TENHOLES Rilis Album SATYA, Merangkum Janji, Kehilangan, Perlawanan hingga Kemanusiaan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 2 jam, 9 menit lalu
TENHOLES Rilis Album SATYA, Merangkum Janji, Kehilangan, Perlawanan hingga Kemanusiaan

enholes lepas album baru. (Foto: dok/tenholes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - TENHOLES, unit punk rock asal Jakarta Timur, kembali menyapa pendengar lewat album terbaru bertajuk SATYA.

Album ini menjadi rangkuman perjalanan manusia yang bersinggungan dengan banyak hal, mulai dari keluarga, janji, cinta, kehilangan, kegelisahan, kehidupan kelas pekerja, perlawanan, hingga proses menerima kenyataan.

Delapan lagu di dalamnya dirangkai layaknya sebuah perjalanan panjang. Kisahnya mengikuti proses seorang anak yang perlahan mengenal dunia hingga tumbuh menjadi manusia yang harus berhadapan dengan tanggung jawab, kehilangan, dan makna kemanusiaan.

“SATYA itu tentang janji, api yang kita jaga, dan perlawanan yang tidak pernah padam,” ujar Ukien Skins, vokalis TENHOLES.

Baca juga:

ZZUF Kembali dengan Album Penuh Kedua, Hadirkan 15 Lagu dan 3 Kolaborasi

Melihat Sisi Lain Seorang Laki-Laki

Melalui SATYA, TENHOLES juga mencoba menghadirkan sisi lain dari gambaran seorang laki-laki.

Alih-alih menempatkannya sebagai sosok yang selalu tegar dan memiliki jawaban atas segala persoalan, album ini memperlihatkan manusia dengan segala kerentanannya.

Ada rasa takut, kegagalan, kehilangan, kemarahan, serta pertanyaan terhadap kehidupan yang harus dihadapi. Namun, pada akhirnya, ia tetap memilih untuk bertahan dan meneruskan langkah.

Perjalanan tersebut dibuka melalui Sudut Kota, lagu yang menjadi gerbang pertama untuk memasuki dunia SATYA.

Lagu ini membawa pendengar pada fase ketika seorang anak mulai berhadapan dengan kerasnya kehidupan di jalanan, persahabatan, kesendirian, konflik, cinta, hingga berbagai persoalan yang tumbuh di tengah kota.

Sudut Kota menjadi satu-satunya lagu dalam album yang mencantumkan CPX, Juanda, Reno Farid, dan Ukien Skins sebagai penulis lirik.

Percakapan Ayah dan Anak

Setelah Sudut Kota, perjalanan berlanjut melalui Hai! Nak, yang menghadirkan percakapan antara ayah dan anak.

Lagu tersebut mengangkat nilai-nilai, pengalaman, serta harapan yang berusaha diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Di dalamnya terdapat kisah mengenai perjuangan dan kesalahan seorang bapak, sekaligus harapan yang ia titipkan kepada anaknya.

Kehadiran Pearly, Chelsea dan Ruby pada bagian backing vocals turut memperkuat atmosfer hubungan emosional antara orang tua dan anak.

Tentang Api yang Pernah Dijaga

Album kemudian bergerak menuju focus track Api Yang Pernah Kita Jaga.

Lagu yang ditulis oleh Ukien Skins, Andyan Gorust, dan Endry Poison ini berbicara mengenai sesuatu yang pernah diperjuangkan dengan sepenuh hati, baik itu cinta, persahabatan, mimpi, maupun sebuah hubungan, tetapi pada akhirnya harus direlakan.

Api Yang Pernah Kita Jaga menjadi ruang refleksi mengenai kehilangan sekaligus usaha untuk menerima sesuatu yang pernah menghadirkan kehangatan dalam perjalanan hidup.

Memasuki lagu keempat, Janji Lelaki mengangkat tema tentang tanggung jawab, komitmen, serta janji kepada diri sendiri untuk terus bergerak meski keadaan kerap menghadirkan kesulitan.

Dalam lagu ini, keberanian tidak digambarkan sebagai kondisi tanpa rasa takut. Sebaliknya, keberanian hadir melalui keputusan untuk tetap melangkah meski rasa takut masih ada.

Permainan mandolin dari Zuri Mandolina turut memberikan warna tersendiri dalam aransemen lagu tersebut.

Baca juga:

Dialog Dini Hari Buka Babak Baru Lewat Album 'Rumah Bisa Lahir Sekali Lagi', tentang Kehilangan dan Menemukan Kembali

Potret Kehidupan Kelas Pekerja

Sementara itu, Membakar Malam membawa cerita ke ruang kehidupan kelas pekerja yang akrab dengan rutinitas berulang.

Bekerja, menghadapi kemacetan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, kemudian kembali mengulang siklus yang sama.

Di tengah kelelahan, pikiran yang tak kunjung tenang, serta mimpi yang perlahan terasa semakin jauh, lagu ini menjadi semacam dorongan untuk kembali mengambil ruang bagi diri sendiri, kehidupan, dan mimpi yang masih ingin diwujudkan.

Lewat single Tiga, SATYA mulai bergerak dari persoalan yang bersifat personal menuju kegelisahan yang lebih luas.

Lagu ini menyinggung persoalan manusia, kekerasan, ketidakadilan, hingga dunia yang semakin sulit dipercaya.

Energi permainan drum Andyan Gorust mempertegas karakter lagu sebagai luapan kegelisahan. Namun, Tiga tidak mencoba menyederhanakan persoalan-persoalan tersebut ke dalam jawaban yang mudah.

Keluarga, Kemarahan, dan Batas Kemanusiaan

Pada track ketujuh, Darah Daging membawa tema keluarga ke wilayah yang lebih emosional.

Lagu yang direkam di Rintop Stidio ini berbicara tentang perlindungan serta kemarahan ketika seseorang yang dicintai harus berhadapan dengan ketidakadilan.

Ceritanya berangkat dari sudut pandang seorang ayah yang menghadapi perundungan terhadap anaknya.

Dari sana, lagu ini mengajukan pertanyaan mengenai batas tindakan seseorang ketika harus melindungi keluarga, sekaligus bagaimana mempertahankan sisi kemanusiaan dalam situasi yang penuh amarah.

Baca juga:

The Brandals Kembali dengan Album 'Oposisi', dari Musik Elektronik hingga Cerita Pekerja Urban

Menutup Perjalanan dengan 'Semua Sodara'

Perjalanan SATYA kemudian ditutup melalui Semua Sodara (Piano Version).

Berbeda dengan energi yang terasa pada sejumlah lagu sebelumnya, penutup ini hadir dengan pendekatan yang lebih sederhana dan kontemplatif.

Lagu tersebut berbicara mengenai kawan, scene, keluarga, perbedaan, perjalanan yang dilalui bersama, hingga mereka yang telah lebih dulu pergi.

Diva Azalia melalui permainan piano dan Arend Stevanus Michiels lewat violin memberikan sentuhan yang memperkuat suasana reflektif pada lagu penutup ini.

Setelah membawa pendengar melewati berbagai bentuk konflik, kegelisahan, kehilangan, dan perlawanan, SATYA akhirnya kembali pada gagasan yang sederhana.

Di tengah perjalanan manusia yang penuh perbedaan, pertentangan, dan persoalan, selalu ada ikatan yang mempertemukan satu sama lain: kita semua adalah sodara. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
TENHOLES Rilis Album SATYA, Merangkum Janji, Kehilangan, Perlawanan hingga Kemanusiaan
TENHOLES merilis album terbaru SATYA yang berisi delapan lagu tentang keluarga, janji, kehilangan, kehidupan kelas pekerja, perlawanan, dan kemanusiaan.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 9 menit lalu
TENHOLES Rilis Album SATYA, Merangkum Janji, Kehilangan, Perlawanan hingga Kemanusiaan
ShowBiz
Devano Danendra Rilis 'Ingat', Kisah Seseorang yang Belum Selesai dengan Luka Masa Lalu
Devano Danendra merilis 'Ingat'. Mengisahkan seseorang yang masih berusaha berdamai dengan luka masa lalu dan kesulitan kembali membuka hati.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Devano Danendra Rilis 'Ingat', Kisah Seseorang yang Belum Selesai dengan Luka Masa Lalu
ShowBiz
Tama Yuri Rilis Album Perdana ‘Biar Aku Dianggap Beruntung’, Potret Perjalanan dari Cinta hingga Penerimaan
Tama Yuri merilis album perdana Biar Aku Dianggap Beruntung. Berisi 11 lagu, album ini merangkum fase cegil, terpuruk, hingga menerima.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Tama Yuri Rilis Album Perdana ‘Biar Aku Dianggap Beruntung’, Potret Perjalanan dari Cinta hingga Penerimaan
ShowBiz
BTS Tak Ajukan 'ARIRANG' ke Grammy 2027, Kategori Asian Pop Tetap Dipertahankan
The Recording Academy memastikan kategori Asian Pop Music Performance tetap hadir di Grammy Awards 2027 meski BTS tak mengajukan album ARIRANG.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
BTS Tak Ajukan 'ARIRANG' ke Grammy 2027, Kategori Asian Pop Tetap Dipertahankan
ShowBiz
The Brandals Kembali dengan Album 'Oposisi', dari Musik Elektronik hingga Cerita Pekerja Urban
The Brandals bersiap merilis album studio keenam, 'Oposisi'. Membawa eksplorasi musik sekaligus cerita tentang pekerja, lingkungan, dan situasi sosial-politik.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
The Brandals Kembali dengan Album 'Oposisi', dari Musik Elektronik hingga Cerita Pekerja Urban
ShowBiz
Salma Salsabil Rilis 'maha benar', Cerita soal Rekan Kerja yang Selalu Merasa Paling Tahu
Salma Salsabil merilis single 'maha benar' yang mengangkat cerita tentang rekan kerja yang selalu merasa paling tahu dan drama kecil di kantor.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Salma Salsabil Rilis 'maha benar', Cerita soal Rekan Kerja yang Selalu Merasa Paling Tahu
ShowBiz
Cerita di Balik 'Ajariku Jadi Berani', Lagu Banda Neira yang Lahir dari Pengalaman Ananda Badudu
Banda Neira merilis video musik 'Ajariku Jadi Berani'. Lagu ini membawa pesan tentang keberanian dan pengalaman personal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Cerita di Balik 'Ajariku Jadi Berani', Lagu Banda Neira yang Lahir dari Pengalaman Ananda Badudu
ShowBiz
Zhafari Mengabadikan Riuh Pikiran di Pengujung Malam lewat Album Debut Sisa Malam
Zhafari merangkum serpihan pemikiran, pengalaman pribadi, serta cerita di sekelilingnya yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk musikal.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Zhafari Mengabadikan Riuh Pikiran di Pengujung Malam lewat Album Debut Sisa Malam
ShowBiz
'Arah Pulang', Kisah Tentang Jalan yang Selalu Membawa Kembali kepada Seseorang
Secara cerita, lagu ini mengikuti seorang perempuan yang telah mencoba berbagai cara untuk meninggalkan masa lalu.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
'Arah Pulang', Kisah Tentang Jalan yang Selalu Membawa Kembali kepada Seseorang
ShowBiz
Makna Lagu 'Purple' Olivia Rodrigo, Kisah Kehilangan Diri dalam Sebuah Hubungan
'Purple' bercerita tentang seseorang yang berusaha menemukan kembali jati dirinya setelah mengalami patah hati.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Makna Lagu 'Purple' Olivia Rodrigo, Kisah Kehilangan Diri dalam Sebuah Hubungan
Bagikan