Fauka Noor Farid Disebut Aktor Kerusuhan, Pengamat: Harus Dibuka ke Publik Agar Tak Jadi Fitnah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 11 Juni 2019
Fauka Noor Farid Disebut Aktor Kerusuhan, Pengamat: Harus Dibuka ke Publik Agar Tak Jadi Fitnah

Fauka Noor Farid (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Dugaan keterlibatan eks anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid dalam kasus kerusuhan 21-22 Maret lalu dinilai belum jelas. Pasalnya, segala isu yang berkembang hanya berdasarkan asumsi.

Pengamat Intelijen, Stanislaus Riyanta menilai Polri harus membuktikan isu yang berkembang itu agar tak menjadi bola liar.

"Polri harus mengungkap dari aktor lapangan. Karena yang sudah diamankan aktor lapangan yang punya bukti. Seperti bentuk serangan, melempar ditangkap dulu baru diurai. Perintah darimana, Kemudian dibuktikan. Bisa saja asal ngaku atau asal benar. Baru dibuktikan hingga diuji di pengadilan," kata Stanislaus kepada Merahputih.com di Jakarta, Selasa (11/6).

BACA JUGA: Eks Tim Mawar Dalang 22 Mei? Wiranto: Nanti Saya Buka Seterang-terangnya

Jika sudah diuji dan ada kebenarannya, baru Fauka bisa dilihat apakah terlibat atau tidak. Karena, saat ini Polri harus berhati-hati karena ini merupakan isu yang sensitif.

"Yang penting, agar sensitifitas ini tak mengganggu kehidupan atau situasi sekarang maka apapun yang dilakukan harus sesuai kordor hukum dan fakta yang ada," jelasnya.

"Sampaikan saja fakta yang terjadi dan bukti-bukti yang ada," ungkap mahasiswa Doktoral Universitas Indonesia ini.

Stanislaus menilai, selama ini framing media cenderung menyerang salah satu pihak. Termasuk Fauka. Menurutnya, semua orang punya hak memiliki perlindungan secara hukum. "Kalau diuji di pengadilan dan terbukti terlibat ya gak masalah," jelas Stanislaus.

kerusuhan 22 mei
Menjelang malam massa aksi 22 Mei mulai melakukan pembakaran di beberapa titik di jalan MH. Thamrin, Jakarta, Kamis, (22/5/2019). Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Jika ada bukti yang menunjukkan keterlibatan seseorang, Polisi bisa memeriksanya untuk mengklatifikasi. "Harus dichek apakah ada alibinya. Semua orang jika memang memiliki indikasi terlibat,harus dibuktikan. Jika memang fitnah harus diluruskan agar tak menjau pencemaran nama baik," terang Stanislaus.

Ia memprediksi, kasus ini bisa diungkap sampai aktor intelektualnya. "Karena melihat dampaknya, lalu kasus yang kompleks, kemudian bisa menimbulkan kekacauan selama dua hari. Kalau hanya pemain jalanan kurang masuk akal. Ini pasti ada penggerak atau situasi momentum tertentu yang membuat orang bergerak bersama-sama. Ini harus dibuktikan melalui penyidikan apa yang menyebabkan seperti itu," terang dia.

Tentu harus terbuka ke masyarakat agar tak menjadi fitnah. "Karena kalau hanya sebatas aktor jalanan saja, akan menimbulkan tanda tanya," pungkas Stanislaus.

BACA JUGA: Eks Tim Mawar Diduga Dalang Kerusuhan 22 Mei, Ini Jawaban Kubu Prabowo

Seperti diketahui, nama Fauka Noor Farid hari-hari ini melejit jadi perhatian publik. Pasalnya, bekas anggota Tim Mawar, kelompok penculik aktivis pada 1997-1998, itu kini dituding sebagai salah satu dalang kerusuhan dalam unjuk rasa pada 21-22 Mei lalu.

Fauka pensiun dini sebagai letnan kolonel. Setelah itu dia tetap setia kepada Prabowo Subianto dan ikut berupaya memenangkan mantan komandannya di Koppasus itu dalam kontestasi pemilihan presiden pada 2014 dan 2019. Melalui telepon Dahlia Zein, advokat yang juga pendukung Prabowo, Sabtu, 1 Juni lalu, Majalah Tempo mewawancarai Fauka terkait tudingan yang diarahkan kepadanya. (Knu)

#Demo Rusuh #Kopassus #Makar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Anggota Tewas Tertebak di Papua, Kopassus: Bukan Oleh Sesama Anggota
Korban meninggal bukan karena ditembak sesama anggota TNI sebagaimana dikabarkan di media sosial.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Viral Anggota Tewas Tertebak di Papua, Kopassus: Bukan Oleh Sesama Anggota
Indonesia
Mantan Kopassus Dibacok Tetangga di JGC Cakung, Cekcok Renovasi Rumah Berujung Darah
Geger! Mantan anggota Kopassus dibacok tetangga di Jakarta Garden City (JGC) Cakung gara-gara cekcok proyek renovasi rumah. Simak kronologi duel berdarahnya di sini.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2026
Mantan Kopassus Dibacok Tetangga di JGC Cakung, Cekcok Renovasi Rumah Berujung Darah
Indonesia
Viral Foto Wajah Terduga Penganiaya Warga Pejompongan Tewas Saat Demo, Polda Bilang Itu AI
Polda Metro Jaya memastikan foto wajah terduga pelaku penganiayaan warga Pejompongan saat demo DPR yang viral di medsos hasil manipulasi AI
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Viral Foto Wajah Terduga Penganiaya Warga Pejompongan Tewas Saat Demo, Polda Bilang Itu AI
Indonesia
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal kericuhan Pejompongan pasca demo 27 Agustus. Warga diminta tenang dan tak termakan hoaks selagi Polda Metro Jaya usut tuntas kasus ini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar
Indonesia
DPN Peradi Desak Polri Usut Tuntas Kematian Bambang Setiyawan Saat Kericuhan di Pejompongan
Fikri meminta Polri melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, transparan, dan akuntabel
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
DPN Peradi Desak Polri Usut Tuntas Kematian Bambang Setiyawan Saat Kericuhan di Pejompongan
Indonesia
Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan
Secara total 152 anak ditangkap, 149 di antaranya merupakan laki-laki dan 3 lainnya merupakan perempuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan
Indonesia
Kawasan Slipi kembali Normal, Masyarakat Diminta tak Terprovokasi
Aktivitas warga, termasuk pengguna jalan dan kegiatan masyarakat lainnya, juga berlangsung seperti biasa.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Kawasan Slipi kembali Normal, Masyarakat Diminta tak Terprovokasi
Indonesia
Demo Jakarta Berujung Anarkis, Pemprov DKI Geram CCTV Pejompongan Dirusak Massa
Aksi demo di Jakarta berujung anarkis dengan perusakan CCTV publik di kawasan Pejompongan. Diskominfotik DKI Jakarta sangat menyayangkan insiden ini dan siap tindak tegas pelaku
Angga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2026
Demo Jakarta Berujung Anarkis, Pemprov DKI Geram CCTV Pejompongan Dirusak Massa
Berita Foto
Aksi Polisi Anti Huru-Hara Kawal Gedung DPR saat Demo 27 Agustus
Sejumlah personil kepolisian anti huru-hara berjaga saat aksi unjuk rasa 27 Agustus di Depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 27 Agustus 2026
Aksi Polisi Anti Huru-Hara Kawal Gedung DPR saat Demo 27 Agustus
Indonesia
Spektakuler! 17 Penerjun Kopassus Kibarkan Merah Putih di Langit Monas
Sebanyak 17 penerjun Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat sukses menuntaskan misi Victory Jump.
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
Spektakuler! 17 Penerjun Kopassus Kibarkan Merah Putih di Langit Monas
Bagikan