Eminem Gugat Jenama Pakaian Pantai Australia, Swim Shady, Terdengar Seperti ‘Slim Shady’

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 18 November 2025
 Eminem Gugat Jenama Pakaian Pantai Australia, Swim Shady, Terdengar Seperti ‘Slim Shady’

Eminem. (Foto: Billboard)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — RAPPER AS Eminem mengambil tindakan hukum terhadap sebuah perusahaan perlengkapan pantai Australia bernama Swim Shady. Alasan gugatan itu yakni nama yang terlalu mirip dengan moniker panggungnya yang telah dipatenkan, Slim Shady.

Eminem, yang bernama asli Marshall B Mathers III, telah mengajukan petisi kepada Kantor Paten dan Merek Dagang AS pada September 2024. Petisi itu bertujuan membatalkan merek dagang yang telah diberikan kepada perusahaan tersebut. Berdasarkan hukum AS, perusahaan itu harus memberikan tanggapan atas petisi tersebut paling lambat minggu depan.

Pengacara sang rapper menuduh merek asal Sydney itu menciptakan ‘asosiasi palsu’ dengan Eminem. Dalam pernyataannya, dikutip BBC, Swim Shady mengatakan mereka akan membela kekayaan intelektual berharga mereka.

Badan regulator bisnis Australia menyebut nama perusahaan yang berbasis di Sydney itu terdaftar pada September 2023. Awalnya, jenama itu diluncurkan dengan nama Slim Shade. Merek itu secara resmi diluncurkan pada 2024 dan menjual payung pantai portabel, tas renang, dan aksesori pantai lainnya.

Awal tahun ini, perusahaan itu mengajukan merek dagang di AS untuk istilah ‘Swim Shady’. Pengajuan itu disetujui. Tak lama kemudian, tim Eminem mengajukan petisi untuk membatalkan merek dagang tersebut. Eminem juga mengajukan keberatan atas nama perusahaan tersebut di Australia.

Baca juga:

Eminem Buka-bukaan Soal Kemungkinan Garap Album Bareng 50 Cent


“Swim Shady merupakan perusahaan akar rumput Australia yang lahir dari keinginan untuk memproduksi peneduh matahari dan barang-barang lain yang stylish dan efektif untuk melindungi dari teriknya matahari Australia,” kata perusahaan itu, seraya menambahkan bahwa mereka tidak dapat berkomentar lebih jauh karena kasus hukum sedang berlangsung.

Dokumen pengadilan menunjukkan Eminem mendaftarkan merek dagang Slim Shady pada 1999 di AS bersamaan dengan perilisan album eponimnya. Namun, ia baru mengajukan merek dagang Slim Shady di Australia pada Januari 2025. Eminem, yang kini berusia 53 tahun, melejit pada 2000 lewat perilisan single hit The Real Slim Shady, yang membuatnya memenangi Grammy untuk penampilan rap solo terbaik.

Para pengacaranya mengatakan nama tersebut telah menjadi ‘unik dan terkenal’ serta secara eksklusif diasosiasikan dengan karier rapnya. Firma spesialis kekayaan intelektual Meyer West IP yang berbasis di Sydney tercatat sebagai perwakilan hukum Swim Shady.

Dalam kasus serupa, pada tahun lalu, pengadilan Australia membatalkan putusan yang menyatakan bintang pop AS Katy Perry melanggar merek dagang desainer Australia Katie Perry. Sang desainer Australia menjual pakaian menggunakan nama lahirnya dan menuduh penyanyi California Girls itu melakukan pelanggaran merek dagang ketika menjual merchandise selama tur Australianya pada 2014.(dwi)

Baca juga:

Kegembiraan Eminem Jadi Calon Kakek di 'Temporary'

#Eminem #Musik #Australia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Mengenal 'Darah Juang', Lagu yang Menyalakan Semangat Perjuangan
Darah Juang kerap dinyanyikan dalam berbagai kegiatan mahasiswa, mulai dari masa pengenalan mahasiswa baru, orasi, hingga aksi demonstrasi.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Mengenal 'Darah Juang', Lagu yang Menyalakan Semangat Perjuangan
ShowBiz
'Escape', Penanda Kembalinya Weird Genius setelah Hiatus
'Escape' mengangkat keberanian untuk berhadapan langsung dengan berbagai hal yang selama ini coba dihindari.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
'Escape', Penanda Kembalinya Weird Genius setelah Hiatus
ShowBiz
Dari Gigs dan Nongkrong, FATAL TOTAL Akhirnya Rilis Maxi Single 'I WILL TAKE THIS COUNTRY BACK'
Trio hardcore punk Jakarta FATAL TOTAL memperkenalkan maxi single perdana 'I WILL TAKE THIS COUNTRY BACK' melalui Vidslab Recording Bureau.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Dari Gigs dan Nongkrong, FATAL TOTAL Akhirnya Rilis Maxi Single 'I WILL TAKE THIS COUNTRY BACK'
ShowBiz
Pilih Indonesia Setelah Dua Dekade Berkewarganegaraan Ganda, Nadia Dari Rilis Mini Album 'Nada Untuk Negeri'
Nadia Dari memilih Indonesia setelah dua dekade menyandang kewarganegaraan ganda. Kisah tersebut menjadi inspirasi mini album 'Nada Untuk Negeri'.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Pilih Indonesia Setelah Dua Dekade Berkewarganegaraan Ganda, Nadia Dari Rilis Mini Album 'Nada Untuk Negeri'
ShowBiz
Lorjhu’ Padukan Kejhung Madura dan Groovy Rock dalam Single 'Kejhung Sanolap'
Lorjhu’ memperkenalkan 'Kejhung Sanolap', single yang memadukan kesenian kejhung Madura dengan distorsi rock, kendang, drum, dan nuansa Saronen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Lorjhu’ Padukan Kejhung Madura dan Groovy Rock dalam Single 'Kejhung Sanolap'
ShowBiz
Lima Lagu yang “Tersisih” dari Album HUSH Justru Punya Cerita Sendiri di EP 'Early Junk'
HUSH, band alternative rock asal Bandung, menghadirkan Early Junk, EP berisi lima lagu yang sebelumnya tidak masuk kurasi album penuh.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Lima Lagu yang “Tersisih” dari Album HUSH Justru Punya Cerita Sendiri di EP 'Early Junk'
ShowBiz
Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit Terkendala di Eropa, Tetap Lanjutkan Cataclysmic Summer Tour 2026
Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit terkendala persoalan promotor di Irlandia dan Inggris. Mereka tetap berupaya melanjutkan Cataclysmic Summer Tour 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Jasad, DeadSquad, dan Death Vomit Terkendala di Eropa, Tetap Lanjutkan Cataclysmic Summer Tour 2026
ShowBiz
BTS Boikot Grammy, Recording Academy Ragu-Ragu Lanjutkan Kategori Musik Pop Asia yang Kontroversial
Recording Academy mungkin akan mengubah kategori yang menuai kontroversial tersebut.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
BTS Boikot Grammy, Recording Academy Ragu-Ragu Lanjutkan Kategori Musik Pop Asia yang Kontroversial
ShowBiz
Andrea Bocelli Kembali ke Indonesia, Borobudur Jadi Panggung Istimewa 'Romanza 30th Anniversary World Tour'
Andrea Bocelli membawa Romanza 30th Anniversary World Tour ke Indonesia. Konser digelar di Candi Borobudur pada 31 Oktober dan JIExpo 3 November 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Agustus 2026
Andrea Bocelli Kembali ke Indonesia, Borobudur Jadi Panggung Istimewa 'Romanza 30th Anniversary World Tour'
ShowBiz
Bobby Suryadi Rilis Album 'Echoes of the Heart', Padukan Pengalaman Tiga Dekade dengan Sentuhan Modern
Bobby Suryadi merilis album terbaru 'Echoes of the Heart'. Berisi 9 trek, album ini memadukan pengalaman tiga dekade dengan produksi musik elektronik modern.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Bobby Suryadi Rilis Album 'Echoes of the Heart', Padukan Pengalaman Tiga Dekade dengan Sentuhan Modern
Bagikan