Gerakan Yoga Ini Bisa Atasi Sakit Punggung

Muchammad YaniMuchammad Yani - Sabtu, 28 November 2020
Gerakan Yoga Ini Bisa Atasi Sakit Punggung

5 Gerakan yoga untuk atasi sakit punggung (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMA pandemi, aktivitasmu makin terbatas. Ditambah dengan banyaknya kegiatan bekerja di depan laptop, ini bisa menumbulkan sakit punggung. Atasi masalah itu dengan lima gerakan peregangan ringan berikut.

1. Child's Pose

Child's Pose (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)
Child's Pose (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)

Mulailah dalam posisi berlutut, dengan tulang kering rata di tanah, bokong pada tumit, lutut sedikit lebih lebar dari batang tubuh, dan tangan di pangkuan. Berjalanlah ke depan untuk lurus ke lantai, perut bagian bawah ke bawah ke paha, dan istirahatkan dahi di lantai.

Baca juga:

Nyeri Haid Bisa Hilang Usai Menikah

2. Sun Salutation

Sun Salutation (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)
Sun Salutation (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)

berbaring tengkurap dengan kaki direntangkan, siku ditekuk, lengan atas dekat dengan tulang rusuk, dan tangan pada sisi tulang rusuk. Angkat dada dan tangan ke depan agar lengan di lantai sejajar satu sama lain, dengan siku di bawah bahu. Tekan lengan dan tangan ke lantai. Panjangkan tubuh.

3. Side Angle

Side Angle (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)
Side Angle (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)

Posisikan kaki kiri ke depan di antara kedua tangan dan kaki kanan lurus ke belakang. Gerakkan tangan kiri lurus ke atas ke arah langit-langit dan putar batang tubuh dari pinggang untuk menatapnya. Kembali ke posisi awal, ulangi di sisi yang lain.

Baca juga:

COVID-19 Ganggu Kesuburan Pria

4. Cat dan Dog Pose

Cat dan Dog Pose (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)
Cat dan Dog Pose (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)

Tangan dan lutut sejajar, selebar pundak. Lutut agak terbuka tepat di bawah pinggul. Saat menarik napas, letakkan perut dan lengkungan ke belakang untuk angkat tulang ekor dan dada. Tengadahkan kepala. Ketika membuang napas, kontraksikan pusar ke tulang belakang, dan posisikan dagu membentuk lengkungan pada tulang belakang.

5. Supine Twist

Gerakan yoga Supine Twist (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)
Gerakan yoga Supine Twist (Foto: 123RF/Ruangwit Yumui)

Mulai berbaring miring ke kiri dengan kedua kaki ditekuk dan kedua tangan lurus, yang kanan istirahat di atas kaki kiri. Jaga agar lengan kiri di lantai dan lutut mengarah ke sisi kiri, lalu buka lengan kanan melintasi tubuh sejajar dengan bahu ke lantai di sisi kanan matras. Ulangi di sisi lain.

Lima gerakan peregangan di atas diambil dari gerakan Yoga. Cukup lakukan masing-masing gerakan semala 30 detik. Jika punggung makin sakit, jangan memaksakan gerakan dan coba konsultasi dengan dokter olahraga. (Aru)

Baca juga:

Awali Pagi dengan Sarapan Cheese Toast Ala Chef Devina Hermawan

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan