Gender Tak Ada Hubungannya Bila Sudah 'Berhasrat'

P Suryo RP Suryo R - Senin, 02 Oktober 2017
Gender Tak Ada Hubungannya Bila Sudah 'Berhasrat'

Bila sudah berhubungan dengan hasrat, tidak ada perbedaannya. (Foto: pexel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEMAHAMAN kehidupan seksual antara perempuan dan pria memang berbeda, terkadang memunculkan konflik yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kuncinya adalah memahami kemauannya agar kehidupan percintaan menjadi lebih seru.

Pahamilah perempuan itu sangat senang bila dipeluk, bukan hanya berhubungan secara fisik. Mereka juga lebih mementingkan kedekatan emosi untuk membuat panas peraduan. Hal-hal seperti inilah yang seharusnya dipahami oleh pria.

Bila sudah bersinggungan dengan masalah hubungan percintaan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan gender. Keduanya sama-sama menikmati kehidupan seksualnya, hanya saja memang harus ada saling kesepahaman.

Tidak benar hanya pria saja yang memiliki hasrat seksual tinggi, perempuan pun demikian. Seperti yang diungkapkan oleh laman Lifehack, dua gender ini seimbang dalam memenuhi hasrat itu. Ini bukan masalah kesetaraan gender, tapi fakta menunjukan hal itu. Bahkan penelitian di Inggris malah menuliskan 59% perempuan memiliki hasrat yang lebih tinggi ketimbang pria. Jadi mitos pria memiliki hasrat seksual yang lebih tinggi sebenarnya tidak berdasar.

Mitos menyebutkan jika perempuan harus disanjung terlebih dahulu maka permainan cinta akan jauh lebih seru. Paling tidak mau untuk diajak bercinta. Padahal tak sepenuhnya demikian. Pria pun butuh pujian maka dia akan berhasrat untuk bercinta dengan pasangannya. Pendeknya baik pria maupun perempuan butuh untuk disanjung dan rasa dibutuhkan untuk memanaskan percintaan.

Pria hanya menginginkan hubungan seksual, sedangkan perempuan butuh dielus, disayang-sayang dan dipeluk. Sekali lagi kedua gender membtuhkan itu untuk melakukan percintaan yang lebih seru. Keinginan itu dapat bangkit ketika kebutuhan seperti terkoneksi satu sama lain muncul. Pria tidak jauh berbeda dengan perempuan yang membutuhkan waktu bersama berkualitas, tak hanya sekedar berhubungan seksual. Meskipun ujungnya nanti sama saja, tapi tak selamanya harus langsung ke tujuan.

Hanya saja hal-hal seperti itu seolah tertanam di kepala masing-masing gender. Pria kemudian merasa harus menunjukan dominasinya pada perempuan dengan melangkah terlebih dahulu dalam hubungan seksual. Sedangkan perempuan merasa harus mengerem dirinya meskipun ia berhasrat untuk langsung berhubungan. (psr)

#Perempuan #Pria
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Girls Takeover Rayakan Satu Dekade, Ratusan Anak Perempuan Belajar Memimpin
Girls Takeover rayakan satu dekade dengan memberikan kesempatan bagi para perempuan untuk mengambil alih peran pemimpin.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Girls Takeover Rayakan Satu Dekade, Ratusan Anak Perempuan Belajar Memimpin
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Lifestyle
Ini Kebiasaan Yang Pengaruhi Kesuburan Pria, Telepon Genggam Berpengaruh?
Pecahnya materi genetik, akan menurunkan kemampuan sperma untuk bergerak secara efektif dan terarah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Ini Kebiasaan Yang Pengaruhi Kesuburan Pria, Telepon Genggam Berpengaruh?
Indonesia
Kesedehanaan Rahmi Hatta yang Penuh Integritas Teladan Perempuan Indonesia
Sejarah Indonesia mencatat banyak perempuan yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa, baik melalui peran publik maupun melalui pengabdian di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Kesedehanaan Rahmi Hatta yang Penuh Integritas Teladan Perempuan Indonesia
Indonesia
11,54 Juta Perempuan Indonesia Jadi Kepala Keluarga, Kesenjangan Bisa Melebar
Komposisi penduduk laki-laki mencapai 50,47 persen, sementara perempuan sebesar 49,53 persen. Sementara itu, perempuan dewasa berusia 18-59 tahun sekitar 29,57 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 Juni 2026
11,54 Juta Perempuan Indonesia Jadi Kepala Keluarga, Kesenjangan Bisa Melebar
Indonesia
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
Putusan MK soal kewajiban 30 persen caleg perempuan mendapat dukungan dari Sufmi Dasco Ahmad. DPR memastikan aturan tersebut akan masuk dalam revisi UU Pemilu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 26 Mei 2026
Dasco Dukung Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan, Bakal Masuk Revisi UU Pemilu
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Mood swing saat menstruasi sering disalahpahami. Psikiater Elvine Gunawan menjelaskan cara mengatasinya dan pentingnya self love serta pola hidup sehat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Bagikan