Gelar Pertemuan Menlu G20, Retno Sebut Indonesia Berusaha Ciptakan Situasi Nyaman

Mula AkmalMula Akmal - Jumat, 08 Juli 2022
Gelar Pertemuan Menlu G20, Retno Sebut Indonesia Berusaha Ciptakan Situasi Nyaman

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi (kanan). (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan Indonesia berusaha menciptakan situasi yang nyaman selama Pertemuan Menlu G20 di Nusa Dua, Bali, pada 7-8 Juli 2022.

“Sejak awal pertemuan ini, kita terus melakukan konsultasi dan komunikasi dengan semua negara anggota. Dan kita sudah sampaikan bahwa kita ingin menciptakan atmosfer yang comfortable bagi semua,” kata Retno dikutip dari Antara.

Baca Juga:

Delegasi G20 Dikirab Naik Andong dan Dihibur Event Batik Solo Carnival

Dengan pendekatan dan konsultasi terus-menerus, kata dia, pertemuan tersebut menjadi momentum penting di mana seluruh pemain utama di dunia duduk bersama guna mendiskusikan berbagai isu global terkini, termasuk perang Rusia-Ukraina.

Untuk mendukung kenyamanan seluruh negara yang hadir, pertemuan para menlu dan kegiatan lain di luar pertemuan tersebut didesain secara opsional dan informal.

Mengenai ketidakhadiran negara-negara G7 dalam jamuan makan malam FMM G20 sebagai bentuk protes atas keikutsertaan Menlu Rusia, Retno mengatakan hal tersebut telah dikomunikasikan sebelumnya kepada Indonesia sebagai Presiden G20.

“Dan saya sampaikan, saya bisa paham posisi Anda. Karena semua harus merasa comfortable. Untuk hadir di sini saja, saya sudah apresiasi. Mereka telah mengambil upaya yang sangat luar biasa sehingga mereka memutuskan dapat hadir di sini dan ingin menunjukkan komitmen semua negara anggota G20 terhadap G20,” tutur Retno.

Baca Juga:

Pertemuan Menlu G20 di Bali Bahas Isu Stabilitas, Perdamaian, dan Pembangunan Dunia

Absennya negara-negara tersebut dalam kegiatan informal G20, menurut Retno, bukan sesuatu yang mengejutkan bagi Indonesia.

“Jadi tidak ada surprise sama sekali. Indonesia sebagai host country menghormati posisi masing masing negara,” kata dia.

Pertemuan G20 akan membahas dua isu utama yaitu penguatan multilateralisme serta ketahanan pangan dan energi. Pertemuan tersebut dihadiri menlu anggota G20, perwakilan 10 negara yang diundang termasuk di antaranya Ukraina, serta perwakilan organisasi internasional. (*)

Baca Juga:

Pemerintah Soroti Ketidakadilan Investasi Antara Negara Maju dan Berkembang di G20

#Kemenlu #G20 #Retno Marsudi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis, editor, dan periset dengan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang politik, hukum, pertahanan, keamanan nasional, dan ruang digital. Menempuh magister Peperangan Asimetris di Universitas Pertahanan RI, dengan fokus pada perang kognitif, keamanan siber, perang narasi, dan konflik nonkonvensional.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Tekan Perjanjian Bebas Visa dengan 3 Negara
Perjanjian tersebut mulai berlaku setelah Menteri Luar Negeri Sugiono menandatangani pakta perjanjian dengan ketiga negara.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Tekan Perjanjian Bebas Visa dengan 3 Negara
Indonesia
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Delegasi Indonesia juga akan memanfaatkan momentum Sidang Majelis Umum PBB tahun ini untuk meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029—2030.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Kemenlu memiliki tugas memberikan pelindungan kepada WNI di luar negeri.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Indonesia
Menlu Datangi Kedubes Norwegia, Indonesia Secara Resmi Sampaikan Belasungkawa Kematian Raja Harald V
Ucapan belasungkawa tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono melalui pernyataan yang ditulisnya dalam buku duka cita saat berkunjung ke Kedutaan Besar Norwegia di Jakarta, Selasa (1/9).
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Menlu Datangi Kedubes Norwegia, Indonesia Secara Resmi Sampaikan Belasungkawa Kematian Raja Harald V
Indonesia
DPR Soroti Tawaran Kerja Bergaji Tinggi di Wilayah Konflik, Diduga Pintu Perekrutan WNI Jadi Tentara Rusia
Modus semacam itu berpotensi membuat calon pekerja tidak memahami secara utuh risiko yang akan mereka hadapi, termasuk kemungkinan terlibat dalam militer.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
DPR Soroti Tawaran Kerja Bergaji Tinggi di Wilayah Konflik, Diduga Pintu Perekrutan WNI Jadi Tentara Rusia
Indonesia
Menlu RRT Wang Yi Tiba di Jakarta, Bahas Penguatan Kerja Bama Bidang Politik
Menlu Sugiono bersama Menlu Wang Yi dijadwalkan akan memimpin pertemuan pertama Dialog Strategis Komprehensif (CSD) Indonesia-RTT.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Menlu RRT Wang Yi Tiba di Jakarta, Bahas Penguatan Kerja Bama Bidang Politik
Indonesia
Indonesia Masih Sanggup, Kemenlu Tegaskan Belum Perlu Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Kemenlu RI menegaskan penanganan gempa NTT masih bisa dilakukan dengan kapasitas nasional, belum butuh bantuan dari asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 20 Agustus 2026
Indonesia Masih Sanggup, Kemenlu Tegaskan Belum Perlu Bantuan Asing untuk Gempa NTT
Indonesia
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
7 ABK WNI di Kapal MV Star Janet alami keterlambatan gaji setelah kapal rusak di Zhuhai, China.
Wisnu Cipto - Rabu, 12 Agustus 2026
Gaji 7 ABK WNI Kapal China MV Star Janet Telat Bayar, Lobi-Lobi Kemenlu Berbuah Hasil
Indonesia
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Kabar mengenai seorang WNI berinisial F asal Madiun, Jawa Timur yang diduga kabur dalam perjalanan tur di Korea Selatan menjadi sorotan masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Kemenlu Tangani WNI Kabur Dari Rombongan Wisata di Korea Selatan
Indonesia
Indonesia Cermati Uji Coba Peluncuran Rudal Balistik China Dari Kapal Selam Bertenaga Nuklir
Uji coba tersebut menjadi peluncuran rudal dari kapal selam nuklir pertama yang dilakukan Pasukan Pembebasan Rakyat China (PLA) sejak 2024
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 Juli 2026
Indonesia Cermati Uji Coba Peluncuran Rudal Balistik China Dari Kapal Selam Bertenaga Nuklir
Bagikan