Fans K-Pop dan Pengguna TikTok Pesan Tiket Palsu di Kampanye Trump

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 22 Juni 2020
Fans K-Pop dan Pengguna TikTok Pesan Tiket Palsu di Kampanye Trump

Alhasil, banyak tempat duduk yang kosong. (Foto: The Guardian)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PARA penggemar K-Pop dan pengguna TikTok menyabotase kampanye Presiden AS Donald Trump di Tusla, Oklohoma dengan cara memesan tiket fiktif tapi tidak hadir. Ribuan bangku di Bank of Oklahoma Center ini pun terlihat kosong. Padahal tim kampanye Trump mengklaim bahwa ada satu juta pemesanan tiket di acara yang digelar pada Sabtu (20/6) malam.

Melansir laman The Verge, hal itu bermula dari cuitan kampanye Trump pada 11 Juni. Cuitan tersebut mendesak orang untuk mendaftar dengan menggunakan ponsel dan mendapatkan tiket secara gratis.

Baca juga:

Dijuluki 'The King of Hallyu', ini 5 Fakta tentang Lee Min-ho

Para penggemar K-pop kemudian membagikan informasi dan mendorong pengikut mereka untuk mendapatkan tiket. Namun, mereka malah tidak hadir di kampanye tersebut. rencana tersebut juga digunakan di TikTok dan mereka mengikuti petunjuk cara memesan tiket dari para K-popers.

Menyelenggarakan kampanye di Bank of Oklahomas, Tusla. (Foto: THR)
Menyelenggarakan kampanye di Bank of Oklahomas, Tusla. (Foto: THR)

Seorang nenek pengguna TikTok asal Iowa, Mary Jo Laupp mengunggah video di TikTok pada 11 Juni. Video tersebut berisi ajakan agar mendorong orang untuk berpura-pura memesan tiket dan tidak datang ke kampanye tersebut.

“Saya merekomendasikan kepada kita semua yang ingin melihat auditorium dengan 19 ribu kursi yang hampir tidak terisi, pesanlah tiket sekarang. Dan biarkan dia berdiri di sana sendirian di atas panggung,” kata Lauppp dalam videonya.

Baca juga:

Sheryl Sheinafia Ungkap Perasaan Terdalam di Lagu 'Okay'

Video itu pun viral dan mendapat lebih dari 700 ribu like dan ditonton dua juta kali. YouTuber Elijah Daniel mengatakan bahwa rencana sabotease itu menyebar diam-diam di sisi elit TikTok.

“K-pop Twitter dan pengguna TikTok memiliki aliansi yang baik dan membuat mereka menyebarkan informasi satu sama lain dengan sangat cepat. Mereka semua tahu algoritma dan bagaiamana mereka dapat meningkatkan video untuk mencapai yang mereka inginkan,” kata Daniel.

Hanya dihadiri oleh beberapa penonton. (Foto: SBS)
Hanya dihadiri oleh beberapa penonton. (Foto: SBS)

Pihak kampanye Trump sebelumnya mengatakan bahwa ada sekitar satu juta orang yang akan datang ke kampanye. Lokasi Bank of Oklahoma Center di Tulsa, AS ini mampu menampung 19 ribu orang. Acara itu juga sebelumnya direncanakan akan meluas hingga ke luar gedung, meskipun ada dibatalkan.

Laman Forbes mewartakan bahwa Departemen Pemadam Kebakaran Tulsa mengatakan lebih dari enam ribu orang hadir di acara itu, tetapi tim kampanye Trump menyatakan angkanya jauh lebih tinggi.

Mendengar kabar hal ini, Direktur kampanye tim, Brad Parscale, mengatakan permintaan tiket palsu tidak pernah menjadi faktor pertimbangan. Sebab, tiket itu diberikan pada siapa pun yang mendaftar terlebih dahulu.

“Kaum Kiri dan online troll melakukan perayaan kemenangan, mereka berpikir entah bagaiamana telah memengaruhi kehadiran pada acara kampanye tetapi tidak tahu apa yang mereka bicarakan atau bagaimana kampanye kami,” kata Parscale. (and)

Baca juga:

Ahli Ungkap 3 Besar Alasan Bunuh Diri

#Donald Trump
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
DPR AS meloloskan resolusi penghentian serangan ke Iran dengan dukungan anggota Partai Republik. P
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
Dunia
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Total 15 negara pernah diancam Presiden AS Donal Trump, 7 di antaranya benar-benar diserang, termasuk Iran, Irak, Suriah, Yaman, Venezuela, Nigeria, dan Somalia.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Dunia
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Oman agar tidak mencoba menguasai Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Dunia
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Terkait keinginan Iran yang mengajukan penundaan (moratorium) pengayaan uranium selama dua dekade, Donald Trump menuntut kepastian yang mutlak.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Dunia
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Selain isu nuklir, Trump menyoroti ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan global
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Dunia
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Pertemuan tingkat tinggi ini turut menghadirkan raksasa teknologi AS seperti Elon Musk (Tesla), Jensen Huang (Nvidia), dan Tim Cook (Apple)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Dunia
Xi Jinping Semprot Trump Soal Taiwan, Minta Jangan 'Main Api' Jika Tak Ingin Hubungan AS-China Terbakar
Dalam kunjungan ini, Trump membawa gerbong pengusaha kelas berat Amerika Serikat untuk memperluas ekspansi bisnis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026
Xi Jinping Semprot Trump Soal Taiwan, Minta Jangan 'Main Api' Jika Tak Ingin Hubungan AS-China Terbakar
Indonesia
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump Isu Taiwan Bisa Picu Perang Besar
Selain membahas kedaulatan wilayah, pertemuan tersebut juga menyinggung ketegangan perdagangan dan konflik di Timur Tengah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump Isu Taiwan Bisa Picu Perang Besar
Dunia
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing
Trump mengatakan, hal itu untuk menjawab pertanyaan apakah Amerika Serikat seharusnya menjual senjata kepada Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing
Indonesia
Perundingan Damai Gagal, Trump Keluarkan Ancaman Baru
Amerika Serikat akan menghancurkan siapa pun yang mendekati persediaan uranium yang diperkaya milik Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Mei 2026
Perundingan Damai Gagal, Trump Keluarkan Ancaman Baru
Bagikan