Faktor-Faktor Penyebab Kelahiran Prematur
Kenali faktor-faktor penyebab kelahiran bayi prematur (Foto: pixabay/stocksnap)
ADA sejumlah faktor yang berpotensi menyebabkan kelahiran prematur. Seperti halnya karakteristik ibu, nutrisi dan kehamilan. Hal tersebut dipaparkan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fetomaternal dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Rima Irwinda, Sp.OG(K).
Baca Juga:
Bahaya Ponsel Pada Bayi yang Baru Lahir, Berisiko Terkena Tumor Hingga Kanker!
"Ada sejumlah faktor, yakni karakteristik ibu terkait usia, kebiasaan merokok, dan kondisi psikologis ibu. Sementara faktor risiko berdasarkan karakteristik nutrisi terkait indeks massa tubuh (IMT), kenaikan berat badan selama kehamilan, kebiasaan makan, kebiasaan minum kopi, dan konsumsi suplementasi," tutur dr. Rima, seperti yang dikutip dari laman Antara.
Selain itu, Rima menambahkan, bahwa faktor risiko berdasarkan karakteristik kehamilan yaitu meliputi riwayat persalinan, riwayat punya anak kembar, masalah kesehatan selama kehamilan, dan riwayat pemeriksaan USG.
Menurut Rima, hal utama yang perlu dilakukan, yaitu memberikan edukasi untuk mendukung kehamilan yang sehat, konsultasi kepada ahlinya, serta menekankan pentingnya mengetahui faktor risiko kelahiran prematur.
"Riwayat kelahiran bisa meningkatkan risiko prematur bagi ibu yang memiliki riwayat abortus (1,9 kali lebih berisiko), riwayat persalinan prematur (3 kali lebih berisiko), dan riwayat persalinan sesar (2,9 kali lebih berisiko)," jelas Rima.
Baca Juga:
Kemudian, faktor lainnya bisa disebabkan usia ibu melahirkan kurang dari 19 tahun atau lebih dari 35 tahun. Tak hanya itu, stres maternal yang dialami ibu, dan jumlah cairan ketuban yang tidak normal, juga bisa meningkatkan risiko preterm.
Untuk menurunkan risiko kelahiran prematur, dr. Rima menjelaskan hal itu bisa dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi lewat suplementasi Omega 3, Zinc, Vitamin D3, atau multi-mikronutrien.
Berdasarkan riset dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1 dari 10 anak lahir prematur, dan tahunnya diperkirakan ada 15 juta anak di seluruh dunia lahir sebelum waktunya.
Sedangkan di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2019, menunjukan bahwa 84 persen kematian pada anak yang baru lahir di Indonesia, disebabkan oleh kelahiran prematur. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Puan Soroti Kematian Ibu Hamil Usai Ditolak 4 RS di Jayapura, Minta Evaluasi Total Layanan Kesehatan 3T
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo