Merahputih.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan respons dingin terkait insiden penembakan pada acara jamuan makan malam jurnalis Gedung Putih di Hotel Hilton.
Meskipun situasi mencekam tersebut memaksa evakuasi darurat, Trump menegaskan ketidaktakutannya terhadap ancaman fisik maupun cedera.
Baca juga:
Penembakan Trump di Washington Hilton, Hotel Tempat Reagan Ditembak 45 Tahun Silam
Bukan Incar Trump, Pelaku Penembakan Saat Makan Malam Sasar Pejabat AS
Kronologi Ketegangan di Hotel Hilton
Aksi penembakan pecah pada Sabtu (25/4) malam saat jajaran pejabat pemerintah dan jurnalis berkumpul dalam agenda tahunan tersebut. Suara tembakan yang tiba-tiba menggema di area hotel memicu kepanikan massal.
Tim keamanan langsung mengamankan Presiden Trump beserta Ibu Negara untuk keluar dari lokasi kejadian demi menghindari risiko fatal.
Pihak berwenang berhasil membekuk tersangka di lokasi kejadian. Namun, insiden ini memakan korban dari pihak keamanan.
Satu agen Secret Service dilaporkan mengalami cedera serius saat menjalankan prosedur perlindungan terhadap kepala negara.
Motif Penembak dan Respons Santai Trump
Penyelidikan mengungkap identitas pelaku sebagai Cole Allen. Pria ini dikenal sebagai sosok yang vokal mengkritik kebijakan Pemerintah Amerika Serikat, terutama terkait penolakan pemberian bantuan militer kepada Ukraina. Aksi nekat Allen diduga kuat berkaitan dengan kekecewaan politik terhadap keputusan AS saat ini.
Menanggapi peristiwa bertaruh nyawa tersebut, Donald Trump menunjukkan sikap yang tidak lazim bagi korban teror. Dalam wawancara eksklusif program 60 Minutes CBS News pada Minggu, Trump memandang ancaman tersebut sebagai realitas zaman.
Baca juga:
Penembakan Trump di Washington Hilton, Hotel Tempat Reagan Ditembak 45 Tahun Silam
"Saya tidak khawatir. Saya paham dengan kehidupan. Kita hidup di dunia yang gila," tegas Trump dikutip Antara, Senini (27/4).
Saat ini, Cole Allen berada dalam penahanan ketat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Pihak Secret Service juga memperketat pengamanan di sekitar ring satu menyusul evaluasi dari peristiwa berdarah di Washington tersebut.