Media Sosial

Fitur Sensitive Content Instagram Dikritik Menghalangi Kreativitas Pengguna

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Juli 2021
Fitur Sensitive Content Instagram Dikritik Menghalangi Kreativitas Pengguna

Fitur Sensitive Content Instagram mendorong adanya pro dan kontra dari pengguna. (Foto: Unsplah/Alexander Shatov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

FITUR sensitive content yang ada di Instagram mendorong adanya pro dan kontra dari pengguna. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengatur jenis konten yang ingin dilihat pada bagian explore, secara khusus untuk konten yang memuat unsur seksual dan kekerasan.

Pihak Instagram sering mendapatkan keluhan dari pengguna mengenai adanya konten yang bersifat sensitif pada Explore mereka. Fitur ini dirasa efisien untuk membuat para penggunanya nyaman saat mengakses konten. Karena pengguna akan punya kontrol untuk menghindari konten dengan muatan sensitif.

Baca juga:

Instagram Perbarui Sistem Keamanannya dan Uji Coba Fitur Bagikan Ulang

Namun, pemberlakuan fitur sensitive content dinilai merugikan oleh sebagian pengguna Instagram. Sebab Instagram hanya memberikan tiga opsi terkait pengaturannya. Termasuk allow, limit, dan limit even more.

Jika opsi allow dipilih maka Instagram menilai bahwa pengguna ingin dan menyajikan konten sensitif. Sedangkan jika pengguna memilih opsi limit, maka Instagram akan membatasi munculnya konten sensitif.

Namun, jika pengguna memilih opsi limit even more, Instagram tidak akan memunculkan konten yang dinilai mengandung unsur sensitif.

Fitur Sensitive Content Instagram Dikritik Menghalangi Kreativitas Pengguna
Instagram memberikan beberapa opsi bagi pengguna. (Foto: Instagram)

Tetapi beberapa kreator mengatakan bahwa fitur ini memiliki proses filter yang buruk. Sebab, fitur ini memblokir beberapa unggahan pengguna, baik unggahan di feeds maupun di Instagram Story. Beberapa kreator mengimbau para pengikutnya untuk menonaktifkan filter ini, sehingga mereka dapat mengakses konten yang diunggah sang kreator.

Baca juga:

Manfaatkan Fitur Instagram Locations untuk Review Jujur

Melansir The Verge, Phillip Miner, seniman dan pencipta majalah Queer Hobby merupakan salah satunya. Ia merasa bahwa fitur milik Instagram ini bukan membantu pengguna, sebab fitur ini justru mempersulit pengguna untuk memperoleh konten yang diinginkannya.

Tak hanya itu, fitur ini juga dianggap merugikan berbagai komunitas. Salah satunya komunitas seni, para seniman tato misalnya. Phillip Miner menambahkan, bahwa seharusnya fitur ini memblokir konten yang dinilai merugikan orang banyak, dan bukan membatasi orang lain untuk berkarya.

Fitur Sensitive Content Instagram Dikritik Menghalangi Kreativitas Pengguna
Fitur Sensitive Content pada Instagram. (Foto: Instagram)

Menjawab kekhawatiran tersebut, Instagram menjelaskan bahwa kreator tidak perlu khawatir. Sebab Instagram telah mengatur segala proses pemfilteran konten yang akan disesuaikan dengan opsi yang dipilih pengguna.

Selain itu, fitur ini tidak akan berpengaruh dengan apa yang akan dilihat pengguna di feeds maupun Instagram Story. Dengan kata lain, Instagram akan tetap menampilkan unggahan dari orang lain yang telah diikuti pengguna. Fitur ini hanya akan mengatur jenis konten pada explore dan IGTV. (cit)

Baca juga:

Ini Cara Hapus Instagram Search History dan Search Suggestions

#Media Sosial #Instagram
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Foto 80an Viral di Instagram, Begini Cara Membuatnya di ChatGPT
Simak cara buat foto 80an di ChatGPT dengan gaya retro. Ikuti langkahnya dan ubah foto biasa menjadi potret vintage yang viral di Instagram plus prompt 80an
ImanK - Rabu, 09 September 2026
Foto 80an Viral di Instagram, Begini Cara Membuatnya di ChatGPT
Dunia
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Efektivitas larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia menjadi pertanyaan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Dunia
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
Selandia Baru telah mengkaji rencana pelarangan media sosial selama lebih dari setahun.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
ShowBiz
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Pertumbuhan pendengar podcast di Indonesia menunjukkan potensi yang besar.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Dunia
Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Persidangan ini akan menguji tuduhan empat negara bagian tersebut bahwa Meta merancang Facebook dan Instagram agar bersifat adiktif bagi anak-anak dan remaja.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
 Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Fun
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Instagram memperbarui logo teks setelah sekitar 10 tahun. Desain baru tampil lebih bersih dan modern, dengan bentuk huruf yang menyerupai tulisan tangan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Indonesia
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Kualitas panggilan video ditingkatkan melalui fitur QuickHD yang memungkinkan video berkualitas tinggi ditampilkan sejak awal panggilan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Sejumlah platform media sosial dikenakan pajak baru oleh Komdigi. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Olahraga
Viral! Cristiano Ronaldo Diduga Like Unggahan FIFA Bantu Argentina ke Final Piala Dunia 2026
Cristiano Ronaldo terlihat menyukai unggahan Instagram, yang menuduh FIFA membantu Argentina ke final Piala Dunia 2026.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
Viral! Cristiano Ronaldo Diduga Like Unggahan FIFA Bantu Argentina ke Final Piala Dunia 2026
Bagikan