MERAHPUTIH.COM – WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Sukamta menitipkan sejumlah agenda prioritas kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir atau Tata, mulai dari perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri hingga perjuangan kemerdekaan Palestina. Sukamta meminta politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi pijakan Indonesia dalam menjalankan diplomasi di tengah dinamika geopolitik global.
“Politik luar negeri bebas aktif harus menjaga kemandirian Indonesia dalam mengambil keputusan. Kita perlu mampu bekerja sama dengan berbagai negara sekaligus tegas mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional,” kata Sukamta kepada wartawan di Jakart, Jumat (1/10).
Menurut dia, perlindungan WNI di luar negeri menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian Menlu baru. Selain itu, diplomasi ekonomi juga dinilai perlu diarahkan untuk memperkuat industri dan membuka lapangan kerja di dalam negeri.
“Beberapa hal perlu mendapat perhatian: perlindungan WNI di luar negeri, diplomasi ekonomi yang memperkuat industri dan membuka lapangan kerja di dalam negeri, serta perjuangan bagi kemerdekaan Palestina,” ujarnya.
Baca juga:
Dilantik Jadi Menlu, Arrmanatha Nasir Tegaskan Kepentingan Nasional Jadi Prioritas
Khusus isu Palestina, Sukamta berharap bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi dapat berjalan beriringan dengan upaya diplomatik untuk mengakhiri pendudukan dan mewujudkan negara Palestina yang merdeka.
“Untuk Palestina, bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi harus berjalan seiring dengan perjuangan mengakhiri pendudukan dan mewujudkan negara Palestina yang merdeka,” katanya.
Selain Palestina, Sukamta meminta Indonesia semakin aktif mendorong kerja sama di kawasan ASEAN. Menurutnya, kerja sama regional dapat membuka peluang ekonomi bagi Indonesia, khususnya pada sektor industri, energi, dan ketahanan pangan. “Saya juga berharap Indonesia semakin aktif menggerakkan ASEAN menuju kerja sama yang lebih produktif, termasuk dalam industri, energi, dan ketahanan pangan,” ujar Sukamta.
Ia menilai keberhasilan diplomasi Indonesia perlu dilihat dari dampaknya terhadap kepentingan nasional dan masyarakat. “Ukuran keberhasilan diplomasi harus terlihat pada hasilnya: warga kita terlindungi, kedaulatan terjaga, peluang ekonomi bertambah, dan Indonesia semakin mampu ikut menyelesaikan persoalan dunia,” katanya.
Sukamta juga menyampaikan apresiasi kepada Sugiono yang sebelumnya menjabat Menlu dan kini dipercaya menduduki posisi Menko PMK. “Saya juga menyampaikan terima kasih dan selamat bekerja di pos baru sebagai Menko PMK kepada Pak Sugiono, semoga semakin sukses,” imbuhnya.
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arrmanatha Nasir sebagai Menlu di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut merupakan bagian dari perombakan Kabinet Merah Putih, dengan Tata menggantikan Sugiono sebagai Menlu.(knu)
Baca juga:
Bukan Diplomat Biasa, Ini Jejak Panjang Arrmanatha Nasir Sebelum Jadi Menlu