'Gertak Sambal' TNI-Polri Buat PA 212 Batal Gelar Syukuran Kemenangan Prabowo-Sandi di Monas

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 19 April 2019
'Gertak Sambal' TNI-Polri Buat PA 212 Batal Gelar Syukuran Kemenangan Prabowo-Sandi di Monas

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik Emrus Sihombing menilai aksi syukuran kemenangan versi Prabowo-Sandi oleh Presidium Alumni 212 batal digelar di Monas, Jakarta Pusat karena pemerintah tegas.

Seperti diketahui di sejumlah jejaring sosial dijelaskan bahwa Presidium Alumni 212 akan menggelar syukuran besar-besaran atas kemenangan Prabowo-Sandi versi survei internal pihaknya.

Emrus Sihombing
Pengamat politik Emrus Sihombing

Nyatanya, syukuran tersebut batal terlaksana di Monas dan Senayan. Namun, syukuran masih dilakukan juga oleh PA 212 di Mesjid Al-Azhar secara sederhana.

Menurut Emrus, di Monas terdapat beberapa tempat tersebut berdekatan dengan objek vital pemerintah.

"Juga bertepatan dengan Paskah jadi untuk mengurangi residu dari panasnya politik memang sudah dikerahkan pasukan TNI dan Polri menggelar apel,” kata Emrus Sihombing kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/4/2019).

Emrus menilai gelaran apel TNI dan Polri di Monas dan Senayan merupakan upaya “gertak sambal” yang cukup efektif meredam gejolak dari pendukung berat Prabowo-Sandi.

“Kalau saya bilang iya benar gertak sambalnya itu berhasil meredam gejolak pendukung Prabowo-Sandi. Terbukti aksi saat ini mulai adem ayem,” ucap Emrus.

Menurut Emrus dengan gelaran apel oleh TNI dan Polri di Senayan sudah cukup membuat gerombolan aksi PA 212 berubah pikiran untuk melakukan aksi.

Syukuran kemenangan Prabowo-Sandi di Kertanegara, Jakarta Selatan. Foto: MP/Ponco

Apel para penjaga demokrasi tersebut juga dianggap sebagai bentuk represif halus dari pemerintah untuk menghentikan niatnya turun aksi syukuran di Monas maupun Senayan.

“Dengan keberadaan apel TNI dan Polri kan kita bisa lihat juga bahwa itu adalah bentuk represif halus kalau negara ini berdaulat. Di sini Jokowi lebih leluasa karena tidak memiliki kepentingan lagi. Jadi bisa lebih tegas,” ujar Emrus yang juga pengajar di Universitas Pelita Harapan ini. (Knu)

#Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Istana Waspada usai Kasus Penyadapan Prabowo, Mensesneg Minta Polri Transparan
Kasus dugaan penyadapan Prabowo menjadi sorotan. Istana meminta Polri mengusut perkara tersebut secara transparan dan tidak menutupi fakta.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Istana Waspada usai Kasus Penyadapan Prabowo, Mensesneg Minta Polri Transparan
Indonesia
Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar
Kepala BIN, Muhammad Herindra, menemui Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana. Hal itu di tengah dugaan penyadapan ilegal yang mengarah ke makar.
Soffi Amira - Jumat, 06 November 2026
Kepala BIN Herindra Temui Prabowo di Istana, Sebut Dugaan Penyadapan Mengarah pada Makar
Indonesia
Ariyo Windutomo Ditunjuk Jadi Plt Kepala KSP, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Kasetpres, Letjen TNI Ariyo Windutomo, ditunjuk menjadi Plt Kepala KSP menggantikan Listyo Sigit. Berikut profil dan rekam jejaknya.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Ariyo Windutomo Ditunjuk Jadi Plt Kepala KSP, ini Profil dan Rekam Jejaknya
Indonesia
Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara
Mensesneg, Prasetyo Hadi, mempertanyakan motif penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Mensesneg Ungkap Pemerintah Pertanyakan Motif Penyadapan Prabowo, Sebut Bisa Bahayakan Negara
Indonesia
Listyo Sigit Dicopot dari KSP usai Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
Listyo Sigit Prabowo resmi dicopot dari KSP, setelah menjadi tersangka penyadapan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 04 November 2026
Listyo Sigit Dicopot dari KSP usai Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
Indonesia
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo lewat server LIMS Polri bikin heboh. Apa itu LIMS dan gimana cara kerjanya? Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Indonesia
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Polri tetapkan KSP Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP) & 7 anggota polisi sebagai tersangka penyadapan Presiden Prabowo. Cek rincian kasusnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 03 November 2026
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Indonesia
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) buka suara alasan absen saat dicari Presiden Prabowo. KDM mengaku fokus memimpin pemadaman karhutla Gunung Ciremai.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening. Simak target dan kriteria penerimanya.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Indonesia
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Presiden Prabowo Subianto curi perhatian publik saat mencari keberadaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang absen di acara Rakornas TPAKD. Simak momen uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Bagikan