Telaah

Gempa Cianjur Jadi Pengingat untuk Kembali ke Rumah Tahan Gempa

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 13 Desember 2022
Gempa Cianjur Jadi Pengingat untuk Kembali ke Rumah Tahan Gempa

Rumah roboh akibat gempa di Kampung Selakawung Tengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gempa yang merenggut nyawa ratusan jiwa itu datang pada pukul 13.20 WIB, Senin (21/11). Getarannya sampai ke Jabodetabek meski kecil, bahkan ada yang tidak merasa ada gempa.

BMKG merilis, pusat gempa bermagnitudo 5,6 terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Siapa sangka getaran kecil di Ibu Kota ternyata sangat menghancurkan. Kabar gempa menelan banyak korban mulai bermunculan di media sosial, berita online, dan televisi.

Gempa Cianjur merupakan gempa tektonik di kedalaman 10 kilometer. Bukan hanya merusak ribuan rumah, ratusan harus kehilangan anggota keluarga mereka. Gempa akibat pergeseran lempeng itu juga menimbulkan longsor.

Per Senin (12/12), Pemerintah Kabupaten Cianjur mencatat jumlah korban meninggal akibat bencana gempa Cianjur 5,6 Magnitudo menjadi sebanyak 600. Penambahan itu karena sebagian besar tidak terdata. Sedangkan korban meninggal tercatat 335 ditambah delapan orang yang belum ditemukan.

Baca Juga:

Ribuan Personel TNI-Polri Bersihkan Puing Sisa Gempa Cianjur

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, jumlah korban bertambah setelah dilakukan pendataan ulang. Sekitar 265 korban gempa yang meninggal tidak dilaporkan, namun langsung dimakamkan oleh keluarganya.

Pemkab Cianjur juga mencatat rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 8.151 rumah.

Tempat tinggal yang mengalami rusak sedang 11.210 rumah. Sementara yang mengalami rusak ringan 18.469 rumah.

Fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan jumlahnya 525. Rumah ibadah yang mengalami kerusakan 269, fasilitas kesehatan 14, dan gedung perkantoran sebanyak 17.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, wilayah Indonesia terletak di zona tumbukan lempeng-lempeng tektonik aktif, sehingga menjadi kawasan yang rawan gempa bumi.

Karena tingginya potensi gempa bumi di Indonesia, maka penting masyarakat memerhatikan peta bahaya dan risiko bencana, sebelum merencanakan penataan ruang dan wilayah. Perlu ada upaya serius dari berbagai pihak dalam memperketat penerapan "building code" dalam membangun struktur bangunan tahan gempa.

Bangunan yang sudah ada dan dihuni, perlu dicek kekuatan strukturnya. Bahkan, pemerintah daerah perlu melakukan audit struktur bangunan dan infrastruktur di daerah rawan gempa. Apabila dinilai membahayakan, perlu diterapkan rekayasa teknis untuk penguatan struktur bangunan.

Tingginya potensi gempa bumi di wilayah Indonesia sepatutnya jangan sampai membuat masyarakat terus-menerus dicekam rasa takut dan khawatir berlebihan. Masyarakat harus terus meningkatkan kemampuan dalam memahami cara penyelamatan saat terjadi gempa bumi.

Presiden RI Joko Widodo menemui para pengungsi penyintas gempa di SDN 2 Sukamaju, Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). (ANTARA/HO-Biro Setpres)
Presiden RI Joko Widodo menemui para pengungsi penyintas gempa di SDN 2 Sukamaju, Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). (ANTARA/HO-Biro Setpres)

Sementara itu, gempa magnitudo 5,6 yang terjadi di kawasan Cianjur termasuk kategori gempa dangkal.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan menjelaskan bahwa sejumlah wilayah yang ada di Jawa Barat, termasuk kawasan Cianjur, Lembang, dan Bandung masuk ke dalam kawasan seismik aktif. Itulah mengapa gempa Cianjur tersebut bersifat merusak meski kekuatannya tidak begitu besar.

"Disebut aktif memang kawasan ini sering terjadi gempa," kata Daryono.

Daryono mengatakan bahwa wilayah-wilayah tersebut juga cenderung sering terjadi gempa dangkal.

"Fakta tektonik semacam ini menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan rawan gempa secara permanen, dan dengan karakteristik gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake ini," lanjut Daryono belum lama ini.

Ia mengatakan bahwa gempa dangkal dengan kekuatan magnitudo 4-5 bisa merusak secara signifikan.

“Karena gempanya rata-rata dangkal ya, bisa kurang dari 10 kilometer, bisa kurang dari 15 kilometer, dan itu tidak butuh kekuatan besar misalnya di atas (magnitudo) 7, tapi kekuatan (magnitudo) 4, 5, 6 itu bisa timbulkan kerusakan yang signifikan," lanjut dia.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa di Cianjur sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2000, dan sebelum itu juga pernah terjadi pada 1982.

"Jadi antara 18-22 tahun, rata-rata 20 tahun, sehingga kemudian apabila ada bangunan yang roboh di tempat zona merah, jadi perlu memetakan zona tidak aman," kata Dwikorita.

Apabila memungkinkan, menurut dia, warga yang terdampak gempa perlu direlokasi dari zona yang tidak aman guna mengantisipasi potensi gempa bumi setiap 20 tahun itu.

Selain itu, ia pun mendorong petugas kebencanaan untuk mengantisipasi permukiman rusak yang berada di lereng bukit atau bantaran sungai.

Baca Juga:

Jenazah Anak Berhasil Dievakuasi Setelah 19 Hari Tertimbun Puing Imbas Gempa Cianjur

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono mengatakan, hanya satu solusi agar gempa tak banyak menelan korban jiwa yaitu memperkuat bangunan. Bangunan yang ada harus tahan dari guncangan gempa.

"Gempa kan tidak membunuh, yang membunuh infrastruktur yang dibangun dan digunakan masyarakat," kata ahli geofisika Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ini.

Dia mengatakan, sebenarnya masyarakat Indonesia sejak dulu sudah menerapkan bangunan tahan guncangan gempa, yaitu rumah-rumah tradisional.

"Rumah tahan guncangan gempa sudah ada, diciptakan nenek moyang kita. Contohnya antara lain, rumah panggung Sunda, rumah adat Karo, rumah adat Nias, dan lain-lain," katanya.

Dia mengatakan, penggunaan bangunan tradisional dalam upaya mengurangi dampak gempa saat ini mulai terlupakan.

"Karena para doktor kita (lulusan) dari luar negeri, maka sering adopsi dari luar negeri. Seperti dari Jepang, Eropa, Amerika, dll. Nenek moyang kita (sebenarnya) telah berinovasi dengan membangun infrastruktur dengan cara menyesuaikan kondisi alam, termasuk bahan bangunannya," kata Surono. (Pon/Knu/Asp)

Baca Juga:

Korban Meninggal akibat Gempa Cianjur Menjadi 600 Orang

#Gempa Bumi #Cianjur
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Daftar Wilayah yang Merasakan Gempa Gunungkidul Magnitudo 5,4 Malam Ini
Gempa bumi magnitudo 5,4 baru saja mengguncang perairan selatan Gunungkidul malam ini, 27 Oktober 2026. Cek info terkini pusat gempa dan daerah yang merasakan di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Oktober 2026
Daftar Wilayah yang Merasakan Gempa Gunungkidul Magnitudo 5,4 Malam Ini
Indonesia
Info Gempa Terkini: Gunungkidul Diguncang Gempa Magnitudo 5,4 Malam Ini, Apakah Aman dari Tsunami?
Gempa Gunungkidul hari ini dengan magnitudo 5,4 guncang wilayah DIY malam ini. Cek rincian info gempa Jogja terkini, lokasi titik pusat lindu, dan peringatan dari BMKG di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Oktober 2026
Info Gempa Terkini: Gunungkidul Diguncang Gempa Magnitudo 5,4 Malam Ini, Apakah Aman dari Tsunami?
Indonesia
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Peringatan oranye menandakan kemungkinan kerusakan signifikan dengan dampak yang dapat meluas. USGS memperkirakan kerugian ekonomi kurang dari satu persen produk domestik bruto (PDB) China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, China Aktifkan Respons Darurat Level II
Indonesia
Info Gempa Terkini: Meulaboh Aceh Barat Diguncang Gempa Magnitudo 5,4, Begini Penjelasan Lengkap BMKG
Info gempa terkini: Wilayah Meulaboh, Aceh Barat diguncang gempa tektonik Magnitudo 5,4 pada Selasa malam. BMKG pastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Oktober 2026
Info Gempa Terkini: Meulaboh Aceh Barat Diguncang Gempa Magnitudo 5,4, Begini Penjelasan Lengkap BMKG
Indonesia
Wagub Rano Minta Sekolah Jakarta Rutin Simulasi Gempa Bumi
Langkah tersebut diambil demi memastikan fasilitas pendidikan tidak hanya layak dan nyaman, tetapi juga aman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Wagub Rano Minta Sekolah Jakarta Rutin Simulasi Gempa Bumi
Indonesia
Info Gempa Terkini: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Berpusat di Laut, Warga Diminta Tetap Waspada
Cari tahu info gempa terkini! Guncangan gempa Banten hari ini bermagnitudo 4,6 berpusat di laut Muarabinuangeun dan terasa hingga Palabuhan Ratu. Cek detailnya di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Oktober 2026
Info Gempa Terkini: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Berpusat di Laut, Warga Diminta Tetap Waspada
Indonesia
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa terjadi pada Selasa pukul 04.40 WIB atau 05.40 WITA.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Sumba Barat Daya, NTT
Indonesia
Duka Gempa Sumba Barat Daya M 6,1 Hari Ini: Lansia Tewas, Bangunan Sekolah Hancur
Simak kronologi lengkap bencana gempa M 6,1 yang merenggut nyawa warga lansia di Kodi Utara Sumba.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Duka Gempa Sumba Barat Daya M 6,1 Hari Ini: Lansia Tewas, Bangunan Sekolah Hancur
Indonesia
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo (M) 6,1 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10) pagi.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Bandung diguncang gempa Bumi M2,8 pada Senin (21/9) pagi. BMKG pun mengungkap penyebabnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Gempa M2,8 Guncang Bandung Senin (21/9) Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya
Bagikan