Gubernur Pramono Tanggung Biaya Pemakaman Korban Meninggal Kebakaran Gedung Terra Drone, Bentuk Kehadiran Negara dalam Situasi Darurat
Kebakaran di Gedung Terra Drone Cempaka Putih.(foto: Merahputih.com/Kanu)
MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan menanggung seluruh biaya pemakaman dan perawatan korban kebakaran Gedung Terra Drone Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Berdasarkan laporan Pemerintah DKI, ada sebanyak 22 korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut, dengan rincian 15 orang perempuan dan 7 orang lainnya laki-laki.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan alasan pihaknya menanggung seluruh biaya pemakaman 22 korban meninggal dunia kebakaran Gedung Terra Drone. Ia menegaskan langkah itu diambil sebagai bentuk kehadiran negara dalam situasi darurat, meski apa pun keputusan Pemprov DKI kerap memunculkan komentar dari sebagian masyarakat.
"Ini kan bencana, ini musibah. Kenapa Pemprov bertanggung jawab? Tidak bertanggung salah, bertanggung jawab juga ada yang nanya," kata Pramono di Jakarta, Rabu (10/12).
Politikus PDI Perjuangan ini menuturkan, dalam kondisi berduka pemerintah wajib hadir tanpa sibuk memperdebatkan soal kewenangan. Menurut dia, bantuan tersebut diberikan semata-mata demi kemanusiaan dan keselamatan warga.
Baca juga:
Kebakaran Gedung Terra Drone: Perusahaan Buka Suara dan Beri Dukungan kepada Keluarga Korban
Terkait dengan penyebab kebakaran, Pramono menilai gedung Terra Drone tidak memenuhi standar keselamatan. Dia menyebut struktur bangunan diduga tidak dibangun sesuai aturan sehingga memperburuk jalur evakuasi.
"Problem utamanya yakni, kalau semuanya mentaati aturan, pasti bencana tidak terjadi. Ini kan pasti dibangun tanpa aturan. Kalau saya lihat struktur dan sebagainya pasti mereka melanggar," kata Pramono.
Pramono mengungkapkan kondisi internal gedung tidak mendukung evakuasi saat api membesar. Salah satu temuan yang paling mencolok yakni ukuran tangga yang terlalu kecil sehingga banyak karyawan tidak memiliki ruang untuk menyelamatkan diri.
"Tangganya kecil banget, dan itu yang menyebabkan beberapa orang tidak bisa turun," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Struktur Gedung Terra Drone Dinilai Langgar Aturan, Pramono: Tangganya Kecil Banget
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Gubernur DKI Optimistis Bank Jakarta IPO Tahun Depan, Ini Strategi Besarnya
Atasi Banjir Jakarta, Pemprov DKI Prioritaskan Normalisasi 3 Sungai
Jalan Gatot Subroto Rusak, Pramono: Akan Diperbaiki Setelah 27 Januari
Respons Keluhan Warga Terdampak Banjir, Gubernur DKI Tambah Pompa Air di Rawa Buaya
DPRD Tagih Janji Gubernur Pramono Banjir Jakarta Surut 1,5 Jam dengan Sistem Pompa
Banjir Setinggi 50 Sentimeter Genangi Kawasan Green Garden Kedoya Kebon Jeruk Jakbar
Curah Hujan Jakarta Tembus 267 Milimeter, Pramono Sebut Sangat Jarang Terjadi
Kelapa Gading hingga Koja Rawan Banjir, Pemprov DKI Fokus Benahi Kali Cakung Lama
Gubernur Pramono Minta Maaf Pengendara Meninggal Saat Jakarta Macet Akibat Banjir
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang