 persen remaja yang mengatakan mereka menggunakan Facebook dalam survei Pew yang dilakukan antara 2014 dan 2015.

Setelah lama menjadi platform media sosial paling populer untuk pengguna yang lebih muda, Facebook kini telah dikalahkan oleh YouTube, TikTok, Instagram, dan Snapchat.

YouTube, khususnya, digunakan oleh 95 persen remaja, menurut survei, dengan hampir 20 persen melaporkan penggunaan platform yang hampir konstan, menjadikannya jejaring sosial paling populer, diikuti oleh TikTok. Dari remaja yang menggunakan TikTok, hampir seperempatnya melaporkan penggunaan yang hampir konstan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Facebook dan Instagram telah mengambil langkah untuk mengalahkan persaingan dari platform yang lebih baru. Khususnya, remaja hampir dua kali lebih mungkin menjadi pengguna Instagram daripada menjadi pengguna Facebook.

Baca juga:

Ajarkan Aman Berselancar di Internet Bagi Lansia

Survei: Hampir Setengah dari Remaja Menggunakan Internet Terus-menerus
Secara total, 97 persen dari mereka yang disurvei mengatakan menggunakan internet setiap hari. (Foto: freepik/wayhomestudio)

Kedua platform itu kemudian merilis fitur yang mereplikasi fitur Stories khas Snapchat, yang memungkinkan pengguna mengungggah konten yang menghilang setelah 24 jam. Instagram juga memperkenalkan opsi video bentuk pendek yang disebut Reels untuk bersaing dengan TikTok.

Namun, dalam beberapa kasus, upaya tersebut telah menciptakan sakit kepala baru bagi perusahaan. Banyak pengguna Instagram, termasuk selebriti Kim Kardashian dan Kylie Jenner, baru-baru ini mengkritik beberapa pembaruan Instagram karena membuat platform tersebut terlalu mirip dengan TikTok. Sejak saat itu, Instagram telah membatalkan beberapa perubahannya.

Meta, perusahaan induk dari Facebook dan Instagram, tidak menanggapi permintaan CNN untuk mengomentari hasil survei tersebut. Meta juga mendapat sorotan atas dampak layanannya terhadap pengguna yang lebih muda, terutama gadis remaja, setelah kebocoran tahun lalu dari pelapor Facebook, Frances Haugen.

Sementara penggunaan Facebook oleh remaja mungkin telah berkurang, kelompok usia ini tampaknya hanya lebih sering daring. Secara total, 97 persen dari mereka yang disurvei mengatakan mereka menggunakan internet setiap hari, naik dari 92 persen remaja yang mengatakan mereka menggunakan internet setiap hari dalam laporan tahun 2015. (aru)

Baca juga:

Kenali Ancaman Keamanan Internet yang Paling Banyak Terjadi

#Media Sosial #Internet
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Masifnya sebaran di media sosial membuat banyak warga telanjur mempercayai foto tersebut sebagai peristiwa nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Penggunaan media sosial harus diatur dengan baik demi menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Indonesia
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas viralnya Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar. Pihaknya akan segera melakukan evaluasi.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Fun
Friendster Comeback, Platform Legendaris Era 2000-an Kini Hadir di iPhone
Friendster bangkit kembali dan kini tersedia di iPhone. Dibeli Mike Carson, platform ini hadir dengan konsep relasi unik tanpa algoritma.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
Friendster Comeback, Platform Legendaris Era 2000-an Kini Hadir di iPhone
Indonesia
Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Meta, Google, dan TikTok akan diberi kesempatan untuk menjalin kesepakatan konten dengan penerbit berita lokal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Dunia
Norwegia Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Haruskan Perusahaan Teknologi Verifikasi Usia Pengguna
Norwegia negara terbaru yang berupaya melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Norwegia Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Haruskan Perusahaan Teknologi Verifikasi Usia Pengguna
Indonesia
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
YouTube Indonesia resmi patuhi aturan pemerintah dengan batas usia minimum 16 tahun dan penghapusan iklan untuk anak dan remaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
Bagikan