Gibran Pakai Pin One Piece dan Jaket Naruto, Ini Maknanya

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 22 Januari 2024
Gibran Pakai Pin One Piece dan Jaket Naruto, Ini Maknanya

Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, saat menyampaikan pandangannya saat Debat Keempat Pilpres 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/1). Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, memenuhi janjinya untuk tampil mengejutkan di debat keempat, Minggu (21/1) malam. Pada malam itu, ia menambahkan karakter anime "One Piece" di busana yang dikenakan.

Saat debat cawapres, Gibran tampil dengan lambang-lambang yang erat kaitannya dengan budaya populer dan karakter manga dan anime kesukaannya, yaitu "One Piece" dan "Naruto".

Baca juga: Gibran Klaim Banyak Lontarkan 'Counter Attack' di Debat Cawapres

Ada pesan tersembunyi di balik pin One Piece dan jaket Naruto yang dikenakan Gibran
Ada pesan tersembunyi di balik pin One Piece dan jaket Naruto yang dikenakan Gibran. Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat

Pengamat mode Indonesia Fashion Chamber, Lisa Fitria mengatakan, hal itu bukanlah sekadar logo, tetapi juga mengandung pesan tertentu.

Pin mini khas bajak laut topi jerami atau bajak laut mugiwara dari "One Piece" menjadi pembuka tampilan Gibran di debat tersebut. Pada segmen berikutnya, ia tampil dengan jaket berlogo klan Uzumaki yang merupakan klan Naruto.

Logo klan Uzumaki sendiri menunjukkan beberapa hal, salah satunya adalah simbol keinginan Gibran untuk melanjutkan program-program Presiden Jokowi. Ia ingin menjadi seperti Boruto, anak Naruto, yang ingin melanjutkan perjuangan sang Ayah.

Selain itu, Gibran diketahui menyukai Naruto dan mungkin hal itu juga melatarbelakangi dirinya untuk memasang logo klan Uzumaki di jaketnya.

"Naruto ini kan sering diremehkan, dikerdilkan, namun, mampu menjadi pemimpin. Mungkin maksudnya dia (Gibran) ingin membuktikan bahwa yang meremehkannya kelak akan tahu bahwa Gibran memiliki kemampuan untuk menjadi wakil presiden," kata Lisa dikutip dari ANTARA, Senin (22/1).

Sementara itu, pin bajak laut topi jerami dari "One Piece" disebut Lisa sebagai cara Gibran untuk menekankan pesan soal program hilirisasi, salah satunya terkait maritim.

Baca juga: Prabowo Bangga Gibran Berhasil Tunjukkan Kemampuan saat Debat Cawapres

Capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (kanan) tiba di lokasi Debat Keempat Pilpres 2024 di JCC, Jakarta, Minggu (21/1)
Capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto (kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (kanan), saat tiba di lokasi Debat Keempat Pilpres 2024 di JCC, Jakarta, Minggu (21/1). Foto: ANTARA/M Risyal Hidaya

Dalam cerita One Piece, karakter utamanya, Luffy, bercita-cita menjadi Raja Bajak Laut yang dapat menguasai lautan. Pesan serupa juga ingin disampaikan Gibran, bahwa dalam kepemimpinannya maritim Indonesia akan dijaga kedaulatannya.

"Kenapa dia pakai pin bajak laut? Itu mungkin maksudnya maritim kita akan dijaga. Jadi, siapa pun yang menyenggol teritorinya itu mungkin akan dilawan," tambahnya.

Lisa juga menilai, penggunaan logo-logo yang erat dengan generasi 90-an dan generasi Z itu juga menjadi cara Gibran dalam berkomunikasi dan menggaet para pemilih muda.

"Memang kalau dilihat generasi 90-an itu eye catching (menarik perhatian), memang masih masuk untuk mewakili komunikasi generasi muda. Memang secara keseluruhan konsep dan tampilannya sama tapi dengan ada pin itu orang jadi menyorot dan pendukung-pendukungnya juga melihat hal itu," ujar Lisa.

Gibran sendiri masih konsisten dengan gaya andalannya, yaitu tampil kasual dengan memadukan kemeja biru langit dan celana hitam. Kemudian, lengkap dengan sneakers-nya.

Dalam debat sebelumnya, kemeja dengan warna biru langit yang dipilih capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran, dinilai menguatkan makna kesetiaan, keterbukaan, serta kebebasan sesuai dengan pesan politik yang ingin diusungnya. Bahkan, tampilan kasual dan sederhana juga merupakan gaya andalan generasi muda saat ini. (*)

Baca juga: Gibran Cecar Cak Imin dan Mahfud Md, Pengamat Menduga Sebagai Ajang Balas Dendam

#Pilpres 2024 #Debat Capres-cawapres #Gibran Rakabuming Raka
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Warga Minta Pemerintah Lebih Dengarkan Aspirasi Rakyat
Diskusi warga Palmerah menyoroti tekanan ekonomi rumah tangga, efektivitas program pemerintah, dan pentingnya mendengar aspirasi masyarakat menjelang Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Warga Minta Pemerintah Lebih Dengarkan Aspirasi Rakyat
Berita Foto
Relawan 98 Resolution Network Beberkan Gerak Nyata Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Relawan 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti (tengah) menyampaikan pandangan 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 21 Oktober 2026
Relawan 98 Resolution Network Beberkan Gerak Nyata Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Pertanyakan Dampak Kebijakan ke Rakyat
Pengamat kini mempertanyakan kepercayaan publik terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Pertanyakan Dampak Kebijakan ke Rakyat
Indonesia
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Daya Beli hingga Lapangan Kerja Disorot
Evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum terhadap dampak kebijakan ekonomi.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Daya Beli hingga Lapangan Kerja Disorot
Indonesia
Survei Celios Sebut Kebijakan Pemerintah Bikin Stres Warga, Ini Kata Gibran
Kritik yang disampaikan kepada pemerintah maupun dirinya, termasuk melalui laporan Celios, perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi dan perbaikan kebijakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Survei Celios Sebut Kebijakan Pemerintah Bikin Stres Warga, Ini Kata Gibran
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Beredar unggahan yang menyebut Wapres Gibran meminta adiknya, Kaesang, untuk menjadi ketua BGN. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta Kaesang Jadi Kepala BGN untuk Awasi Program MBG
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Bagikan