Gagal Syarat Internal, PDIP Sebut Nasib Gibran di Tangan Megawati

Eddy FloEddy Flo - Senin, 23 Desember 2019
 Gagal Syarat Internal, PDIP Sebut Nasib Gibran di Tangan Megawati

Bakal calon wali kota Solo Gibran Rakabuming bersama para pendukungnya (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pencalonan Gibran Rakabuming Raka dalam pemilihan Wali Kota Solo menuai kritik lantaran dalam aturan internal PDI Perjuangan, terdapat syarat minimal tiga tahun sebagai kader untuk maju sebagai kepala daerah. Sementara itu Gibran diketahui baru mendaftar sebagai kader partai berlogo Banteng pada September lalu.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan nasib pencalonan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut berada di tangan Ketum PDIP Megawati Sukarnoputri.

Baca Juga:

Ikuti Fit and Proper Test, Purnomo-Teguh Janji Lanjutkan Visi Misi FX Hadi Rudyatmo

"Ibu ketua umum, ibu Megawati Sukarnoputri, memiliki hak dalam menetapkan pimpinan daerah yang diusung sebagai calon kepala daerah karena berkaitan dengan agenda strategis partai," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/12).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebut nasib Gibran ada di tangan Megawati
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: MP/Ponco

Hasto menjelaskan PDIP melakukan dua cara dalam proses pencalonan kepala daerah, yakni penjaringan internal maupun pemetaan politik. Hasto mengakui untuk syarat minimal tiga tahun sebagai kader merupakan upaya penjaringan internal kader. Sementara untuk mengusung siapa yang maju harus melihat pemetaan politik.

"Jadi kita juga harus melihat apa yang menjadi harapan rakyat, melihat peta politik, melihat bagaimana ke depan," ungkap Hasto.

Baca Juga:

Massa Geruduk Kantor DPC Solo Desak Megawati Keluarkan Rekomendasi untuk Purnomo-Teguh

Menurut Hasto, cara ini menjadi komitmen PDIP dalam menyiapkan pemimpin muda. Selain itu, lanjut Hasto, cara ini pula yang dilakukan partai pemenang Pemilu dua kali berturut-turut itu terhadap Jokowi.

"Karena itu peraturan harus dilihat secara komprehensif. Di luar itu, demokrasi yang dianut PDIP adalah demokrasi perjuangan, demokrasi pancasila, demokrasi yang dipimpin oleh ideologi," pungkas Hasto.(Pon)

Baca Juga:

Temui Belasan Tokoh Senior PDIP Solo, Gibran: Saya Harus Belajar Dari Mereka

#PDI Perjuangan #Wali Kota Solo #Gibran Rakabuming #Megawati Soekarnoputri
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Minta Pemimpin Dunia Hentikan Perang, Megawati: Kita Itu Satu Bumi
Selain berbicara soal ideologi, kehadiran Megawati sebagai tokoh perempuan senior menarik perhatian besar
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 Februari 2026
Minta Pemimpin Dunia Hentikan Perang, Megawati: Kita Itu Satu Bumi
Indonesia
Hadiri Zayed Award 2026, Megawati Peringatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi
Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan harapannya soal dunia di forum Zayed Award 2026.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Hadiri Zayed Award 2026, Megawati Peringatkan Bahaya AI Tanpa Regulasi
Indonesia
Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi
egawati tidak hanya membahas hubungan kedua bangsa, tetapi juga menyinggung dinamika politik dalam negeri Indonesia, termasuk hubungannya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
Megawati Paparkan Sikap Politik ke Prabowo Pada Putra Mahkota Abu Dhabi
Indonesia
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
Megawati Soekarnoputri menegaskan mengejar cita-cita publik dan komitmen keluarga bukanlah hal yang saling bertentangan bagi kaum perempuan muda saat ini.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Megawati Ingatkan Perempuan Jangan Terjebak Dilema Palsu Cita-Cita Vs Rumah
Indonesia
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menegaskan kepemimpinan perempuan harus berlandaskan semangat merawat dan melindungi, bukan mendominasi.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Di Forum Zayed Award, Megawati Buka Rahasia Redam Konflik Ambon-Poso Lewat Empati Perempuan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dikabarkan sudah menyiapkan sosok untuk menjadi calon Presiden dan Cawapres di Pemilu 2029.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: PSI Usung Gibran-Kaesang Duet Capres-Cawapres Pilpres 2029
Indonesia
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Megawati menyampaikan penyesalannya karena saat ini sedang kunjungan kerja di UEA sehingga tidak bisa melayat Eyang Meri.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Februari 2026
Kenangan Megawati Pada Istri Mantan Kapolri Hoegeng, Selamat Jalan Tante Meri
Indonesia
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah sejumlah pejabat teras Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengundurkan diri
Frengky Aruan - Sabtu, 31 Januari 2026
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Indonesia
Temui Dubes Belanda, Wali Kota Solo Minta Artefak Museum Radya Pustaka Dikembalikan
Wali Kota Solo, Resparti Ardi, menerima kunjungan Dubes Belanda, Selasa (27/1). Ia pun mengusulkan pemulangan artefak Museum Radya Pustaka.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Temui Dubes Belanda, Wali Kota Solo Minta Artefak Museum Radya Pustaka Dikembalikan
Indonesia
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
"Reformasi bukan untuk dibatalkan secara perlahan. Reformasi harus dijaga, diperkuat, dan disempurnakan," tutur Megawati.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Januari 2026
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Bagikan