Empat Alasan Ahok Menjadi "Common Enemy"

Luhung SaptoLuhung Sapto - Selasa, 04 Oktober 2016
Empat Alasan Ahok Menjadi

Hasil Temuan dan Analisis Survei Nasional Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, di Gedung LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10). (Foto: MerahPutih/Yohanes Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Megapolitan - Calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi common enemy (musuh bersama) lawan-lawan politiknya sejak Maret 2016 silam. Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengatakan ada empat alasan yang mendukung hal itu. 

Menurut Adjie, sebelumnya elektabilitas Ahok selalu mengungguli lawan-lawannya dalam berbagai survei. Akan tetapi, berdasarkan data yang dihimpun melalui riset kualitatif elektabilitas Ahok terus merosot. 

"Pertama adalah akibat isu kebijakan yang tak disukai. Kebijakan Ahok terkait penggusuran beberapa wilayah seperti Kampung Pulo, Kalijodo, Pasar Ikan, Kampung Luar Batang, dan kebijakan reklamasi teluk membuat elektabilitasnya merosot," kata Adjie dalam paparan di Gedung LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10).

Adjie menambahkan dua kebijakan ini (penggusuran dan reklamasi) menimbulkan kubu yang pro maupun kontra Ahok. Kebijakan ini membuat Ahok tidak populer di kalangan wong cilik, yang acapkali menjadi korban.

"Aneka gerakan civil society di bidang terkait ikut membesarkan sentimen anti ahok," tuturnya.

"Kedua, isu personality. Karakter Ahok yang kasar dan suka memaki orang di publik dianggap bukanlah tipe pemimpin yang layak ditiru atau ditonton anak-anak," katanya.

Menurut Adjie, jika menang dengan karakter seperti itu, Ahok akan ditiru. Belum lagi sikapnya yang dinilai tidak konsisten.

Adjie menjelaskan sikap Ahok tidak konsisten. Suatu ketika Ahok mencerca partai politik dan hanya ingin maju melalui jalur independen. Akan tetapi, belakangan Ahok malah berjuang mencari dukungan partai politik.

Ketiga, isu primordial. Hasil riset LSI (Lingkaran Survei Indonesia) menyebutkan terdapat sekitar 40 persen pemilih Muslim DKI tidak bersedia dipimpin oleh pemimpin yang non Muslim. Mereka berupaya agar Ahok tidak terpilih sebagai bagian dari girah agama," tandasnya.

Dan keempat, kehadiran Agus Harimurti dan Anies Baswedan dapat merebut pemilih yang dulunya pro Ahok atau ragu-ragu. 

“Namun banyak success story Ahok yang juga dipuji. Kali jakarta yang bersih, hadirnya pasukan oranye yang sigap benahi lingkungan, keberanian Ahok melawan sisi gelap politik tetap diapresiasi. Success story itu yang membuat dukungan Ahok masih nomor satu walau sudah merosot drastis,” jelas Adjie. 

Sementara Agus dan Anies saling bersaing ketat di posisi nomor 2 dan 3. Keduanya berada di posisi kedua karena selisih margin of error saja (selisih dukungan di antara mereka lebih kecil dari margin of error 4.8 persen). Menurutnya, Agus disukai generasi muda dan kau Hawa sehingga bisa memberikan kejutan. 

Sebagai kesimpulan, LSI menggarisbawahi bahwa Ahok hanya bisa menang jika ia membuat gebrakan baru. Tanpa hal itu, jika Pilkada digelar hari ini Ahok diyakini sudah kalah karena tren menunjukkan Ahok tak lagi sekuat dulu. (Abi)

BACA JUGA:

  1. Survei LSI: Elektabilitas Ahok Menurun
  2. M. Taufik Minta Jokowi Tegur Ahok Soal Tax Amnesty
  3. Dituduh Ahok Sebagai Pengemplang Pajak, Sandi Ogah Komentar
  4. Ahok Bantah Pernyataan Anies Baswedan
  5. Pengamat: Ahok Tidak Perlu Mengubah Karakternya
#Pilgub DKI 2017 #Basuki Tjahaja Purnama
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pengamat Nilai Kesaksian Ahok Bongkar Borok Tata Kelola Pertamina 2013-2024, Kejaksaan Harus Tindaklanjuti
Sejauh ini, tim penyidik Jampidsus Kejagung menetapkan 18 tersangka yang berasal dari jajaran petinggi BUMN, perusahaan rekanan, hingga pengusaha swasta kenamaan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 01 Februari 2026
Pengamat Nilai Kesaksian Ahok Bongkar Borok Tata Kelola Pertamina 2013-2024, Kejaksaan Harus Tindaklanjuti
Indonesia
Ahok 'Nyanyi' di Sidang Tipikor Dugaan Korupsi Pertamina, Sebut Laporan BPK dan BPKP Bersih dari Penyimpangan
Dalam kesempatan tersebut, Ahok juga merespons dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang menyebut adanya kerugian negara fantastis mencapai Rp285 triliun
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Januari 2026
Ahok 'Nyanyi' di Sidang Tipikor Dugaan Korupsi Pertamina, Sebut Laporan BPK dan BPKP Bersih dari Penyimpangan
Indonesia
Candaan Ahok Pecahkan Suasana Sidang Korupsi Pertamina yang Tegang
Negara diperkirakan menanggung kerugian total mencapai Rp285,18 triliun
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Januari 2026
Candaan Ahok Pecahkan Suasana Sidang Korupsi Pertamina yang Tegang
Indonesia
Gubernur DKI Jakarta Pramono Tanggapi Pernyataan Ahok Monas akan Kebanjiran jika Tanggul Laut Mutiara Jebol
Pramono berharap hal itu tak terjadi.
Dwi Astarini - Minggu, 16 November 2025
Gubernur DKI Jakarta Pramono Tanggapi Pernyataan Ahok Monas akan Kebanjiran jika Tanggul Laut Mutiara Jebol
Indonesia
Tersangka Sebut Ahok Terlibat Korupsi LNG Pertamina, Ini Reaksi KPK
Nama Ahok diseret-seret oleh tersangka mantan Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Wisnu Cipto - Jumat, 26 September 2025
Tersangka Sebut Ahok Terlibat Korupsi LNG Pertamina, Ini Reaksi KPK
Indonesia
Belum Tertarik Jabat Komisaris BUMD DKI, Ahok: Enakan Begini, Free Man
Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merombak struktur dewan pengawas dan komisaris BUMD dan mengangkat sejumlah orang dekatnya.
Frengky Aruan - Kamis, 21 Agustus 2025
Belum Tertarik Jabat Komisaris BUMD DKI, Ahok: Enakan Begini, Free Man
Indonesia
Bertemu Gubernur Pramono, Ahok Ngobrol soal Pajak Bumi dan Bangunan
Ahok singgung soal polemik yang kerap muncul terkait PBB sejak masa kepemimpinannya.
Frengky Aruan - Rabu, 20 Agustus 2025
Bertemu Gubernur Pramono, Ahok Ngobrol soal Pajak Bumi dan Bangunan
Indonesia
Tak Persoalkan Tunjangan Perumahan Anggota DPR Rp 50 Juta, Ahok: Asalkan Bekerja Profesional
Ahok juga menyinggung soal uang pajak.
Frengky Aruan - Rabu, 20 Agustus 2025
Tak Persoalkan Tunjangan Perumahan Anggota DPR Rp 50 Juta, Ahok: Asalkan Bekerja Profesional
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ahok Singgung Nama Jokowi dalam Kasus Korupsi Pertamina
Mantan Komisaris Utama Pertamina, Ahok, menyinggung nama Jokowi dalam kasus korupsi Pertamina. Namun, apakah berita ini benar?
Soffi Amira - Selasa, 05 Agustus 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ahok Singgung Nama Jokowi dalam Kasus Korupsi Pertamina
Indonesia
Ahok Diperiksa soal Kasus Korupsi Lahan di Cengkareng, Sebut tak Tahu Detail
Ahok diperiksa atas kasus korupsi lahan di Cengkareng. Namun, ia mengaku tak tahu secara detail mengenai dugaan tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 12 Juni 2025
Ahok Diperiksa soal Kasus Korupsi Lahan di Cengkareng, Sebut tak Tahu Detail
Bagikan