MerahPutih.com - Polres Sragen mengamankan tiga pelajar berinisial RA (17), RG (17), dan JS (17) setelah aksi live TikTok bertema “pocong jadi-jadian” viral dan meresahkan warga. Peristiwa itu terjadi Kamis (28/5) dini hari di kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder, Sragen.
Baca juga:
Pocong Jadi-jadian Teror Tangerang, Polisi Curiga Modus Baru Maling Biar Warga Takut Keluar Rumah
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menjelaskan, aksi tersebut dilakukan demi mengejar popularitas dan monetisasi gift di TikTok.
Mereka bikin konten ekstrem demi viralitas media sosial harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi kalangan remaja,
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari.
Konten Ekstrem Demi Kejar Viral
Menurut Dewiana, tren serupa jika dibiarkan berpotensi menimbulkan kepanikan warga, gangguan kamtibmas, hingga kecelakaan lalu lintas.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar menggunakan media sosial secara bijak dan kreatif tanpa membuat konten yang menimbulkan keresahan maupun membahayakan diri sendiri,” tuturnya kepada media.
Baca juga:
Polisi menilai tindakan para pelajar itu memang bertujuan hiburan dan mencari perhatian publik. Namun, dampaknya justru menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.
Jangan sampai demi mengejar viewers, likes ataupun gift di media sosial, justru menimbulkan ketakutan. Ruang digital harus dimanfaatkan untuk hal positif, edukatif, dan membangun,
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari
Pengawasan Orang Tua, Sekolah, dan Lingkungan
Kapolres juga menekankan pentingnya pengawasan dari orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar terhadap perilaku remaja di era digital.
“Peran orang tua, keluarga, lingkungan masyarakat hingga pihak sekolah sangat penting dalam memberikan pengawasan, bimbingan, dan pembinaan kepada anak-anak,” tandas Dewiana. (Ismail/Jawa Tengah)

