Gegara Leher Terjerat Benang Layang-layang, Pemotor di Solo Tewas

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 12 Juni 2020
Gegara Leher Terjerat Benang Layang-layang, Pemotor di Solo Tewas

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Afrian Satya Permadi. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang pengendara sepeda motor Yohanis Budi Santoso (21), warga Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah meninggal setelah secara tidak sengaja lehernya terjerat benang layang-layang yang melintang di jalan kampung, Kamis (11/6). Kasus ini merupakan yang pertama di Solo, orang naik motor terjerat benang layang-layang hingga tewas.

Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Afrian Satya Permadi mengungkapkan, kasus tersebut bermula saat korban yang sehari-hari bekerja di sebuah bengkel motor di kawasan Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres sedang mencoba sepeda motor Kawasaki dengan Nopol AD 2393 QF yang telah selesai diperbaikinya.

Baca Juga:

KKP Kembali Tangkap 5 Kapal Asing Pencuri Ikan di Perairan Indonesia

Saat melintas di ruas Jalan Tangkuban Perahu dari arah selatan ke utara, di sisi kiri jalan ada anak yang sedang main layangan-layang dengan kondisi benangnya melintang ke jalan.

"Saat melintas korban tidak melihat adanya benang layangan-layang tersebut dan mengenai lehernya dan terjatuh. Korban (Budi) dievakuasi ke RSUD Dr Moewardi, tetapi tidak tertolong dan meninggal," ujar Afrian, Jumat (12/6).

 Sepeda motor Kawasaki berpelat nomor AD 2393 QF yang dikendarai Yohanis Budi Santoso (21) korban tewas akibat leher terkena benang layang-layang, Kamis (11/6). (MP/Ismail)
Sepeda motor Kawasaki berpelat nomor AD 2393 QF yang dikendarai Yohanis Budi Santoso (21) korban tewas akibat leher terkena benang layang-layang, Kamis (11/6). (MP/Ismail)

Afrian mengungatakan, hasil pemeriksaan benang layang-layang yang sangat tajam itu sudah mengenai pembuluh vena yang membut korban kehabisan darah dan meninggal dunia saat akan dibawa ke rumah sakit. Jenazah korban langsung dibawa keluarga untuk dimakamkan.

"Kami langsung melakukan penyelidikan kasus ini dengan melakukan olah tempat kejadian perkara," katanya.

Baca Juga:

Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut

Ia menghimbau kepada masyarakat, terutama orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak main layang-layang di jalan kampung karena dapat membahayakan pengguna jalan. Satlantas menyarankan untuk main layang-layang di lapangan.

"Kami akan patroli untuk memberikan edukasi pada warga. Saat ini sedang libur sekolah akibat virus corona, banyak anak-anak main layang-layang pada sore hari," tutur dia. (Ism)

Baca Juga:

Dalih Polri tidak Hadir di Sidang Praperadilan Ruslan Buton

#Kecelakaan Maut #Kota Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mobil Listrik BYD Seruduk Pemotor Bekasi Sampai Tewas di Tempat
Petugas segera mengevakuasi jenazah korban menuju Rumah Sakit Bhayangkara TK I Pusdokkes Polri Kramat Jati
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Mobil Listrik BYD Seruduk Pemotor Bekasi Sampai Tewas di Tempat
Indonesia
Anggota DPR Gus Hilman Kecelakaan Maut di Tol Paspro, Dikabarkan Sudah Lewati Masa Kritis
Anggota DPR RI, Gus Hilman, sudah melewati masa kritis usai mengalami kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Anggota DPR Gus Hilman Kecelakaan Maut di Tol Paspro, Dikabarkan Sudah Lewati Masa Kritis
Indonesia
Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Anggota DPR di Tol Pasuruan hingga Sebabkan Korban Jiwa, Diduga Sopir Tak Konsentrasi
Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Probolinggo Kota, Aipda Muhammmad Taufik Rahadian mengatakan, kecelakaan melibatkan dua mobil.
Frengky Aruan - Minggu, 24 Mei 2026
Kronologi Kecelakaan Maut Mobil Anggota DPR di Tol Pasuruan hingga Sebabkan Korban Jiwa, Diduga Sopir Tak Konsentrasi
Indonesia
Menhub Beberkan Kronologi Tabrakan KA di Bekasi Timur
Kecelakaan itu menewaskan 16 orang dan menyebabkan total 124 korban. 

Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Menhub Beberkan Kronologi Tabrakan KA di Bekasi Timur
Indonesia
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Keselamatan publik dalam bermobilisasi merupakan isu strategis yang menuntut perhatian serius
Angga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
Transportasi Indonesia Darurat Kecelakaan, DPR RI Desak Pembentukan Panja Keselamatan Nasional
Indonesia
Tim DVI Kesulitas Identifikasi 17 Jenazah Korban Bus ALS Terbakar
Proses identifikasi korban melalui ciri fisik maupun properti pribadi mengalami kendala karena sebagian besar barang milik korban terlepas dari tubuh
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Tim DVI Kesulitas Identifikasi 17 Jenazah Korban Bus ALS Terbakar
Indonesia
KAI Buka Suara soal Insiden Kecelakaan Bekasi Timur, Minta Tunggu Hasil Investigasi KNKT
KAI buka suara soal insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. KAI meminta publik menunggu hasil investigasi KNKT.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
KAI Buka Suara soal Insiden Kecelakaan Bekasi Timur, Minta Tunggu Hasil Investigasi KNKT
Indonesia
Tim DVI Terima 17 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel
Tim DVI saat ini masih fokus melakukan identifikasi korban melalui pencocokan data antemortem dan postmortem yang diperoleh dari keluarga korban.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Tim DVI Terima 17 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki di Sumsel
Indonesia
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Muratara, DPR Minta Investigasi Total
Tragedi bus ALS vs truk tangki BBM di Muratara menewaskan 16 orang. DPR pun meminta KNKT untuk segera melakukan investigasi total.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Muratara, DPR Minta Investigasi Total
Indonesia
90 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Sudah Boleh Pulang dari RS, 17 Masih Dirawat
Layanan klaim, trauma healing, dan Lost and Found korban tabrakan kereta Bekasi Timur tetap dibuka hingga 11 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
90 Korban Tabrakan Kereta Bekasi Sudah Boleh Pulang dari RS, 17 Masih Dirawat
Bagikan