Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Hadiri Pemakaman Istri SBY, Megawati Dampingi Ibu Negara Dekat Pusara

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Minggu, 02 Juni 2019
Hadiri Pemakaman Istri SBY, Megawati Dampingi Ibu Negara Dekat Pusara

Megawati Soekarnoputri menghadiri pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata. MP/Rizki Fitriyanto.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menghadiri prosesi pemakaman istri Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu tiba di TMP dengan mengenakan gaun berwarna hitam dan sepatu berwarna hitam. Kedatangan Megawati ke lokasi pemakaman mendiang Ani Yudhoyono bersamaan dengan Presiden RI-3 Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Saat berada TMP Megawati bersama BJ Habibie langsung mencari tempat di dekat pusara Ani Yudhoyono. Mega kemudian duduk bersebelahan dengan Ibu Negara Iriana Jokowi.

BACA JUGA: Pesan Ani Yudhoyono yang Paling Diingat Hatta Rajasa

megawati
Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputi bersama Presiden RI ke-4 BJ Habibie saat tiba di Taman Makam Pahlawan Kalibata di acara pemakaman Ani Yudhoyono, istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). MP/Asropih

Kedatangan Megawati langsung disambut oleh SBY, keduanya kemudian bersalaman dan bercengkrama. SBY duduk bersebelahan dengan Iriana dan Megawati.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapka, Megawati turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ani Yudhoyono. Hasto berharap keluarga besar SBY dapat diberi ketabahan dan kesabaran.

"Kami mendoakan semoga Almarhumah Husnul khotimah dan keluarga yang ditinggal ditabahkan dan selalu dikuatkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa" kata Hasto.

BACA JUGA: Ani Yudhoyono di Mata Joko Widodo

Ani Yudhoyono. (MP/Rizki Fitrianto)
Ani Yudhoyono. (MP/Rizki Fitrianto)

Selain Habibie, Megawati tiba berbarengan dengan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Presiden RI kesebelas Boediono, dan Wakil Presiden Indonesia keenam Try Sutrisno.

Turut hadir juga ke lokasi pemakaman yakni Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua KPU Arief Budiman, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Asp)

BACA JUGA: Makam Istimewa, Tempat Peristirahatan Terakhir para Ibu Negara Indonesia

#Ani Yudhoyono #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Bagikan