MerahPutih.com - Penyanyi sekaligus penulis lagu Nadia Dari kembali menyuguhkan karya spesial bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus.
Kali ini, ia tidak sekadar merilis sebuah single, melainkan menghadirkan persembahan yang memiliki makna personal dan berkaitan erat dengan perjalanan hidupnya.
Berjudul Nada Untuk Negeri, mini album tersebut berisi tiga lagu nasional yang dinyanyikan kembali oleh Nadia.
Ketiganya adalah Tanah Airku ciptaan Ibu Soed, Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki, serta Untukmu Indonesiaku ciptaan Guruh Sukarno Putra.
Baca juga:
J-Rocks Rilis Lagu 'Merdeka', Bawa Semangat Perjuangan dan Makna Kemerdekaan
Tiga Lagu Nasional, Satu Kisah Personal
Di balik tiga lagu yang dipilihnya, tersimpan kisah mengenai identitas, keluarga, sekaligus keputusan besar yang harus diambil Nadia.
Selama dua dekade, ia menyandang status kewarganegaraan ganda sebagai anak yang lahir dari orang tua dengan latar negara berbeda.
Meski lahir dan sempat tumbuh di sejumlah negara, kedekatan Nadia dengan Indonesia tidak pernah terputus.
Tahun ini menjadi titik penting dalam kehidupannya ketika ia dihadapkan pada pilihan untuk menentukan kewarganegaraan yang akan ia miliki. Pada akhirnya, Nadia memilih Indonesia.
“Buat saya, ini adalah salah satu momen yang sangat berarti dan menjadi salah satu milestone yang memantapkan diri saya sendiri. Memilih Indonesia bukan hanya tentang kewarganegaraan. Saya tumbuh dalam didikan keluarga yang mengedepankan bangsa Indonesia. Sejak kecil, Ibu juga selalu menanamkan rasa cinta kepada Indonesia. Jadi, meskipun saya pernah tinggal di negara yang berbeda, ketika akhirnya waktu untuk memilih tiba, Indonesia terasa seperti pilihan yang terbaik,” ungkap Nadia.
Baca juga:
9 Lagu Wajib Masuk Playlist Lomba 17 Agustus, Bikin Suasana Makin Meriah
Musik sebagai Cara Mendekatkan Generasi Muda dengan Indonesia
Melalui Nada Untuk Negeri, Nadia berharap generasi muda dapat memandang lagu-lagu nasional dari sudut yang lebih personal dan relevan dengan keseharian mereka.
Baginya, kecintaan terhadap tanah air tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar, seremonial, atau formal.
Rasa tersebut justru dapat tumbuh dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, lagu-lagu yang akrab sejak masa kanak-kanak, pengenalan terhadap budaya sendiri, hingga pilihan-pilihan personal dalam kehidupan.
Karena itu, tiga lagu nasional dalam mini album ini tidak hanya ditempatkan sebagai karya yang memiliki nilai sejarah, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman personal Nadia dalam menemukan kembali kedekatannya dengan Indonesia.
Saya berharap Nada Untuk Negeri bisa membuat anak-anak muda kembali merasa dekat dengan Indonesia, meskipun tidak lahir di Indonesia tapi ini negeri kita semua, keturunan orang Indonesia,
Nadia Dari.
(Far)