Gubernur Anies Ungkap Revitalisasi JPO Jalan Sudirman Demi Penyandang Disabilitas
Gubernur Anies pimpin Apel Tanggap Musim Penghujan Tahun 2018/2019 di Lapangan Promoter Direktorat Lantas Polda Metro Jaya. (MP/Asropih)
MerahPutih.Com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Ratu Plaza di kawasan Bundaran Senayan yang tengah direvitalisasi, di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/12).
Anies menegaskan, JPO harus ramah bagi para pejalan kaki, penyandang disabilitas, bagi lansia dan ibu hamil. Sehingga, dapat memudahkan semua warga yang menggunakannya. Terutama bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda tanpa pendamping, agar dapat menggerakkan kursi rodanya dengan mudah saat menggunakan JPO.
"Yang belum (ramah) harus dibuat ramah, kan kita membangun baru. Lain dengan kalau kita bangun mengoreksi, kalau ini bangunan baru yang sekarang harus sudah ramah disabilitas. Termasuk yang ini, sudah diuji, nanti dibongkar karena kemiringan terlalu tinggi. Jadi, nanti harus dibongkar dilandaikan, dan seluruh fasilitas di Jalan Sudirman ini harus ramah penyandang disabilitas, wajib," jelasnya.
Anies mengatakan, penataan di sepanjang Sudirman dilakukan secara komprehensif, bukan sekadar melihat satu aspek saja. Sebab, dengan revitalisasi, tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan yang ramah pejalan kaki dan disabilitas, tetapi juga memiliki fungsi estetika.
"Selama pengerjaan, kita menggunakan pelican crossing (untuk menyeberang). Nanti akan ada lebih banyak lagi pelican crossing. Jadi, nanti rancangannya akan membuat suasana di Jalan Sudirman ini menjadi jauh lebih baik," jelas Anies.
JPO Ratu Plaza merupakan 1 dari 12 jembatan di sepanjang jalan Sudirman-MH Thamrin, Jmasuk dalam rencana revitalisasi.
Tiga diantaranya masuk ke dalam prioritas untuk dibangun lebih dulu. Pembangunan tiga JPO prioritas itu diperkirakan menelan biaya Rp 56 miliar. Biaya pembangunan JPO Ratu Plaza sebesar Rp 17,4 miliar, JPO Gelora Bung Karno Rp 18,5 miliar, dan JPO Polda Metro Jaya Rp 19,3 miliar.
Angka sebesar itu untuk satu JPO sudah termasuk pemasangan lift, instalasi listrik, dan penerangan dengan sistem panel surya. Namun, belum termasuk biaya akses ramp ke halte busway.
JPO mewah itu nantinya akan dipasang dengan CCTV atau kamera pengintai, serta dilengkapi pencahayaan warna-warni.
Pemprov DKI Jakarta mulai melakukan pekerjaan revitalisasi tiga JPO di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman tersebut sejak 1 November 2018 lalu, yang dijadwalkan akan rampung pada akhir Desember 2018.
"Mudah-mudahan revitalisasi ini akhir bulan ini akan selesai, sehingga akhir tahun nanti sudah bisa dilihat hasilnya. Kemudian, kita juga nanti di sini bisa memberikan jalur untuk sepeda; (lalu) kendaraan yang mengangkut untuk kepentingan umum, baik transportasi umum massal maupun kendaraan seperti ambulans (atau) petugas; baru kemudian kendaraan pribadi. Kira-kira urutan prioritas penggunaannya seperti itu," pungkasnya.(Asp)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pengurus Pusat INTI Hadiri Peresmian Kantor Sekretariat INTI Tegal
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Gubernur DKI Optimistis Bank Jakarta IPO Tahun Depan, Ini Strategi Besarnya
Jalan Gatot Subroto Rusak, Pramono: Akan Diperbaiki Setelah 27 Januari
Dukung Akses Pendidikan Inklusif, Pemprov DKI Tambah Bus Sekolah Ramah Disabilitas
Fraksi Golkar DPRD DKI Sebut Pembangunan JPO akan Geliatkan Usaha di Sarinah
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Tunanetra Jatuh ke Selokan, Janji Bertanggung Jawab
Insiden Tunanetra Terjatuh di Halte CSW, Pramono Minta Transjakarta Berbenah
Pemprov DKI Mulai Bongkar 109 Tiang Monorel Terbengkalai di Rasuna Said
Pramono Anung Resmikan Waduk Batu Licin di Cipayung, Perkuat Pengendalian Banjir
Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Perjuangan
Pemprov DKI Jakarta Bangun Kembali JPO Sarinah Dilengkapi Lift untuk Lansia dan Disabilitas