Evakuasi Puluhan WNI Dari Iran Melalui Kota Baku di Azerbaijan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Maret 2026
Evakuasi Puluhan WNI Dari Iran Melalui Kota Baku di Azerbaijan

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono berbicara kepada awak media usai menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). (ANTARA/Nabil Ihsan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia gerak cepat dalam merespon konflik Amerika Serikat-Israel melawan Iran semakin memanas.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono telah mempersiapkan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran dan menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran tentang rencana tersebut.

"Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi," ujar Sugiono ditulis Rabu (4/3).

Sebagai tahap awal, KBRI di Teheran sudah memastikan setidaknya ada 15 WNI yang siap dievakuasi. Hanya saja proses evakuasi dilakukan melalui Kota Baku di Azerbaijan.

Baca juga:

Bocah SD Jadi Korban, China Sebut Serangan Militer AS-Israel ke Iran Langgar Hukum Internasional

"Evakuasi dari Teheran itu mereka harus di bawa ke Baku (Azerbaijan). Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan darat," katanya.

Ia menjelaskan, tidak semua WNI di wilayah terdampak konflik memilih untuk meninggalkan Iran. Pemerintah menghormati keputusan masing-masing warga. Namun, bagi mereka yang merasa perlu untuk kembali ke Tanah Air, negara memastikan prosesnya difasilitasi.

"Perlu diketahui dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut," ucapnya.

Evakuasi akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan. Pemerintah terus memantau perkembangan terbaru, mengingat kondisi kawasan yang dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Sugiono mengakui, situasi ke depan masih sulit diprediksi. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci. Arahan Presiden agar seluruh jajaran pemerintah bersiap menghadapi segala kemungkinan.

"Saya kira situasi ke depan masih akan terus berkembang, kita akan melihat apa yang akan terjadi. Tapi tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apapun yang akan terjadi kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan," katanya.

Di tengah upaya perlindungan WNI, diplomasi tetap berjalan. Sugiono mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran. Dalam percakapan tersebut, Iran menjelaskan posisinya terkait perkembangan terakhir.

Indonesia, kata Sugiono, menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan yang sebelumnya berlangsung dan berujung pada peningkatan eskalasi.

Pemerintah juga menegaskan kembali prinsip penghormatan terhadap integritas dan kedaulatan wilayah setiap negara.

Tak hanya itu, Indonesia mendorong semua pihak untuk kembali ke meja perundingan. Bahkan, atas arahan Presiden, Indonesia menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mediator guna membantu meredakan ketegangan.

"Yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut," ucap Sugiono. (Asp)

#Iran #Perang #Kemenlu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Indonesia
Diplomat Karir Kembali Kuasai Kemenlu
Arrmanatha merupakan diplomat karier Kementerian Luar Negeri yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Diplomat Karir Kembali Kuasai Kemenlu
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Indonesia Tekan Perjanjian Bebas Visa dengan 3 Negara
Perjanjian tersebut mulai berlaku setelah Menteri Luar Negeri Sugiono menandatangani pakta perjanjian dengan ketiga negara.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Tekan Perjanjian Bebas Visa dengan 3 Negara
Indonesia
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Delegasi Indonesia juga akan memanfaatkan momentum Sidang Majelis Umum PBB tahun ini untuk meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029—2030.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Bagikan