Epilepsi, Penyakit Kejang Berulang
Epilepsi merupakan kondisi dengan kejang berulang.(foto: pexels-miriam-alonso)
MERAHPUTIH.COM - GANGGUAN aktivitas listrik di otak menjadi penyebab terjadinya kejang berulang pada sebagian atau seluruh tubuh yang disebut epilepsi. Seperti dilansir Alodokter, seseorang dinyatakan menderita epilepsi jika pernah mengalami kejang lebih dari satu kali tanpa penyebab yang jelas. Epilepsi bisa diidap semua kelompok usia. Namun, biasanya kondisi ini dimulai saat masih anak-anak atau saat berusia lebih dari 60 tahun
Gelaja utama epilepsi ialah kejang. Pada penderita epilepsi, ada dua jenis kejang yang bisa terjadi, yaitu kejang total dan kejang parsial. Gejala yang menyertai kejang juga dapat bervariasi sesuai tipenya.
Baca juga:
Belum diketahui secara pasti hal yang menyebabkan epilepsi. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang diduga dapat memengaruhi pola aktivitas listrik otak, yaitu cedera kepala, meningitis, dan cerebral palsy.
Selain itu, ada beberapa faktor yang juga dapat meningkatkan risiko seseorang terserang epilepsi, yaitu riwayat epilepsi pada keluarga (faktor genetik), stroke, dan demensia.
Epilepsi tidak dapat disembuhkan secara total. Meski demikian, dokter dapat memberikan obat antikejang untuk mengurangi frekuensi kejang. Jika pemberian obat-obatan tidak cukup efektif, dokter dapat merekomendasikan operasi.
Penderita gangguan kesehatan tertentu dapat menurunkan risiko terkena epilepsi dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga, dan tidak merokok. Sementara itu, pada ibu hamil, rutin memeriksakan kandungan bisa mengurangi risiko terjadinya epilepsi pada bayi setelah dilahirkan.(*)
Baca juga:
11 Langkah Menolong Penderita Epilepsi yang Kambuh dan Kejang
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya