MERAHPUTIH.COM - WARGA di Carita, Pandeglang, Banten merasakan getaran keras pada Sabtu (5/9) pagi sekitar pukul 06.42 WIB. Getaran tersebut terjadi cukup lama. Video yang diunggah warga, memperlihatkan situasi di rumahnya saat getaran itu berlangsung. Jendela rumahnya bergetar sampai membuatnya takut.
Videonya juga menyorot kondisi gorden rumahnya yang ikut bergoyang.
"Getaran semakin keras, padahal tidak ada gempa, tidak ada apa," ucap pemilik akun Instagram @bangbaid pada Sabtu (5/9).
Kemunculan getaran tersebut kemudian dikaitkan sejumlah warganet dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Baca juga:
Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali dalam Sehari, Nelayan dan Wisatawan Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif tipe A yang berada di perairan Selat Sunda dan secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Gunung Anak Krakatau dilaporkan erupsi pada Jumat (4/9) malam. Gunung tersebut menyemburkan lava air mancur (lava fontain).
Hal itu diketahui dari laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dikutip dari laman magma.esdm.go.id.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa kawah Gunung Anak Krakatau diselimuti asap bewarma kelabu dan hitam.
"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III. Teramati asap kawah utama berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-400 meter dari puncak," ujar PVMBG dalam laporan itu, Sabtu (5/9).
Laporan itu menyebutkan bahwa Gunung Anak Krakatau mulai meletus sekitar pukul 23.07 WIB. Letusan masih terjadi hingga 1 jam 30 menit kemudian.
"Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus selama 1 jam 30 menit sampai laporan ini dibuat, berlangsung sejak pukul 23.07 WIB hingga sekarang. Kondisi erupsi seperti ini diinterpretasikan sebagai Lava Fontain atau lahar air mancur," lanjutnya.(Asp)
Baca juga:
Aktivitas Meningkat, Warga Keluhkan 3 Hari Diguyur Hujan Abu Vulkanik Letusan Gunung Anak Krakatau