Parenting

Gali Bakat Berbahasa Inggris Anak Secara Natural dengan Langkah Ini

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Senin, 21 Oktober 2019
Gali Bakat Berbahasa Inggris Anak Secara Natural dengan Langkah Ini

Ajarkan bahasa lain selain bahasa ibu. (Foto: Pexels/emma Bauso)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DUNIA digital mendukung perkembangan era globalisasi. Hal tersebut membuat Bahasa Inggris menjadi bahasa kedua dimanapun, tak terkecuali Indonesia. Para orangtua mulai membiasakan anak-anaknya untuk berbicara dalam bahasa Inggris.

Berbagai upaya pun dilakukan mulai dari memasukkan anaknya ke sekolah berbasis internasional hingga memutar video-video berbahasa Inggris. Berikut cara lain untuk membuat anakmu mahir berbahasa Inggris secara natural:

Baca Juga:

Bisa Bahasa Jepang Bikin Kamu Gampang Cari Kerja

1. Jadi Teladan yang Baik Bagi Mereka

Bahasa inggris pada anak
Jadi teladan untuk anak (Foto: Pexels/Pixabay)

Anak-anak akan meniru apa yang dilakukan orang dewasa disekitarnya, termasuk bahasa. Menurut Dr. Henry Toi, penyusun konten dan kurikulum di Little Green House, bahasa dipelajari secara alami melalui akuisisi. "Jika mereka ditempatkan di lingkungan dengan bahasa Inggris baik lisan atau tulisan yang baik, mereka akan mengambilnya dengan benar. Jadi ucapkan kalimat yang benar secara tata bahasa," tutur Toi. Kalimat yang diucapkan tak perlu panjang dan rumit. Itu hanya perlu benar.

2. Hindari Berbicara Bahasa Bayi

Bahasa bayi
Hindari bahasa bayi (Foto: Pexels/Andy Kuzma)

Para orang tua cenderung menggunakan bahasa bayi yang tidak sempurna agar mereka memahami maksud ucapannya. Padahal tak harus demikian. Anak-anak lebih cakap daripada yang kita kira. Selama periode masa bayi, otak mereka berkembang paling cepat dan mulai terhubung dengan dunia di sekitar mereka. Biasakan berbicara dengan kalimat sempurna tanpa harus cadel.

3. Lakukan Percakapan Teratur dengan Mereka

Ajak anak mengobrol
Ajak anak mengobrol (Foto: Pexels/Albert Rafael)

Ajak si kecil bicara tentang hal-hal di sekitarnya. Dorong ia mengeksperikan pendapatnya tanpa memaksakan pendapatmu. Hindari terlalu banyak bicara daripada mendengar. Itu hanya akan membatasi percakapan dan membuat kosa kata tidak berkembang.

Baca Juga:

Kalimat Positif Berikut Ternyata Berbahaya Untuk Anak

4. Ekspos Anak dengan Bahasa Inggris

Bahasa inggris anak
Menyaksikan acara berbahasa Inggris di TV (Foto: Pixabay/mojzagrebinfo)

Gunakan berbagai media untuk memperkenalkan bahasa Inggris padanya. Kamu dapat menemukan bahasa Inggris yang dituturkan dengan baik melalui cerita audio. program anak-anak dan lain sebagainya. Jika mereka terpapar Bahasa Inggris dalam frekuensi yang tinggi, mereka akan dengan mudah beradaptasi.

5. Baca Berbagai Jenis Buku

Bahasa inggris anak
Cari buku dengan jenis beragam (Foto: Pexels/Lina Kivaka)

Buku yang bagus adalah gerbang menuju penulisan yang baik. Mengekspos anak dengan berbagai genre buku mendorongnya untuk mempelajari berbagai kosa kata, struktur kalimat dan gaya penulisan. (avia)

Baca Juga:

Pola Asuh Ini Justru Hancurkan Anak

#Parenting #Kelalaian Orang Tua #Anak-anak #Anak #Anak Pintar #Anak Berbakat
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Bagikan