GHO$$ Hadirkan Album Perdana 'The Whitest Blackout', Jadi Kisah Emosional tentang Kehilangan dan Harapan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
GHO$$ Hadirkan Album Perdana 'The Whitest Blackout', Jadi Kisah Emosional tentang Kehilangan dan Harapan

GHO$$ lepas album baru. (Foto: dok/GHO$$)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Setelah menempuh perjalanan hampir sepuluh tahun, unit dark-pop/trip-hop asal Jakarta, GHO$$, akhirnya merilis album penuh perdana bertajuk The Whitest Blackout. Album ini menjadi kelanjutan sekaligus kebalikan dari mini album The Blackest Whiteout yang dirilis pada 2017.

Jika karya sebelumnya merepresentasikan fase paling kelam dalam kehidupan, The Whitest Blackout hadir sebagai simbol munculnya secercah harapan setelah melewati kehilangan, trauma, dan proses menerima kenyataan yang baru. Album ini menggambarkan perjalanan menuju pemulihan tanpa menghapus luka-luka yang pernah membekas.

Sajikan 12 Lagu yang Saling Terhubung

Masih mempertahankan identitas musik yang memadukan dark-pop, trip-hop, serta nuansa alternative khas era 1990-an, GHO$$ menghadirkan 12 lagu yang saling terhubung melalui benang merah emosional.

Album dibuka lewat Train, sebuah komposisi ambient yang menjadi jembatan antara dua fase perjalanan band. Dari sana, pendengar diajak menyelami berbagai tema personal, mulai dari depresi dalam Her, perjuangan keluar dari hubungan yang penuh kekerasan emosional melalui 2N8, hingga kisah seseorang yang terus terjebak dalam lingkaran penderitaan di Dude.

Baca juga:

Supple Rilis 'In A Mess', Angkat Keresahan Hidup Lewat Musik dan Pameran Seni Bersama BOOspace

Perjalanan emosional tersebut berlanjut dalam Break, yang menampilkan kolaborasi vokal bersama Madukina. Lagu ini mengangkat refleksi mengenai kerinduan terhadap pelarian di masa lalu, sekaligus keyakinan bahwa setiap luka pada akhirnya dapat sembuh.

Sementara itu, My Song 6 menjadi luapan duka atas kehilangan seorang sahabat. Adapun 666 menggambarkan pertarungan abadi antara sisi terang dan gelap dalam diri manusia.

Di sisi lain, #SADBOYSCLUB dan Purple Season mengeksplorasi dinamika hubungan yang rumit, rasa kehilangan, serta kisah cinta yang harus berakhir bukan karena hilangnya perasaan, melainkan akibat keadaan yang tidak dapat dihindari.

Album sempat Tertunda Bertahun-tahun

Menariknya, sebagian besar materi dalam album ini sebenarnya telah rampung sejak 2017. Namun, proses perilisannya harus tertunda akibat berbagai peristiwa yang dialami band.

Mulai dari kondisi kesehatan vokalis Diego Shefa, pandemi COVID-19, hingga kepergian Diego Aditya pada 2024 membuat GHO$$ memutuskan untuk vakum sementara.

Band ini baru kembali aktif pada penghujung 2025 dengan bergabungnya dua personel baru, Kazumasa Albert sebagai gitaris dan Daniel Clift pada synthesizer.

Kehadiran keduanya menghadirkan perspektif musikal yang lebih segar tanpa menghilangkan karakter khas yang telah dibangun GHO$$ sejak awal.

Baca juga:

Weda Mauve Rilis Album 'PACK UR BAGS, IM COMING W U', Potret Perjalanan Cinta hingga Penerimaan Diri

The Whitest Blackout juga menjadi album pertama GHO$$ yang diproduksi secara independen.

Seluruh proses rekaman, mixing, hingga balancing dikerjakan sendiri oleh para personel dengan semangat do-it-yourself (DIY). Sementara itu, proses mastering dipercayakan kepada Stephan Santoso dari Musikimia di Slingshot Studio.

Lebih dari sekadar album debut, The Whitest Blackout menjadi dokumentasi perjalanan emosional GHO$$ dalam menghadapi kehilangan, kemarahan, cinta, depresi, harapan, hingga penerimaan.

Album ini sekaligus menandai berakhirnya satu babak perjalanan mereka dan membuka lembaran baru bagi GHO$$ sebagai sebuah band. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Film Dokumenter 'Linkin Park: Unshatter' Tayang 30 September, Rekam Perjalanan Band setelah Chester Bennington
Linkin Park: Unshatter merekam perjalanan band setelah tujuh tahun jeda pascakepergian Chester Bennington dan hadirnya dua anggota baru.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Film Dokumenter 'Linkin Park: Unshatter' Tayang 30 September, Rekam Perjalanan Band setelah Chester Bennington
ShowBiz
ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi
ZZUF kembali lewat album penuh kedua yang berisi 15 lagu. Album ini menghadirkan kolaborasi dengan softtrauma, Deathro, dan After Hours.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi
ShowBiz
Zeke and The Popo Siapkan Sesi Dengar 'Crazy Life' di 9 Kota Jelang Rilis Album Kedua
Zeke and The Popo menyiapkan sesi dengar Crazy Life di 9 kota jelang perilisan album kedua pada 7 Oktober 2026 melalui Black Morse Records.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Zeke and The Popo Siapkan Sesi Dengar 'Crazy Life' di 9 Kota Jelang Rilis Album Kedua
ShowBiz
Single 'Without You' Jadi Cara Polaris Menghadapi Duka Kehilangan, Simak Liriknya
Polaris kembali setelah tiga tahun tanpa musik baru lewat “Without You”, single yang lahir dari duka atas meninggalnya gitaris Ryan Siew pada 2023.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Single 'Without You' Jadi Cara Polaris Menghadapi Duka Kehilangan, Simak Liriknya
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
ShowBiz
'Misery', Luapan Frustrasi Pupsies di Tengah Rutinitas yang Melelahkan
Lagu ini menangkap perasaan ketika seseorang berada dalam situasi yang membuat sesak, tetapi tetap harus menjalani hari seperti biasa.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
'Misery', Luapan Frustrasi Pupsies di Tengah Rutinitas yang Melelahkan
ShowBiz
Lisa BLACKPINK Lempar Teka-Teki Single Berikutnya, Berawalan Huruf T
Bocoran singkat itu pun langsung memunculkan rasa penasaran mengenai judul lengkap lagu yang dimaksud.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Lisa BLACKPINK Lempar Teka-Teki Single Berikutnya, Berawalan Huruf T
ShowBiz
'Bass Persuades', Cara Miley Cyrus Mengembalikan Musik sebagai Pengalaman
'Bass Persuades' menyimpan kritik terhadap kebiasaan manusia modern yang terlalu terpaku pada layar ponsel.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
'Bass Persuades', Cara Miley Cyrus Mengembalikan Musik sebagai Pengalaman
ShowBiz
Macklemore Bela Diri, Tegaskan Seruan ‘Free Palestine’ bukan Serangan ke Orang Yahudi
Ia menyampaikan pesan tersebut ketika memperkenalkan lagu protes Hind's Hall, yang dirilis pada 2024, dan mengkritik operasi militer Israel di Gaza.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
 Macklemore Bela Diri, Tegaskan Seruan ‘Free Palestine’ bukan Serangan ke Orang Yahudi
ShowBiz
Pemilik Gillette Stadium Setuju Donasi, Drama Konser Ed Sheeran Berakhir dengan Bantuan Kemanusiaan
Sheeran memintanya menyumbangkan USD 2 juta untuk bantuan kemanusiaan di kawasan tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
 Pemilik Gillette Stadium Setuju Donasi, Drama Konser Ed Sheeran Berakhir dengan Bantuan Kemanusiaan
Bagikan