Gerombolan Indik-Indik Pasti Hapal Jenis Camilan Kolong Meja Ngilmu Negeri Aing

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Kamis, 08 Juli 2021
Gerombolan Indik-Indik Pasti Hapal Jenis Camilan Kolong Meja Ngilmu Negeri Aing

Celingukan memantau guru lalu tangan menyuap camilan masuk mulut. (Unsplash-Ahmad Ossayli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"DILARANG makan di kelas," demikian peraturan paling populer di tiap sekolah. Tapi entah kenapa, siswa justru paling sering melanggar aturan tersebut. Ada saja siswa iseng menyelundupkan makanan untuk disantap secara sembunyi-sembunyi di kelas.

Ketika menuju kelas, mereka biasa menyembunyikannya di saku baju, saku celana atau saku rok, kemudian memindahkannya ke kolong meja. Begitu guru meleng, set! Makanan akan berpindah ke mulut mereka. Dikunyahnya pun pelan-pelan banget bahkan kalau bisa tanpa suara karena takut ketahuan guru.

Makan di kelas memang melanggar etika di dalam proses belajar-mengajar. Namun, tidak melulu keinginan tersebut muncul untuk melanggar etika, melainkan ada faktor lain. Menurut lansiran dari Cleveland Clinic, banyak orang menggunakan makan sebagai mekanisme koping untuk mengatasi perasaan stres, kecemasan atau kebosanan. Sementara saat belajar di kelas, ada dua hal mungkin banget dirasakan para siswa, terutama stres lantaran pelajaran sulit atau bosan sama penjelasan guru.

Baca Juga:

Pekerjaan Rumah Kerap Menjadi 'Pekerjaan Sekolah' Saat Ngilmu di Negeri Aing

Meski beberapa anak secara sadar mengerti makan di kelas melanggar etika, tetap saja kebiasaan tersebut sulit dihilangkan sampai dinding di kelas kerap muncul tulisan tebal larangan makan selama proses belajar-mengajar.

Buat para siswa dua tahun belakangan masih belajar di rumah alias mengikuti sistem pembelajaran jarak jauh melalui daring, pasti kangen banget sama sajian camilan khas biasa buat 'kuncian' makan di kelas.

Ada sejumlah makanan wajib banget ada di kolong meja anak-anak hobi makan di kelas. Apa sajakah jenis makanan itu?

1. Permen atau Permen Karet

camilan
Permen karet biasa jadi andalan saat siswa mengantuk. (Unsplash-Marvin Meyer)

Entah kenapa otak terasa lebih fresh saat ngemut permen waktu belajar di kelas. Biasanya, permen atau permen karet dijadikan senjata ampuh saat siswa ngerasa ngantuk banget pas jam pelajaran.
Mau tidur enggak mungkin. Cabut pelajaran bisa kena omelan. Yaudah deh makan permen atau permen karet jadi alternatifnya. Hanya saja, mereka hobi makan permen karet atau permen saat di kelas seringkali meninggalkan "jejak" berupa bekas permen karet ditempel di bawah meja.

Alhasil barang-barang disimpan di kolong meja pun ketempelan permen karet, dan paling menjengkelkan kalau udah kena celana. Susah ilangnya sumpah.

2. Lidi-lidian atau Macaroni

camilan
Makan lidi-lidian di kelas asyik (Sumber: lilidian)

Makanan berbentuk mirip lidi dan ditaburi cabai bubuk ini biasa jadi andalan murid-murid perempuan. Sebelum bel pelajaran dimulai, anak-anak perempuan biasa beli jajanan tersebut di kantin sekolah lalu menyelipkannya di saku baju.

Pas sampai di kelas, mereka mulai deh memindahkan lidi-lidian pedas ke kolong meja. Setiap kali gurunya mengalihkan perhatian, dengan gerakan secepat ninja mereka mulai menggigit satu persatu lidi.

Baca juga:

Meja Sekolah Jadi Arena Psywar Anak Pagi Versus Siang

Tidak lupa diakhiri gerakan menjilat cabai bubuk biasa nempel di tangan. Pedasnya cabai di lidi-lidian juga dipercaya bisa bikin "melek" saat jam pelajaran sekaligus menghilangkan rasa bosan.

Murid hobinya cemilin lidi-lidian di kelas harus punya persediaan air minum dalam botol karena bakal kepedasan. Salah satu drama mungkin banget dialamin penggemar lidi-lidian adalah saat bubuk cabe terbang ke arah mata. Ouch!

3. Siomay atau Batagor

camilan
Siomay atau batagor penunda lapar (Sumber: Pinterest/latifah)

Jenis murid suka makan siomay atau batagor di kelas biasanya selain sering 'lapar mata', juga lumrahnya belum sempat makan dan memang betul-betul kelaparan.

Siomay atau batagor kerap jadi pilihan bagi mereka untuk 'ganjel perut' sampai tiba waktu mereka untuk mengonsumsi makanan beneran. Terbayang bumbu kacang, kecap, saus, dan kadang air perasan jeruk limau menambah kenikmatan batagor atau siomay di dalam plastik.

Saking nikmatnya, biasanya anak-anak penggemar siomay plastikan bakal memeras seluruh isi plastiknya supaya enggak ada bumbu kacang tersisa lalu dimasukan mulut. Nyam! Namun, perlu hati-hati jangan sampai bumbu kacang menetes di baju seragam berwarna putih karena bakal susah nanti cucinya, selain bisa juga jadi barang bukti (barbuk) saat ketahuan guru.

4. Gorengan

camilan
Gorengan senjata andalan mereka yang cari donasi (Sumber: Cookpad)

Di tiap kelas, biasanya ada satu murid cari donasi dengan jualan gorengan di kelas. Mulai dari risol sampe lontong, lengkap! Mereka bisa memanfaatkan kelaparan dan kebosanan siswa lain di kelas dengan menjual gorengan pas jam pelajaran.

Biasanya gorengan-gorengan tersebut disusun dalam kardus berukuran sedang. Sebelum guru masuk ke kelas, murid-murid ngumpul di meja siswa tersebut untuk beli gorengan.

Harganya pun variatif tergantung jenis gorengan dan ukurannya. Setelah masing-masing punya gorengan, mereka akan menaruhnya di laci meja, dan akan menyantapnya secuil demi secuil saat kegiatan belajar-mengajar berlangsung.

Biasanya sih gorengan dianggap buat 'pondasi' tipis-tipis sebelum jam makan siang. Eits, ingat jangan samapi setelah makan goreng langsung mengelap tangan penuh minyak di seragam. (Avia)

Baca juga:

Bolos Sekolah Belum Tentu Anak Salah

#Kuliner #Juli Ngilmu Di Negeri Aing #Sekolah
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Permendikdasmen Sekolah Aman Terbit, DPR Dorong Pendidikan Lebih Humanis
Komisi X DPR RI menyambut terbitnya Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman demi cegah kekerasan di sekolah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Januari 2026
Permendikdasmen Sekolah Aman Terbit, DPR Dorong Pendidikan Lebih Humanis
Indonesia
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Saat ini, sekitar 15 ribu siswa telah terdaftar di Sekolah Rakyat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Indonesia
Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali
Ancaman super flu kini mengintai sekolah. DPR pun meminta protokol kesehatan diterapkan kembali di lingkungan sekolah.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Ancaman Super Flu Intai Sekolah, DPR Minta Protokol Kesehatan Diterapkan Kembali
Indonesia
Layanan Rumah Sakit Daerah Aceh Tamiang Mulai Berjalan Normal
Kementerian Kesehatan memastikan sebanyak 964 relawan sudah dikerahkan di Aceh Tamiang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Layanan Rumah Sakit Daerah Aceh Tamiang Mulai Berjalan Normal
Indonesia
Pemerintah Revitalisasi 897 Sekolah Semua Tingkat Termasuk SLB di Sumut dengan Anggaran Rp 852 M, Target Rampung Akhir Januari 2026
Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti
Frengky Aruan - Senin, 05 Januari 2026
Pemerintah Revitalisasi 897 Sekolah Semua Tingkat Termasuk SLB di Sumut dengan Anggaran Rp 852 M, Target Rampung Akhir Januari 2026
Indonesia
Revitalisasi 71.000 Satuan Pendidikan di Seluruh Indonesia Dimulai Tahun 2026
Pada tahun 2025 program revitalisasi sekolah menyasar 16.175 satuan pendidikan dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 16,9 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 04 Januari 2026
Revitalisasi 71.000 Satuan Pendidikan di Seluruh Indonesia Dimulai Tahun 2026
Indonesia
Sekolah Pasca Bencana Sumatera Mulai Beroperasi, DPR Ingatkan Pentingnya Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing
Tahap awal proses pembelajaran juga disarankan tidak langsung masuk ke materi akademik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 03 Januari 2026
Sekolah Pasca Bencana Sumatera Mulai Beroperasi, DPR Ingatkan Pentingnya Pendampingan Psikologis dan Trauma Healing
Indonesia
Penyisiran Dilakukan Menyusul Ancaman Bom, Tidak Ada Benda Mencurigakan, Polisi Pastikan 10 Sekolah di Depok Aman
Made Budi menyebutkan data sekolah yang diancam pelaku, yaitu SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, SMA Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA 7 Sawangan, SMA Nururrahman dan SMAN 6 Depok.
Frengky Aruan - Selasa, 23 Desember 2025
Penyisiran Dilakukan Menyusul Ancaman Bom, Tidak Ada Benda Mencurigakan, Polisi Pastikan 10 Sekolah di Depok Aman
Indonesia
Sekolah Swasta di Jakarta Dibebaskan Bayar Pajak Bumi dan Bangunan, Zaman Ahok dan Anies Tidak Bisa
Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 857 Tahun 2025 dan berlaku untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 22 Desember 2025
Sekolah Swasta di Jakarta Dibebaskan Bayar Pajak Bumi dan Bangunan, Zaman Ahok dan Anies Tidak Bisa
Indonesia
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Lalu Hadrian menegaskan bahwa hambatan pendidikan di Papua memang nyata adanya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Bagikan