Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Gonta Ganti Nama Penanganan COVID-19 Dinilai Bikin Bingung Masyarakat

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 22 Juli 2021
Gonta Ganti Nama Penanganan COVID-19 Dinilai Bikin Bingung Masyarakat

Anggota DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Foto : Dok/Man

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kebijakan pemerintah mengganti nama kebijakan pengendalian COVID-19 dari PPKM darurat menjadi PPKM level 3-4 menuai sorotan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay menilai seringnya mengganti istilah akan membuat masyarakat tidak paham dengan kebijakan yang ada.

Baca Juga

Pemerintah Beberkan Alasan PPKM Gunakan Istilah Level

"Akibatnya, banyak yang tidak bisa mengikuti dan melaksanakannya," kata Saleh, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (22/7).

Kalaupun ada yang berubah, menurutnya, pemerintah hanya perlu menambah peraturan yang ada. Sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang sedang berjalan. Karena itu, tidak perlu mengganti nama. Cukup penjelasan terkait dengan jangkauan dan hal-hal baru di dalam PPKM itu.

"Misalnya, dulu mal bisa dibuka sampai jam 21.00. Sekarang, mal tidak boleh dibuka sama sekali. Nah, aturan ini yang ditambahkan. Namanya, ya tetap sama," lanjut politikus PAN ini.

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Foto: Arief/Man
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Foto: Arief/Man

Saleh mengakui, meningkatnya eskalasi orang yang terpapar, tidak mudah bagi pemerintah mengambil kebijakan. Dia meyakini, dilanjut atau tidak, keduanya sama-sama memiliki konsekuensi.

Kelihatannya, pemerintah mau menurunkan penyebaran virus COVID-19. Tetapi pada sisi lain, pemerintah tidak mau kalau roda perekonomian terganggu.

"Akibatnya, kebijakan yang diambil selalu setengah-setengah," kritik Saleh.

Saleh berharap, pemerintah bisa mengambil keputusan selangkah lebih maju dengan sebuah agenda kebijakan yang bisa menyelesaikan akar masalah yang sebenarnya.

"Kalau orang sehat, orang bisa bekerja normal. Kalau bisa bekerja normal, ekonomi akan tumbuh lagi," jelas Saleh. (Knu)

Baca Juga

PPKM Level 4, Gibran Berkukuh Tidak Berikan Pelonggaran Aturan Jam Malam

#PPKM Level 1-4 #Level PPKM #Saleh Partaonan Daulay
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Dorong Pemerintah Manfaatkan Penundaan Tarif AS untuk Negosiasi dan Perkuat Daya Saing Produk
Tarif yang tinggi ini berpotensi besar untuk mengurangi ekspor Indonesia. Sektor-sektor seperti tekstil, furnitur, elektronik, hasil pertanian, dan perikanan diperkirakan akan sangat terpengaruh.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 April 2025
DPR Dorong Pemerintah Manfaatkan Penundaan Tarif AS untuk Negosiasi dan Perkuat Daya Saing Produk
Indonesia
Legislator PAN Sebut Awal Kepemimpinan Prabowo Dibuka dengan Harapan Besar
Para pembenci sudah saatnya memberi kesempatan mereka untuk bekerja
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 Oktober 2024
Legislator PAN Sebut Awal Kepemimpinan Prabowo Dibuka dengan Harapan Besar
Indonesia
PAN Harap Keputusan Golkar di Jabar Datangkan Kebaikan untuk Pilkada Jakarta
Mereka adalah kader senior di PAN dan sudah punya pengalaman
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Agustus 2024
PAN Harap Keputusan Golkar di Jabar Datangkan Kebaikan untuk Pilkada Jakarta
Indonesia
Terima IUPK, PP Muhammadiyah Diyakini Penuh Tanggung Jawab dalam Buat Keputusan
Jika Muhammadiyah dipercaya mengelola tambang, yang mengelola adalah persyarikatan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juli 2024
Terima IUPK, PP Muhammadiyah Diyakini Penuh Tanggung Jawab dalam Buat Keputusan
Indonesia
PAN Sebut Kans Erick Thohir Semakin Tinggi Jadi Cawapres Prabowo
Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay meyakini peluang Erick menjadi cawapres kini semakin menguat seiring hengkangnya PKB dari Koalisi Indonesia Maju.
Mula Akmal - Minggu, 03 September 2023
PAN Sebut Kans Erick Thohir Semakin Tinggi Jadi Cawapres Prabowo
Bagikan