Parenting

Tetap Lancar Work From Home Meski Si Kecil Rewel

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Senin, 28 Juni 2021
Tetap Lancar Work From Home Meski Si Kecil Rewel

Serunya work from home bersama si kecil (Sumber: Pexels/Tatiana syrikova)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJUMLAH pekerja kembali harus menjalani work from home guna pengendalian COVID-19 yang semakin meliar. Hal tersebut tentu memberi kebahagiaan dan tantangan bagi mereka yang sudah memiliki anak.

Di satu sisi, mereka kembali punya quality time dengan anak-anaknya. Namun di sisi lain, pekerjaan kadang terbengkalai karena si kecil yang terus merengek ingin main bersama orang tuanya.

Si kecil yang belum paham konsep tanggungjawab pekerjaan tentu tidak peduli. Yang mereka tahu, orang tua mereka ada di samping mereka agar bisa bermain sepuasnya dengan mereka. Duh, repot.

Baca juga:

Libur Sekolah, Yuk Didik Anak dalam Bermain Gawai

Namun, itu bisa disiasati loh. Ada berbagai cara jitu yang bisa dilakukan para orang tua yang kerepotan ketika anak terus menempel padahal orang tuanya harus bekerja. Berikut hal yang bisa dilakukan orang tua.

1. Pilih mainan yang tepat

Main rubik
Pilih mainan yang buat si kecil fokus. (Foto: pexels/monstera)

Jangan beri mainan yang monoton untuk si kecil misalnya boneka. Mainan yang monoton dan kurang interaktif akan membuat si kecil mudah bosan. Ketika mereka bosan, mereka akan merengek dan ingin kembali bermain dengan orang tuanya.

Pilihlah mainan yang memancing daya eksplor si kecil atau yang menuntut si kecil tetap fokus seperti lego, rubik, pasir-pasiran yang bisa dibentuk, atau permainan sensorik lainnya. Mereka akan asik sendiri dan tenggelam dalam permainannya. Orang tua pun bisa tetap fokus bekerja tanpa ada interupsi dari tangisan si kecil.

2. Jadikan momen main sendiri sebagai rutinitas

main
Main sendiri menjadi rutinitas. (Foto: Pexels/cottonbro)

Supaya si kecil tidak terus menerus mengandalkan orang tuanya untuk bermain, jadikan kebiasaan main sendiri sebagai rutinitas. Pilihlah satu waktu dimana si kecil bisa bermain sendiri. Cari mainan yang memancing dunia eksplor si kecil dan ganti secara berkala agar ia tidak bosan.

Orang tua juga bisa menerapkan metode montessori sehingga permainan si kecil akan tetap berlangsung seru meskipun sendirian. Namun, jangan lupa untuk tetap memberi quality time untuk mereka yang supaya bonding dengan anak semakin kuat dan si kecil tidak merasa diabaikan.

Baca juga:

Meskipun Punya Masalah Berat Badan, Jangan Menyuruh Anak Diet

3. Pastikan anak tetap berada di jangkauan orang tua

work from home
Pastikan anak tetap dalam pengawasan. (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)

Meskipun kita sedang disibukkan oleh pekerjaan dan si kecil asyik main sendiri, pastikan area bermain si kecil berada di jangkauan orang tua. Tujuannya agar anak tetap dalam pengawasan orang tua dan keselamatan anak terjamin. Jangan biarkan ia bermain di luar rumah sendirian terlalu lama atau bermain di area dapur.

4. Jangan mengganggu si kecil

Main
Biarkan ia bermain sendiri. (Foto: Pexels/Keira burton)

Jika si kecil sudah asyik dengan dunia bermainnya, jangan ganggu dia dengan komentar seperti 'wah asyik banget sih mainnya', itu akan memecah konsentrasinya.

Ia pun akan berpikir bahwa teguranmu merupakan tanda bahwa kamu sudah siap bermain dengannya. Dia pun akan kembali menempel padamu minta diajak main. (avia)

Baca juga:

Bunda, Jangan Paksa Anak Berkompetisi

#Anak #Work From Home #Work From Home (WFH) #Ilmu Parenting #Parenting #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono Ikut Arahan Pusat
ASN DKI Jakarta WFH dan sekolah PJJ pada hari ini Selasa (18/8) arahan pemerintah pusat.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Hari Ini ASN DKI WFH dan Sekolah PJJ Imbas Demo BEM UI? Pramono Ikut Arahan Pusat
Indonesia
Seribu ASN DKI Terdampak Kebakaran Gedung Bapenda, Pramono Berlakukan WFH/WFA
Sekitar 1.000 ASN DKI Jakarta terdampak kebakaran Gedung Bapenda di Abdul Muis. Gubernur Pramono Anung berlakukan WFH/WFA
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Seribu ASN DKI Terdampak Kebakaran Gedung Bapenda, Pramono Berlakukan WFH/WFA
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Bagikan