Gejala Autisme Sangat Bervariasi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 27 Juni 2023
Gejala Autisme Sangat Bervariasi

Dinamai Spektrum Autism karena terdapat pada spektrum dan ada banyak variasi dalam jenis dan tingkat keparahan gejala yang dialami orang dengan gangguan tersebut. (Foto: Freepik/pixel-shot)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GANGGUAN spektrum autisme (sering disebut autisme) adalah gangguan perkembangan dan neurologis. Dinamai demikian karena terdapat pada spektrum dan ada banyak variasi dalam jenis dan tingkat keparahan gejala yang dialami orang dengan gangguan spektrum autisme. Ada juga variasi dalam keterampilan yang dimiliki setiap orang dan dalam tingkat kemampuan dan fungsinya.

Menukil laman Verywellhealth, beberapa orang dengan gangguan spektrum autisme dapat melakukan semua aktivitas kehidupan sehari-harinya sendiri, sementara yang lain membutuhkan banyak dukungan untuk melakukannya.

Baca Juga:

Algoritma dapat Menemukan Tanda Autisme pada Bayi

Ciri-ciri atau gejala umum gangguan spektrum autisme paling utama ialah sulitnya mereka berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Hal tersebut meliputi; menghindari kontak mata atau melakukan sedikit kontak mata, saat kamu memanggilnya sering kali tidak menanggapi atau lambat menanggapi.

Ciri pertama yaitu sulitnya mereka berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. (Foto: freepik/freepik)

Selain itu, penderita autisme jarang berbagi minat, kesenangan atau emosi dengan aktivitas atau objek (biasanya seperti tidak mau menunjukkan sesuatu kepada orang lain). Mereka juga memiliki masalah dengan percakapan, bolak-balik dan memiliki nada suara menyanyi atau seperti robot.

Kedua memiliki perilaku terbatas atau berulang. Hal tersebut mencakup rasa kecewa dengan perubahan kecil dalam rutinitas, selalu mengulangi perilaku tertentu, termasuk mengulang kata atau frasa. Dan, memiliki minat yang kuat dan bertahan lama pada topik tertentu, seperti angka atau fakta.

Baca Juga:

4 Tayangan Netflix untuk Rayakan Bulan Kesadaran Autisme

Ketiga, adanya gejala yang membuat fungsi di sekolah, pekerjaan, atau aktivitas lain menjadi sulit. Seperti, gerakan atau keterampilan bahasa yang tertunda, mengalami keterlambatan belajar atau keterampilan kognitif dan memiliki perilaku impulsif, lalai, atau hiperaktif.

Penyebab utama gangguan spektrum autisme tidak diketahui. (Foto: Freepik/freepik)

Dari uraian ciri di atas, meskipun belum tentu tanda-tanda gangguan spektrum autisme, ada beberapa kekuatan umum di antara orang dengan gangguan spektrum autisme. Termasuk pembelajar visual dan pendengaran yang kuat, mampu menyimpan informasi untuk waktu yang lama, dan mempelajari berbagai hal secara mendetail.

Penyebab utama gangguan spektrum autisme tidak diketahui. Namun, penelitian menunjukkan bahwa genetika, biologi, dan lingkungan tempat tinggal seseorang berperan. Misalnya, susunan genetik seseorang dapat digabungkan dengan faktor lingkungan untuk memengaruhi perkembangannya dan menyebabkan gangguan spektrum autisme.

Sementara faktor lingkungan tertentu seperti defisiensi nutrisi telah dipelajari untuk bagaimana mereka dapat meningkatkan risiko gangguan spektrum autisme. Penelitian semacam itu memiliki keterbatasan yang signifikan dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut. (dgs)

Baca Juga:

Sia Mengidap Autisme

#Kesehatan #Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Bagikan