Fenomena Artis Nyaleg, Apa Untungnya Buat Partai Politik?
Pengamat Politik Ujang Komarudin (Foto: Screenshot youtube/soksitv)
MerahPutih.Com - Banyaknya artis yang dicalonkan parpol sebagai anggota legislatif menjadi fenomena tersendiri di Pileg 2019.
Terhitung, kurang lebih 50 orang artis terdaftar sebagai bacaleg untuk pemilihan legislatif 2019.
Tentunya, fenomena ini tidak terjadi dengan sendirinya tanpa tujuan dan kepentingan.
Menilai hal tersebut, pengamat politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, pengaruh artis tentu sangat besar bagi peningkatan suara parpol.
Apalagi, sistem penghitungan suara saat ini menggunakan metode sainte lague murni, peran orang terkenal seperti artis tentu sangat dibutuhkan.
"Sangat penting menempatkan artis, orang yang berduit dan berpengaruh," kata Ujang saat dimintai keterangannya, Jumat (20/7).
Metode inilah yang dimanfaatkan sejumlah parpol untuk mengatrol perolehan suara di dapil masing-masing.
"Karena metode penghitungan suara sekarang sainte lague, katakanlah bahwa partai yang menang akan mendapatkan kursi yang banyak logika sederhananya begitu, berbeda dengan yang sebelumnya, artinya menempatkan artis untuk mengatrol suara sangat penting," pungkas Ujang Komarudin.(Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Penasaran dengan Kelas Poligami, Sandi Berseloroh Akan Ajak Istrinya
Bagikan
Berita Terkait
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu