Habib Luthfi Serukan Masyarakat untuk Perkuat Kecintaan pada Tanah Air

Mula AkmalMula Akmal - Senin, 29 Agustus 2022
Habib Luthfi Serukan Masyarakat untuk Perkuat Kecintaan pada Tanah Air

Habib Luthfi bin Yahya saat memberikan tausyiah kebangsaan di panggung kirab Merah Putih. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Puluhan ribu masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya menggelar kirab Merah Putih sepanjang 1.700 meter yang dimulai dari Monas lalu ke Bundaran HI, Jakarta, Minggu.

Dalam acara tersebut, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Habib Luthfi bin Yahya, mengajak masyarakat memperkuat kecintaannya pada Tanah Air agar tak mudah terpecah belah, saat menghadiri kegiatan kirab Merah Putih yang diikuti puluhan ribu elemen masyarakat lintas agama dan budaya di Monas-Bundaran HI, Jakarta.

Baca Juga:

Di Acara Kirab Merah Putih, Kapolri Gelorakan Semangat Persatuan

"Dengan adanya kirab Merah Putih pagi hari ini untuk menguat, mengembalikan, menambah kecintaan kita pada bangsa dan Tanah Air dengan dasar ketuhanan Yang Maha Esa," kata Habib Luthfi saat memberikan tausyiah kebangsaan di panggung kirab Merah Putih di Bundaran HI, Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, ia pun mengajak masyarakat untuk mendalami falsafah bendera merah putih yang didalamnya terdapat kehormatan, harga diri, dan jati diri bangsa.

"Maka apabila cinta Tanah Air ini semakin melekat, semakin kuat, kita akan tahu hebatnya kehormatan bangsa, harga diri bangsa, jati diri bangsa," ujarnya.

Dari pemahaman sang saka merah putih tersebut, Habib Luthfi berharap masyarakat dapat memperkuat kecintaan pada Tanah Air yang diperjuangkan dengan segenap tumpah darah oleh para pahlawan untuk dapat merdeka dari belenggu penjajah.

"Perlu untuk menjadi cermin untuk kita semuanya dan kita bertanya sudah mempunyai kontribusi apa untuk negara ini, untuk bangsa ini, atau mudah dipecah belah?," tuturnya.

"Bangsa lain sudah maju, bangsa lain ekonominya sudah hebat, tapi kita selalu hampir banyak ketinggalan-ketinggalan," lanjutnya.

Habib Luthfi kemudian mengajak para peserta kirab Merah Putih yang hadir untuk bersama-sama melafalkan ikrar yang terdiri dari enam poin.

Baca Juga:

Jokowi Lepas Kirab Merah Putih, Puluhan Ribu Masyarakat Padati Jalan

"Satu, kami bangga menjadi bangsa Indonesia. Dua, kami bangga menjadi anak Indonesia. Tiga, kami bangga merasa, memiliki Indonesia," katanya memandu.

Kemudian poin keempat berbunyi; Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia kita, Bhinneka Tunggal Ika; kelima, kami bersumpah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia; keenam, NKRI harga mati dan bela negara adalah kewajiban kami.

"Sehelai rumput yang kering dan sebutir pasir Indonesia kehormatan taruhannya, tetesan darah di bumi Pertiwi mutiara yang tak ternilai harganya yang sehingga berkibar sang saka Merah Putih di bumi tercinta. Kami bangsa yang tidak akan melupakan sejarah," ucap Habib Luthfi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu pagi melepas kirab Merah Putih dari depan Istana Merdeka, Jakarta, sekira pukul 07.00 WIB, didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan ulama kharismatik Habib Luthfi bin Yahya.

Puluhan ribu elemen masyarakat ikut mengirab bendera Merah Putih sepanjang 1.700 meter yang diikuti oleh lintas agama, pelajar, pemuda, instansi pemerintah, santri, TNI-POLRI, hingga berbagai organisasi masyarakat.

Kirab Merah Putih merupakan acara kebudayaan dan berkesenian dalam keberagaman yang bertujuan meningkatkan persatuan dan kesatuan. Acara ini juga diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan HUT Ke-77 RI.

Pihak kepolisian memperkirakan Kirab Merah Putih dihadiri lebih dari 10.000 orang peserta dan berakhir sekitar pukul 09.00 WIB. (*)

Baca Juga:

Presiden Jokowi dan Kapolri Hadiri Kirab Merah Putih di Bundaran HI

#Jokowi #Merah Putih #Monas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis, editor, dan periset dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang politik, hukum, pertahanan, keamanan nasional, dan ruang digital. Menempuh magister Peperangan Asimetris di Universitas Pertahanan RI, dengan fokus pada perang kognitif, keamanan siber, perang narasi, dan konflik nonkonvensional.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Jokowi menegaskan pergantian pucuk pimpinan di Polri itu memang sudah saatnya dilakukan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Presiden Prabowo Ganti Kapolri Listyo Sigit, Jokowi: Komjen Suyudi Baik
Bagikan