Gubernur Jabar Larang Keberadaan Pasar Tumpah
Gubernur Provinsi Jabar Ahmad Heryawan (tengah) didampingi istri bersilaturahmi dengan Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan (kanan). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melarang keberadaan pasar tumpah di sepanjang jalur selatan Jawa Barat saat puncak arus balik Idulfitri 1438 Hijriah/Lebaran 2017 yang diprediksi terjadi pada Sabtu (1/7) dan Minggu (2/7).
"Pasar tumpah hari ini sudah sedang dan terus diantisipasi, pokoknya pasar tumpah tidak boleh terjadi selama arus balik belum selesai," kata Ahmad Heryawan usai mengikuti pantauan arus balik bersama Kapolri dan Menteri Perhubungan di Pospam Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (30/6).
Ia menuturkan, keberadaan pasar tumpah di kawasan Pabrik PT Kahatek, Kabupaten Bandung dan di Limbangan, Kabupaten Garut sudah selesai ditangani.
"Pagar betis kan di sana, polisi, dishub, dan pol pp pagar betis. Karena kalau tidak pagar betis, ditinggal sedikit ramai lagi tuh. Jadi pagar betis," kata dia.
Menurut dia, keberadaan pasar tumpah tersebut menjadi salah satu penyebab kemacetan saat arus mudik dan balik lebaran berlangsung di Jalur Selatan Jawa Barat.
"Ke depan memang harus ada penyelesaian, meskipun di hari-hari biasa bukan masalah, paling macet-macet sedikit, ketika masuk Limbangan mobil pelan karena masuk pasar," kata dia.
Gubernur yang disapa Aher ini menilai pentingnya keberadaan jalan tol yang menghubungkan dan mengatasi kemacetan di Kawasan selatan Jabar ini.
Akan tetapi, kata dia, dikarenakan kawasan tersebut statusnya merupakan jalan nasional, maka dirinya sudah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk dibangun jalan tol yang menghubungkan Cileunyi, Garut, Tasikmalaya, bahkan hingga Ciamis dan Jawa Tengah.
Ia menuturkan saat ini perencanaan pembangunan jalan tol Cisumdawu dan Cileunyi Garut Tasik tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat dalam hal ini Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
"Untuk studinya sudah, DED sudah," katanya. Selain pembuatan jalan tol, kata Heryawan, perlu adanya pelebaran di ruas Jalan Limbangan, Gentong, dan Malangbong," kata dia.
"Kami sudah mengusulkan ke pusat untuk segera pelebaran jalan sampai Tasik. Atau dibuat jalan layang di atas jalan yang ada," lanjut Aher.
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Daerah Terdampak Meluas, Banjir Telah Merendam Ribuan Rumah di 26 Desa di Karawang
Kisah Tatar Sunda dalam Pameran Foto ’Sakakala’, Imaji Budaya untuk Edukasi dan Promosi Pariwisata
Dedi Mulyadi Kunjungi Gedung KPK, Bahas Penyelamatan Aset Negara di Jawa Barat
Jabar Bakal Dilanda Hujan Lebat Dalam Satu Pekan Mendatang, Warga Diminta Waspada
Terjadi 108 Kali Gempa di Jawa Barat Sepanjang November, BMKG Keluarkan Rekomendasi untuk Masyarakat
Pemprov Jabar Ingin Gambir - Bandung Ditempuh 1,5 Jam Perjalanan Pakai Kereta Api
Selebgram Lisa Mariana dan Pria Bertato Tersangka Peredaran 3 Video Mesum
Bencana Alam di Ciamis Terjadi di 12 Titik pada Minggu, Paling Banyak Tanah Longsor
Di Jawa Barat, Terpidana di Bawah 5 Tahun Akan Dihukum Kerja Sosial Agar Produktif
Bakal Jadi Tempat Maintenance Pesawat Milik Kementerian, Bandara Kertajati Disuntik Modal Rp 100 Miliar