Gas Bumi Jumbo Ditemukan di Blok Ganal Kaltim, Potensinya Sampai 5 Triliun Kaki Kubik

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Gas Bumi Jumbo Ditemukan di Blok Ganal Kaltim, Potensinya Sampai 5 Triliun Kaki Kubik

Peta posisi Blok North Ganal di lepas pantai Kaltim. (IST/Kaltim)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan cadangan gas bumi raksasa di Sumur Geliga-1 Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim). Temuan ini memiliki potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas bumi serta 300 juta barel kondensat.

“Di era kondisi dunia yang hampir semua negara menjaga cadangan mereka, sekali lagi kita bersyukur kepada Tuhan bahwa penemuan ini adalah anugerah. Kita harus betul-betul fokus menjalankan perintah Bapak Presiden untuk mencari sumber-sumber minyak dan gas baru,” kata Bahlil, saat jumpa pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4).

Baca juga:

Indonesia Mulai Alami Defisit Pasokan Gas Bumi

ENI dan Sinopec Jadi Operator

Wilayah Kerja (WK) Ganal dioperasikan perusahaan energi asal Italia, ENI, dengan porsi kepemilikan 82 persen, sementara 18 persen sisanya dimiliki oleh Sinopec. Eksplorasi ini menegaskan potensi besar migas Indonesia, khususnya di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, yang terus menunjukkan prospek menjanjikan.

“Ini adalah hasil eksplorasi, dan setelah ini mereka juga akan melakukan pengembangan dari beberapa wilayah lain selain Kalimantan Timur,” tutur Bahlil, dilansir Antara.

Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter dengan kedalaman air sekitar 2.000 meter. Temuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi ENI di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North (2023) dan Sumur Konta-1 (2025).

Baca juga:

100 Juta Ton Cadangan Minyak & Gas Bumi Baru Ditemukan di Laut China Selatan

Potensi Lonjakan Produksi Gas

Bahlil menjelaskan pada 2028, produksi puncak ENI bisa mencapai 2.000 MMSCFD, meningkat signifikan dari produksi saat ini sekitar 600–700 MMSCFD. Target produksi akan terus ditingkatkan hingga 3.000 MMSCFD pada 2030.

Selain Sumur Geliga, sebelumnya ditemukan Sumur Gula dengan potensi sekitar 2 Tcf gas dan 75 juta barel kondensat. Kombinasi keduanya diperkirakan mampu menambah produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 90.000 barel kondensat per hari.

Penemuan gas jumbo ini diharapkan membuka peluang percepatan pengembangan infrastruktur gas terintegrasi. Proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung FPSO baru dengan kapasitas 1 bscfd gas dan 90.000 bpd kondensat, serta memanfaatkan fasilitas eksisting seperti Kilang LNG Bontang. (*)

#Gas Bumi #Kalimantan Timur #ESDM
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
Kementerian ESDM: Harga BBM Nonsubsidi Bisa Turun Jika Harga Minyak Dunia Melemah
Kementerian ESDM menyatakan harga BBM nonsubsidi berpotensi turun jika harga minyak dunia melemah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Kementerian ESDM: Harga BBM Nonsubsidi Bisa Turun Jika Harga Minyak Dunia Melemah
Indonesia
Harga Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta ESDM Transparan soal Dasar Perhitungannya
Anggota Komisi XII DPR RI mendesak Kementerian ESDM dan Pertamina menjelaskan secara transparan dasar kenaikan harga Pertamax yang disebut mencapai 32 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Harga Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta ESDM Transparan soal Dasar Perhitungannya
Indonesia
Marak Pemadaman Listrik, ESDM Tepis Isu Gara-Gara Stok Batubara Menipis
Kementerian ESDM menegaskan pemadaman listrik bergilir di Jabodetabek bukan karena stok batu bara menipis. Pemerintah pastikan pasokan aman dan lakukan relaksasi kuota produksi.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Marak Pemadaman Listrik, ESDM Tepis Isu Gara-Gara Stok Batubara Menipis
Indonesia
Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Gross Split hanya Berlaku di Migas, Aturan Minerba tidak Berubah
Aturan yang selama ini berlaku di sektor pertambangan dipastikan tetap berjalan. 

Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Gross Split hanya Berlaku di Migas, Aturan Minerba tidak Berubah
Indonesia
ESDM Tetapkan ICP Mei 2026 Turun ke USD 106,56 per Barel, Dipicu Meredanya Konflik Timur Tengah
Harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Mei 2026 turun menjadi USD 106,56 per barel. ESDM sebut meredanya konflik geopolitik dan melemahnya permintaan global jadi faktor utama.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 06 Juni 2026
ESDM Tetapkan ICP Mei 2026 Turun ke USD 106,56 per Barel, Dipicu Meredanya Konflik Timur Tengah
Indonesia
Pakai Narkoba Sabu, Anggota Brimob Polda Kaltim Dipecat Kesatuannya
Bripka Dedy Wiratama yang bertugas sebagai Bintara Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim terbukti melanggar Kode Etik Profesi Polri berupa penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Juni 2026
Pakai Narkoba Sabu, Anggota Brimob Polda Kaltim Dipecat Kesatuannya
Indonesia
PHK Massal Ancam Pekerja Tambang di Kaltim, Pemprov Dorong Pemangkasan Jam Lembur
Potensi pekerja tambang yang terdampak kebijakan efisiensi atau PHK bisa mencapai 1.500 orang.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
PHK Massal Ancam Pekerja Tambang di Kaltim, Pemprov Dorong Pemangkasan Jam Lembur
Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Indonesia
Cuci Duit Bandar Narkoba Kaltim, Perwira Menengah Polisi Ditangkap Bareskrim
Penyidik membawa Deky ke Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, untuk pemeriksaan lebih lanjut
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Cuci Duit Bandar Narkoba Kaltim, Perwira Menengah Polisi Ditangkap Bareskrim
Indonesia
Dolar Terus Meroket, ESDM Pasang Badan Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik
Mekanisme impor LPG dan minyak tetap berjalan normal meski kurs rupiah berfluktuasi.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Dolar Terus Meroket, ESDM Pasang Badan Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik
Bagikan