Empat Bulan Rp9,4 Miliar, Pulau Komodo Sumbangan Devisa Tertinggi KLHK

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 23 Mei 2018
Empat Bulan Rp9,4 Miliar, Pulau Komodo Sumbangan Devisa Tertinggi KLHK

Ilustrasi. (Instagram ezytravel)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Taman Nasional Komodo yang memiliki 40 titik selam kembali membuktikan diri sebagai incaran utama wisatawan asing. Hanya dalam waktu empat bulan hingga April 2018, Wisata Pulau Komodo berhasil menyumbang devisi negara mencapai Rp9,4 miliar.

Capaian ini menempatkan destinasi wisata komodo sebagai penyumbang devisa tertinggi di lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Pendapatan berupa penerimaan negara bukan pajak dari wisata Komodo selama empat bulan pertama di 2018 mencapai lebih dari Rp9,4 miliar, didominasi penjualan tiket wisata," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo Dwi Putro Sugiarto di Kupang, Rabu (23/5).

Menurut Dwi, pendapatan diperoleh dari sektor wisata berupa pembelian tiket masuk, treking, berselancar, dan menyelam. Terdapat pula sumbangan dari sektor non wisata berupa penyewaan tanah, gedung, dan bangunan, di dalam kawasan wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba itu.

Komodo
Komodo (Varanus komodoensis), habitat asli Pulau Komodo. Foto: KPA.or.id

Pendapatan itu diperoleh seiring dengan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional itu yang terus membludak.

Balai TN Komodo mencatat jumlah kunjungan wisatawan dari Januari-April 2018 mencapai 45.630 orang, di antaranya, wisatawan asing 27.550 orang dan domestik 18.080 orang.

Pada tahun 2017, hasil penerimaan negara bukan pajak dari wisata Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai barat, Pulai Flores ini tercatat mencapai sekitar Rp29,1 miliar.

Zonanisasi Taman Nasional Komodo

Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budhy Kurniawan menjelaskan 40 titik selam itu merupakan bagian dari zonanisasi di Taman Nasional Komodo. Dilaporkan Antara, pembagian itu mulai dari Zona Inti, Zona Rimba, Zona Perlindungan Bahari, Zona Pemanfaatan Wisatawan Daratan, Zona Pemanfaatan Wisata Bahari, Zona Khusus Permukiman, serta Zona Khusus Pelagis.

Komodo
Wisata Pulau Komodo. Foto:
KSMTour.com

“Pembagian zona itu sudah sangat jelas. Semuanya sudah diatur. Di mana nelayan boleh atau tidaknya melakukan aktivitas memancing di kawasan Taman Nasional Komodo. Pada Zona Inti contohnya, dalam penjelasannya tertulis, zona ini memiliki luas 34.311 hektare dan merupakan zona yang mutlak dilindungi.

"Di dalamnya tidak diperbolehkan ada perubahan apapun oleh aktivitas manusia, kecuali yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, pendidikan dan penelitian,” papar Budhy.

Lalu terdapat Zona Perlindungan Bahari. Zona ini memiliki luas 36.308 hektare. Zona ini merupakan daerah dari garis pantai sampai 500 meter ke arah luar. Dari garis isodepth 20 meter di sekeliling batas karang dan pulau, kecuali pada zona pemanfaatan tradisional bahari. Di zona ini tidak boleh ada kegiatan pengambilan hasil laut, seperti halnya pada zona inti. Kecuali, kegiatan wisata alam terbatas.

“Namun, nelayan masih bisa memancing secara legal. Yaitu di Zona Pemanfaatan Tradisional Bahari. Zona ini memiliki luas 17.308 hektare. Dalam Zona Pemanfaatan, masyarakat bisa melakukan kegiatan untuk mengakomodasi kebutuhan dasar penduduk asli. Tapi, sesuai izin hak khusus pemanfaatan oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo. Pada zona ini dapat dilakukan pengambilan hasil laut dengan alat yang ramah lingkunga,” tandas dia. (*)

#Pulau Komodo #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Travel
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Kapal ini berangkat dari Belfast pada Oktober 2024 untuk melakukan pelayaran berkelanjutan keliling dunia.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Infografis
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
MPpeeps jiwa petualang pasti merasa puas jika mengunjungi destinasi wisata unik yang ada di seluruh dunia!
Rezita Kesuma - Senin, 26 Oktober 2026
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Indonesia
Pariwisata Labuan Bajo Berangsur Pulih Usai Gempa, Taman Nasional Komodo Tetap Buka
Aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), berangsur kembali normal setelah wilayah tersebut diguncang gempa.
Yusuf Abdillah - Senin, 24 Agustus 2026
Pariwisata Labuan Bajo Berangsur Pulih Usai Gempa, Taman Nasional Komodo Tetap Buka
Lifestyle
Michelle Monaghan Takjub Pertama Kali Lihat Komodo Saat Perjalanannya ke Indonesia
Robert De Niro, kata Monaghan, langsung memberikan saran kepadanya untuk segera kembali berlibur ke Indonesia supaya bisa melihat komodo.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Michelle Monaghan Takjub Pertama Kali Lihat Komodo Saat Perjalanannya ke Indonesia
Bagikan