Kesehatan

Gluten Free tak Selalu Berarti Lebih Sehat

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 19 Januari 2023
Gluten Free tak Selalu Berarti Lebih Sehat

Studi menunjukkan bahwa diet bebas gluten bukanlah jawaban bagi orang dengan IBS atau NCGS. (Foto: freepik/rawpixel.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEBERAPA dekade lalu, tidak banyak orang yang tahu tentang gluten, apalagi mengaku sensitif terhadapnya. Hari ini, kata 'gluten' dilontarkan seolah-olah itu merupakan hal buruk yang harus dihindari. Namun, apa sebenarnya gluten dan mengapa sebagian orang begitu mengkhawatirkannya?

Gluten adalah protein dalam gandum, jelai, dan gandum hitam. Sebagian besar dari kita dapat menelannya tanpa masalah, tetapi ketika orang dengan penyakit celiac mengonsumsi gluten, tubuh mereka mengalami serangan autoimun pada usus kecil, yang menyebabkan masalah pencernaan kronis: kembung, gas, mual, muntah, sembelit, dan diare.

BACA JUGA:

Ingin Tidur Nyenyak Begini Caranya

Penyakit celiac juga mengganggu penyerapan beberapa nutrisi dan dapat menyebabkan penurunan berat badan, kemandulan, dan, pada anak-anak, pertumbuhan terlambat atau terhambat.

Terlepas dari kekhawatiran yang meluas tentang gluten, diperkirakan hanya sekitar satu dari 133 orang yang menderita penyakit celiac, dan banyak yang mungkin tidak mengetahuinya. Meskipun demikian, jumlah orang yang mengikuti diet bebas gluten tanpa alasan medis tampaknya jauh melebihi jumlah orang dengan penyakit celiac yang tidak terdiagnosis, kelompok yang seharusnya makan bebas gluten.

Gluten
Gluten adalah protein dalam gandum, jelai, dan gandum hitam yang sebagian besar dari kita dapat menelannya tanpa masalah. (Foto: freepik/master1305)

Sebelum kamu melanjutkan konsumsi makanan gluten free, ada baiknya memahami lebih lanjut tentang gluten seperti dirangkum dari Prevention, Senin (16/1) berikut.

Sensitivitas gluten bukanlah penyakit celiac. Semakin banyak orang percaya bahwa mereka memiliki sensitivitas gluten non-celiac (NCGS), masalah yang mereka katakan dapat memicu masalah pencernaan, sakit kepala, nyeri sendi, masalah kognitif, dan kelelahan.

Berbeda dengan penyakit celiac, tidak ada tes untuk itu, jadi diagnosis biasanya didasarkan pada diet eliminasi: kamu menghilangkan semua sumber gluten dari pola makan, lalu menambahkannya kembali dan memantau gejalanya.

Gluten mungkin bukan satu-satunya penyebab dari apa yang mengganggumu. Kita telah menjelek-jelekan gluten, tetapi zat ini mungkin tidak bertanggung jawab atas gejala NCGS. Studi menunjukkan bahwa diet bebas gluten bukanlah jawaban bagi banyak orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS) yang juga tampaknya menderita NCGS.

BACA JUGA:

Tips Memilih Skincare Vegan Bagi Perempuan Berkulit Sensitif

Mereka disarankan untuk menjalani pola makan rendah karbohidrat yang sulit diserap yang disebut oligo-di-monosakarida dan poliol yang dapat difermentasi atau FODMAP untuk membantu masalah pencernaannya.

FODMAP termasuk fruktosa (dalam beberapa buah dan banyak makanan dan minuman olahan), laktosa (dalam banyak produk susu), galaktan (dalam beberapa kacang-kacangan), dan gula alami lainnya. Karena bebas gluten cenderung menghilangkan beberapa FODMAP dari diet, orang dengan IBS mungkin salah berasumsi bahwa gluten menyebabkan gejalanya.
Penelitian juga menunjukkan bahwa protein gandum non-gluten mungkin bermasalah bagi orang dengan penyakit celiac dan NCGS.

gluten-free
Produk bebas gluten tidak selalu sehat karena cenderung kekurangan berbagai nutrisi penting. (Foto: freepik/rawpixel.com)

Jadi penting untuk diingat, bebas gluten tidak selalu berarti lebih sehat. Pola makan bebas gluten sangat penting untuk orang dengan penyakit celiac dan mungkin bermanfaat bagi mereka yang percaya bahwa mereka menderita NCGS, tetapi sebaliknya tidak ada alasan untuk menghindari gluten.

Produk bebas gluten tidak selalu sehat karena cenderung kekurangan berbagai nutrisi penting, termasuk vitamin B, kalsium, zat besi, seng, magnesium, dan serat.

Jika kamu ingin menghindari gluten, pilihlah makanan yang secara alami bebas dari protein ini, antara lain buah-buahan, sayuran, polong-polongan, makanan kedelai utuh, telur, biji rami bubuk, kacang-kacangan, makanan laut, dan biji-bijian utuh seperti nasi dan quinoa.(aru)

BACA JUGA:

4 Tren Gaya Hidup Aktif dan Produktif Bersama Gawai Terbaru

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Bagikan