Kesehatan

Gangguan Kecemasan Sebabkan 2 Hal Ini

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 28 Maret 2021
Gangguan Kecemasan Sebabkan 2 Hal Ini

Stres sebabkan sakit kepala. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA tingkat stres meningkat, kecemasan pun memuncak. Kemudian kamu merasa seolah-olah ada ikat kepala yang mengencang di sekitar kepala, meremasnya membuat otakmu seolah menciut.

Meski terlihat sepele, kecemasan dapat memiliki berbagai gejala fisik. Para ahli mengatakan bahwa sakit kepala adalah salah satu yang paling umum.

Baca juga:

Jauh Persamaan Antara Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Gangguan Kecemasan Sebabkan 2 Hal Ini
Sakit kepala karena stres berat. (Foto: Pexels/Nathan Cowley)

“Sakit kepala yang disebabkan oleh kecemasan atau stres adalah sesuatu yang dialami kebanyakan orang pada suatu waktu atau lainnya,” jelas dr. Seema Sarin M.D., direktur pengobatan gaya hidup di EHE Health, seperti dilansir dari Bustle.

Sebuah studi tahun 2015 di Cephalagia menemukan bahwa ada hubungan yang kuat antara tingkat stres yang tinggi dan sakit kepala tipe tegang, terlepas dari jenis kelamin, usia, atau kebiasaan.

Dr Sarin menjelaskan bahwa ada dua kemungkinan mekanisme yang dapat menyebabkan kecemasan berdebar-debar. "Stres dan kecemasan dapat memengaruhi kadar serotonin yang dapat menyebabkan sakit kepala," katanya.

Saat kamu cemas, otak sering melepaskan neurotransmiter seperti serotonin yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Semakin sempit mereka, semakin besar kemungkinan kamu mengalami sakit di kepala.

Jika kamu cenderung bereaksi terhadap kecemasan dengan menegangkan otot, sakit kepala juga bisa terjadi. “Sakit kepala bisa diperburuk oleh respons terhadap stres atau pemicu kecemasan seperti menggertakkan gigi, menegangkan otot, atau mengatupkan rahang,” urai Dr. Sarin.

Serangan kecemasan dapat menimbulkan respons melawan, di mana ia bersiap untuk menghadapi ancaman serius seperti darah mulai memompa, detak jantung meningkat dan otot-otot di seluruh tubuh tegang, yang menyebabkan sakit kepala. Tingkat kecemasan atau stres yang lebih rendah dapat membuat kepala sakit.

Baca juga:

Mengatasi Kecemasan Berlebih Selama Pandemi COVID-19, Begini Kiatnya

Gangguan Kecemasan Sebabkan 2 Hal Ini
Kecemasan sebabkan kurang tidur. (Foto: Pixabay/Engin_Akyurt)

Kecemasan juga dapat menyebabkan seseorang kurang tidur, kondisi yang juga berpotensi memicu sakit kepala tipe tegang. Sebuah studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Headache and Pain menemukan bahwa penderita insomnia lebih mungkin mengalami sakit kepala dan melaporkan tingkat kecemasan dan stres yang lebih tinggi.

Migrain juga bisa terkait erat dengan kecemasan. “Hampir setengah dari orang Amerika yang menderita migrain juga mengalami kecemasan, dan mereka yang mengalami migrain lima kali lebih mungkin untuk menghadapi kecemasan,” kata Dr. Sarin.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Headache & Pain pada tahun 2017, kecemasan dikaitkan dengan peningkatan risiko migrain, terutama pada orang yang merasa sulit mengendalikan rasa khawatirnya. Tidak diketahui persis mengapa ini terjadi, tetapi pelepasan serotonin setelah stres lebih akut pada orang yang mengalami migrain.

"Jika kamu mengira sakit kepala mungkin disebabkan oleh stres, penting untuk berbicara dengan doktermu. Mungkin ada masalah lain yang perlu dikesampingkan terlebih dahulu," kata Dr. Michael Richardson M.D., seorang dokter di penyedia medis One Medical.

Setelah jelas bahwa kecemasan adalah penyebabnya, pengobatan sering kali melibatkan penurunan tingkat stres. “Ingatlah bahwa, sakit kepala ini bisa disebabkan oleh penyebab iritasi sehari-hari, bukan peristiwa besar dalam hidup,” jelasnya.

Dr. Richardson menambahkan, "setelah menentukan akar penyebabnya, hal-hal seperti teknik relaksasi, meditasi, dan terapi lain dapat membantu untuk mengatasi kondisi ini." (avia)

Baca juga:

Asup Cokelat untuk Redakan Kecemasan

#Kesehatan #Kesehatan Mental #Stres
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Bagikan