Gara-gara Kemacetan, Wisatawan Urung Menginap Tiga Hari di Bandung

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 19 Oktober 2019
Gara-gara Kemacetan, Wisatawan Urung Menginap Tiga Hari di Bandung

Jembatan Layang 'Pelangi' yang melintasi persimpangan Jalan Jakarta dan Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar menyebut kemacetan di Kota Bandung dapat menggangu bahkan merugikan sektor wisata.

Menurutnya, lalu lintas yang terganggu dapat menyebabkan terhambatnya mobilitas. Akhirnya, para wisatawan memilih untuk tidak berlama-lama di Kota Bandung.

Baca Juga:

Ternyata Ini Penyebab Bandung Jadi Kota Termacet

"Pernah kejadian orang datang ke Bandung, rencana mereka menginap di Bandung itu tiga malam, mereka jalan-jalan terus mereka datang di hotel lagi jam 11 malam karena kemacetan, akhirnya mereka tidak jadi menginap," kata Herman di Bandung, Jumat (18/10), dikutip Antara.

Antrean pengendara yang melintas di kawasan Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/10/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Caption

Berdasarkan kejadian tersebut, menurutnya, mereka memilih untuk tidak berlama-lama di Kota Bandung. Karena menurutnya, mereka sudah memperhitungkan esok harinya bakal terjadi kemacetan yang sama.

"Karena macet itu, mereka pulang lagi ke Jakarta, mereka tahu besoknya akan macet lagi," katanya.

Memang menurutnya, Bandung merupakan salah satu destinasi utama bagi para wisatawan khususnya warga dari Jakarta. Setelah adanya label Kota Bandung sebagai kota termacet di Indonesia, jangan sampai para wisatawan lebih memilih daerah lain.

"Karena daerah lain semakin maju, Semarang semakin maju, Jogja semakin maju, jadi orang (wisatawan) akan berpindah nanti, jadi kita harus berhati-hati bila wisatawan enggan datang ke Bandung," kata dia.

Baca Juga:

Ini Harga Termurah Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selain itu menurutnya, kemacetan ini dapat berdampak bagi banyak sektor, bukan hanya dari sektor wisata.

Dengan demikian, ia berharap seluruh pihak dapat mencari solusi agar masalah kemacetan ini dapat terselesaikan. Karena setiap pihak baik pemerintah, aparat, maupun pengusaha itu berbeda kompetensi dan memiliki solusi yang berbeda.

"Beda selera kita (warga) dengan pemerintah dan dengan pengusaha, pengusaha itu yang paham dengan untung ruginya, ini harus kita cari solusinya," kata Herman.

Foto udara pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Foto udara pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Sebelumnya, Kota Bandung menjadi kota termacet se-Indonesia atau peringkat ke-14 termacet se-Asia berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB).

Dalam survei yang dilakukan oleh ADB, ada sedikitnya 278 kota yang diteliti dari sebanyak 45 negara di Asia. Kota Bandung berada di peringkat ke-14, lebih parah dari Jakarta yang berada di peringkat ke-17 dan Surabaya peringkat ke-20. (*)

Baca Juga:

Mau Traveling Gak Biasa, Nih Kamu Mesti Coba Wisata Nuklir di Bandung

#Bandung #Kemacetan
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Dugaan Korupsi Wakil Dihentikan, Wali Kota Bandung: Terpenting Adanya Kepastian Hukum
Pemkot Bandung sejak awal berkomitmen menghormati seluruh proses hukum yang berjalan serta memastikan roda pemerintahan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Kasus Dugaan Korupsi Wakil Dihentikan, Wali Kota Bandung: Terpenting Adanya Kepastian Hukum
Indonesia
Bikin Macet Parah, Dishub Jakarta Bakal Evaluasi Konser Besar
Dengan adanya koordinasi, Dishub dapat menyiapkan kantong-kantong parkir, menempatkan petugas, melakukan pengaturan maupun rekayasa lalu lintas.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Bikin Macet Parah, Dishub Jakarta Bakal Evaluasi Konser Besar
Indonesia
Pembukaan Jalan Raya Lenteng Agung Molor dari Target, Warga Depok Siap-Siap Kembali Terisolasi
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terimbas dari kebijakan itu
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juni 2026
Pembukaan Jalan Raya Lenteng Agung Molor dari Target, Warga Depok Siap-Siap Kembali Terisolasi
Indonesia
Macet Horor Imbas Jalan Ambles Lenteng Agung Bakal Lama, Perbaikan Bisa 2 Minggu Lebih
Proses perbaikan jalan ambles di Lenteng Agung dimulai sejak 29 Mei dan ditargetkan baru rampung pada 12 Juni 2026 mendatang, alias lebih dari 2 pekan.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Macet Horor Imbas Jalan Ambles Lenteng Agung Bakal Lama, Perbaikan Bisa 2 Minggu Lebih
Lifestyle
Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy Konsisten Bagikan Makanan bagi yang Membutuhkan Selama 1 Dekade
Setiap pekan, komunitas ini menyalurkan sedikitnya 300 porsi makanan.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy Konsisten Bagikan Makanan bagi yang Membutuhkan Selama 1 Dekade
Indonesia
Akses Masuk Pelabuhan Tanjung Priok Lumpuh Total Kemarin, Ini Biang Keroknya!
Truk kontainer yang terjebak macet di Tol Ancol terlihat mematikan mesin mobil karena kendaraan tidak kunjung bergerak hingga malam hari.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Akses Masuk Pelabuhan Tanjung Priok Lumpuh Total Kemarin, Ini Biang Keroknya!
Indonesia
Dari Bandara ke Canggu Macet Parah, Taksi Air Jadi Solusi Pemprov Bali
Pemprov Bali bersama Pemkab Badung dan pemerintah pusat mencari alternatif melalui pengembangan taksi laut.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Mei 2026
Dari Bandara ke Canggu Macet Parah, Taksi Air Jadi Solusi Pemprov Bali
Indonesia
91 Ribu Penumpang KA Jarak Jauh Serbu Bandung Saat Libur Panjang
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026 membuat Bandung diserbu wisatawan. KAI mencatat 91 ribu penumpang KA Jarak Jauh, 208 ribu KA Lokal, dan 75 ribu Whoosh.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
91 Ribu Penumpang KA Jarak Jauh Serbu Bandung Saat Libur Panjang
Indonesia
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Polda Jabar menetapkan enam tersangka kerusuhan May Day di Bandung. Mayoritas pelajar, terbukti lakukan pembakaran dan perusakan fasilitas publik di Tamansari.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Indonesia
Perusakan Pos Polisi Tamansari, Bandung, saat May Day, Polda Jabar Tangkap Pelaku dan akan Diproses secara Hukum
Aksi perusakan tersebut meliputi pembakaran banner, perusakan lampu lalu lintas, fasilitas CCTV milik pemerintah, videotron hingga pos polisi di kawasan Tamansari, Kota Bandung.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Perusakan Pos Polisi Tamansari, Bandung, saat May Day, Polda Jabar Tangkap Pelaku dan akan Diproses secara Hukum
Bagikan