Hobi

Finch Sitting, Olahraga Santuy Menghitung Kicauan Burung

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 19 September 2021
Finch Sitting, Olahraga Santuy Menghitung Kicauan Burung

Lomba mendengarkan cicitan burung. (instagram Waterhoek.feesten)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

OLAHRAGA biasanya dikaitkan dengan keterampilan dan kegigihan, baik fisik maupun mental. Namun, dalam vinkensport atau vinkenzetting , olahraga hewan tradisional yang dipraktikkan di wilayah Flanders yang berbahasa Belanda, semuanya tentang duduk dan mendengarkan burung berkicau.

Saat lomba hendak dimulai, kandang-kandang kecil berjejer dalam barisan, terpisah sekitar enam kaki di jalan. Di dalam setiap kotak, ada seekor chaffinch jantan yang bertugas menghasilkan panggilan burung sebanyak mungkin dalam 1 jam. Dengan hanya duduk di depan sangkar kayu, pemiliknya, para vinkenier (finchers), akan menghitung nyanyian burung dengan kapur di batang kayu besar. Setiap garis kapur mewakili satu panggilan burung lengkap yang berakhir dengan ciri khas yang dikenal sebagai susk-e-wiet. Sepanjang lomba, juri berjalan di sepanjang deretan kandang untuk memastikan tidak ada yang curang. Chaffinch dengan panggilan burung terbanyak 1 satu jam dinyatakan sebagai pemenang.

BACA JUGA:

Rumah Pohon 'Winnie the Pooh' Ada di Dunia Nyata

Vinkensport adalah olahraga yang sangat pasif, beberapa orang bahkan akan menyebutnya membosankan, tapi sangat menenangkan. Vinkenzetting dapat ditelusuri kembali ke akhir abad ke-16, ketika dokumen sejarah pertama kali menyebutnya sebagai olahraga di kalangan pedagang Flemish. Pada abad ke-19, popularitas olahraga telah berkurang jauh. Namun, untuk beberapa alasan, olahraga santai ini bangkit setelah Perang Dunia I. Pada 2007, ada lebih dari 13.000 vinkenier yang berkembang biak. Bahkan sampai 10 ribu burung setiap tahun.

finch sitting
Hanya perlu duduk dan menghitung kicauan burung. (foto: Instagram @harelbeke)

Namun, aktivis hewan telah mengecam vinkeniers karena menyimpan chaffinch di kandang gelap kecil untuk hiburan mereka sendiri. Mereka juga dituduh 'mencuci otak' burung-burung agar bernyanyi lebih sering daripada biasanya, dengan hanya memainkan rekaman ciictan burung. Juara vinkensport dilaporkan dapat menghasilkan lebih dari 1.000 panggilan burung dalam 1 jam.

Meski demikian, kecurangan dalam vinkensport amat mungkin terjadi. Sebagai contoh, pemilik salah satu chaffinch yang berhasil menghasilkan rekor 1.278 cicitan dalam 1 jam dituduh curang dengan memberi burungnya testosteron. Di lain waktu, seekor burung berhasil menghasilkan jumlah yang tepat dari panggilan burung dalam tiga putaran kompetisi. Namun, ketika sangkar dibuka, bukan burung yang ada di dalamnya. Hanya sebuah pemutar cakram padat.(jhn)

BACA JUGA:

Nicola Gentile si 'Hobbit' Dunia Nyata dari Italia

#Unik #Berita Unik #Hobi #Gaya Hidup
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
CRYBABY Berubah Jadi Ikon Nusantara, POP MART Hadirkan Edisi Khusus Indonesia
POP MART merayakan dua tahun di Indonesia lewat CRYBABY Indonesia Limited Edition yang terinspirasi alam, budaya, dan kehidupan pesisir Tanah Air.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
CRYBABY Berubah Jadi Ikon Nusantara, POP MART Hadirkan Edisi Khusus Indonesia
Dunia
Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Orang tersebut, yang tidak disebutkan namanya, akhirnya didenda 50.000 kroner (sekitar Rp 93,5 juta) atas insiden tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
 Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Fun
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Secara sepintas, tampilannya menyerupai tongkat atau kail berukuran besar dengan lengkungan alami yang hampir membentuk huruf 'U'.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Fun
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Bayi bernama Muhammad MBG Subianto viral di media sosial. Namanya dinilai unik dan akrab di telinga masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Lifestyle
Pilot Air Canada Terbang Selama Bertahun-Tahun dengan Lisensi Palsu
Ia telah menerbangkan puluhan ribu penumpang selama hampir 17 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
 Pilot Air Canada Terbang Selama Bertahun-Tahun dengan Lisensi Palsu
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Lifestyle
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Ikan sapu-sapu ternyata berbahaya jika dilepas ke alam liar. Simak dampak, cara penanganan, dan ancaman hukumnya di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Fun
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Minat pelihara ular meningkat. Ball python jadi pilihan pemula karena jinak, mudah dirawat, dan minim risiko gigitan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Lifestyle
Wujudkan Destinasi Lifestyle dan Hunian Dinamis di Penyangga Ibu Kota, Summarecon Serpong Memperluas Konektivitas lewat Jaringan MRT
Di masa depan, kawasan ini diharapkan dapat terintegrasi dengan jaringan MRT yang menghubungkan sejumlah kawasan di Jakarta Barat dan Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Maret 2026
Wujudkan Destinasi Lifestyle dan Hunian Dinamis di Penyangga Ibu Kota, Summarecon Serpong Memperluas Konektivitas lewat Jaringan MRT
Bagikan