Gabungkan 3 Taman di Jaksel, Gubernur Pramono Beri Alasan Pemberian Nama Bendera Pusaka

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Agustus 2025
Gabungkan 3 Taman di Jaksel, Gubernur Pramono Beri Alasan Pemberian Nama Bendera Pusaka

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Foto: MerahPutih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggabungkan tiga taman di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yaitu Taman Leuser, Taman Langsat, dan Taman Ayodya. Nantinya taman tersebut diberi nama Taman Bendera Pusaka.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan, alasan Pemerintah DKI memberi nama Taman Bendera Pusaka tersebut. Kata dia, nama tersebut disematkan agar ada nilai sejarah Indonesia, bukan hanya sekadar sebuah taman.

"Kenapa dinamakan Taman Bendera Pusaka? Karena kami menginginkan ada taman yang tematik, apa itu tematik? Ada pesan sejarahnya," kata Pramono di kantor MUI Jakarta Selatan, Kebayoran Lama, Kamis (7/8).

"Historisnya kalau orang datang ke tempat itu mengingatkan bahwa kemerdekaan bangsa ini tidak datang tiba-tiba maka kenapa tamannya saya beri nama Taman Bendera Pusaka," lanjut dia.

Baca juga:

Gubernur Pramono akan Gabungkan 3 Taman di Blok M dengan Nama Bendera Pusaka

Ia juga ingin memberikan pesan kepada masyarakat untuk membangun bangsa Indonesia ini bukan dalam waktu yang singkat.

"Ya ini untuk memberi ruang kepada publik bahwa paham negara ini dibangun bukan dalam waktu sekejap. Ada proses sejarah panjang supaya generasi yang lebih muda itu bisa mengetahui," urainya.

Nantinya juga kata dia, Taman Bendera Pusaka akan dibangun gerai ASEAN.

"Sekaligus nanti kami akan persiapkan juga gerai atau headquarter ASEAN," tutupnya.

Baca juga:

Gubernur Pramono Bakal Groundbreaking 3 Taman Jadi Satu di Blok M pada Jumat 8 Juli 2025

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal membangun Taman Bendera Pusaka yang menggabungkan tiga taman di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yaitu Taman Leuser Taman Langsat, dan Taman Ayodya.

Pembangunan Taman Bendera Pusaka merupakan ruang terbuka hijau yang dirancang menjadi ikon kebangsaan sekaligus ruang publik ramah keluarga.

Dengan luas hampir enam hektare, nantinya taman ini akan menyediakan berbagai fasilitas publik seperti jalur lari (jogging track), taman bermain anak, ruang serbaguna, dan amphitheater terbuka untuk pertunjukan seni dan budaya.

Baca juga:

Gubernur Pramono Bakal Bangun Arena Padel di Taman Langsat, Warga Disuruh Bawa Alat Sendiri

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, di Taman Langsat nantinya akan dibangun lapangan olahraga yang tengah populer padel. Lapangan padel tersebut tak dikenakan biaya sepeserpun atau gratis kepada masyarakat.

"Bahkan nanti di Taman Langsat selain jogging track kita bangun juga sarana olahraga seperti tenis, padle, kemudian yang lainnya. Yang sepenuhnya gratis," kata Pramono Anung di kantor MUI Jakarta Selatan, Kamis (7/8).

Adapun rencana groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Taman Bendera Pusaka akan dilaksanakan pada Jumat (8/8). Nantinya groundbreaking akan diresmikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Asp)

#Pemprov DKI Jakarta #Gubernur DKI Jakarta #Pramono Anung #Taman Bendera Pusaka #Ruang Terbuka Hijau
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Dinkes DKI Jakarta telah diinstruksi untuk membantu penanganan warga yang mengeluhkan gangguan pernapasan akibat udara Jakarta yang tak baik.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ungkap Kualitas Udara Jakarta Buruk dalam 3 Hari
Indonesia
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Pemprov DKI masih berupaya menekan angka gini ratio di Jakarta yang sebesar 0,435. Angka ketimpangan ini masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi Jakarta untuk diselesaikan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Indonesia
Penerima Beasiswa LPDP Jakarta Bisa Kuliah di Kampus Top Dunia
Pramono memiliki keinginan agar para peserta LPDP ala Jakarta tak hanya belajar mata kuliah yang umum tetapi juga belajar keterampilan yang dibutuhkan saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Penerima Beasiswa LPDP Jakarta Bisa Kuliah di Kampus Top Dunia
Indonesia
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
PAM Jaya meraih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta Bidang Kearsipan 2026 dengan predikat AA atau Sangat Memuaskan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
Indonesia
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Para pencari kerja bisa memanfaatkan bursa kerja itu mendapatkan pekerjaan, meningkatkan keterampilan, hingga mengembangkan karier.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Gubernur Pramono Ajak Warga Manfaatkan Bursa Kerja Expo 2026, Ada Ribuan Lowongan Kerja
Indonesia
Tarif Transjakarta Naik Mulai Januari 2027, Pramono Belum Umumkan Besarannya
Tarif Transjakarta bakal naik mulai 1 Januari 2027. Lalu, ada enam golongan masyarakat yang bisa naik gratis.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Tarif Transjakarta Naik Mulai Januari 2027, Pramono Belum Umumkan Besarannya
Indonesia
Beasiswa LPDP Perdana Jakarta Bakal Diberikan ke 75 Mahasiswa di 2027, Yuk Segera Daftar!
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta menjalankan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang menjangkau sekitar 700 ribu peserta didik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Beasiswa LPDP Perdana Jakarta Bakal Diberikan ke 75 Mahasiswa di 2027, Yuk Segera Daftar!
Indonesia
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Bank Jakarta menyiapkan Rp 5,87 triliun untuk proyek strategis DKI. Hal ini melalui kerja sama dengan BUMD, BUMN, hingga perangkat daerah DKI Jakarta.
Soffi Amira - Selasa, 13 Oktober 2026
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Indonesia
Pramono Belum Berani Hapus Ganjil-Genap DKI, Tunggu MRT Kota Tua Selesai
Gubernur DKI Pramono Anung tunda keputusan ganjil-genap hingga proyek MRT Kota Tua tuntas. Simak kajian Pemprov DKI terkait aturan lalu lintas Jakarta!
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Oktober 2026
Pramono Belum Berani Hapus Ganjil-Genap DKI, Tunggu MRT Kota Tua Selesai
Indonesia
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta dan PAM Jaya bakal IPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Pemprov tetap memegang saham mayoritas.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bagikan